
Amanda bangun pagi ini dengan rasa kesal di dadanya, karna Zayden kembali lagi membawanya dalam percintaan panas semalam hanya karna dia terlalu lelah dia pasrah karna ketika terbangun, Zayden terlanjur menyatukan diri, jadi mau tak mau Amanda tak punya pilihan selain pasrah dan menikmatinya.
Pagi ini Zayden tampak segar dalam setelan jasnya yang rapi dia tak berhenti tersenyum sementara Amanda juga sibuk karna harus mengejar beberapa mata kuliah yang tertinggal karna pernikahan kemarin,
Zayden menatap Amanda yang sedang memoles lipstiknya, pria itu mendekat merengkuh tubuh istrinya hingga mereka bertatapan tajam,
''Apa yang kau inginkan Zayden aku sudah terlambat.''
''Ganti warna lipstikmu..kau terlalu cantik dengan warna itu.''
Amanda tertawa kesal,
''Ada apa denganmu.''
''Aku tidak nyaman, kau masih muda dan segar aku benci jika istriku akan mengambil banyak perhatian orang lain di luar sana.''
''Tidak mau..aku mau terlihat cantik memangnya mengapa.''
''Kau boleh memakainya hanya saja ketika kita pergi berdua, kalau kau sendiri maka mereka akan mengira kau gadis lajang.''
''Aku kan masih muda.''
''Amanda.'' suara Zayden meninggi saat itu juga.
''Baiklah aku menyerah..astaga kau sangat menjengkelkan.''
Amanda lalu menghapus warna lipstiknya yang membuatnya seperti seorang remaja yang baru masuk kuliah, Zayden tak suka itu dan Amanda mau tak mau harus mengalah.
Zayden hanya mampu pasrah, mau di ganti warna apapun lipstiknya, Amanda tetap cantik sekali, dan hal itu cukup membuatnya gusar dan sedikit cemas, dia takut banyak pria akan tergoda dengan kecantikan Amanda karna bagaimana pun Amanda punya aura yang memikat.
''Baguslah begitu cukup, kita berangkat bersama sayangku.''bisik Zayden mencuri ciuman di pipi Amanda hingga gadis itu mengerang.
''Jangan mencium ku.''jerit Amanda protes.
''Bagaimana dengan bercinta.'' goda Zayden menarik tangan Amanda hingga melangkah bersamanya.
''Tidak tolonglah, berpegang pada janjimu Zayden.''
Pria itu hanya tertawa geli sendiri melihat betapa cemasnya wajah Amanda.
Keduanya melangkah meninggalkan kamar dan menuju mobil.
****************
Sampai sore hari Amanda akhirnya keluar dari perpus, setelah menyelesaikan beberapa tugas yang di berikan dokter kepadanya, wanita itu melangkah dengan sedikit lemah, bagaimana pun dia sudah lapar sekali,
Amanda baru saja ingin mengambil ponsel demi menghubungi Zayden namun, seseorang menegurnya hingga ia mengangkat wajahnya.
''Stela.''
__ADS_1
''Hai..Amanda apa kabar.''
''Aku baik, bagaimana denganmu.''
''Aku sangat baik Amanda, oya selamat untuk pernikahanmu.''
''Terimakasih Stela.''
''Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan sebagai permintaan maafku karna tak datang ke pestamu.''ucap Stela sedikit menuntut.
''Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau mencari restoran di dekat sini, suamiku akan menjemputku dia tidak akan suka aku pergi jauh.''
''Baiklah ayo kita pergi Amanda.''
Amanda pun mengangguk meski sedikit heran karna sebelumnya dia dan Stela tidak dekat, mereka berbeda jurusan, dan waktu pernikahan Amanda tidak mengundang Stela karna memang mereka tidak dekat, hanya saling menyapa ketika bertemu, tapi demi keramahan Amanda mau ikut dengan wanita ini.
Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran privat di dekat kampus, mengapa privat karna makan disini bukan bergaya autdorr namun lebih kepada sebuah ruangan tertutup.
''Maaf Amanda aku harus memilih restoran ini apakah kau tidak nyaman, aku hanya memilih acak dan terdekat.''ucap Stela meminta maaf.
''Tidak masalah Stela, makanan disini juga enak.''
''Syukurlah kalau kau menyukainya Amanda, ayo masuk.''
Mereka lalu masuk dan Stela memesan ruangan yang paling ujung dan sekali lagi Amanda sedikit heran, namun dia juga tak ingin mempertanyakan bukankah Stela memilih restroan dengan acak, lagi pula mereka hanya makan lalu pergi. Amanda berusaha berpikiran positif.
''Silahkan memesan menu.''
''Baiklah kebetulan aku lapar sekali Stela.''
''Aku juga, dosen ku memberi banyak tugas yang akhirnya membuat aku stress, entah mengapa.
''Aku juga Stela, aku mengejar ketinggalan di belakangku karna pernikahan jadi itu resikonya.''
''Apakah ini pernikahan pertamamu.''tanya Stela dengan wajah polos.
Amanda sedikit terkejut, mengapa Stela menanyakan pertanyaan itu kepadanya, ini sedikit aneh untuknya. Amanda berdehem ia menatap Stela yang telihat polos.
''Mengapa kau bertanya seperti itu.''
''Tidak aku hanya penasaran saja, jangan tersinggung...karna aku beberapa kali menikah dan juga cerai karna bosan.''
Amanda mengangguk berusaha bersikap santai.
''Stela ini pernikahan keduaku.''
''Pernikahan kedua, waw..setidaknya kau lebih baik dariku aku menikah 3 kali dan usia pernikahan kami di bawah 3 bulan, aku gampang bosan...lalu bagaimana denganmu, apakah kau bercerai juga sama sepertiku.'' tanya Stela semakin jauh lagi.
''Tidak, aku tidak bercerai tapi suamiku meninggal.''ucap Amanda sedikit sedih.
__ADS_1
''Astaga, maafkan aku ya ampun aku lancang sekali Amanda, aku mohon maaf pasti sulit bagimu, dan aku yakin kau pasti lama sekali baru menikah bukan.''
Hening.....
''Aku menikah sebulan setelahnya.''
''What...benarkah, maafkan aku Amanda aku sedikit terkejut, biasanya sulit bagi wanita yang baru saja kehilangan suami untuk menerima suami baru, tapi kau cukup cepat aku sungguh kagum padamu.''
''Stela, ada apa denganmu..apa yang sebenarnay kau ingin ketahui dariku.'' Amanda mulai tersinggung,
Stela langsung menyentuh lengan Amanda dengan lembut.
''Mari bicarakan hal lain, aku minta maaf kalau sudah menyinggungmu Amanda, tapi aku hanya membuat perbandingan denganku..mungkin kita berdua sama-sama pembosan, karna aku sudah punya pacar lagi.''bisik Stela dengan senyuman yang centil.
Amanda menghela nafas, tak seharusnya dia setuju di ajak wanita aneh ini, dia begitu serius tadi dan sekarang malah tertawa aneh, Amanda hanya menggeleng ingin mempercepat makannya dan menghubungi Zayden untuk menjemput dirinya.
Mereka melanjutkan makan,namun ponsel milik Stela berbunyi hingga memecah kesunyian di antara mereka.
''Ah...kekasihku menelfon.''
Stela menatap Amanda dengan penuh permintaan maaf,
''Amanda, apakah aku bisa meninggalkanmu sebentar, pacarku menelfon dia akan marah jika aku tidak mengangkat telp darinya,.''
''Yah tentu saja, lanjutkan saja Stela, aku akan makan dengan cepat begitu kau selesai menelfon kita bisa pergi dari sini.'' ucap Amanda tersenyum.
''Baiklah Amanda, jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali.''
''Baiklah...Stela.'' Amanda mengalah kali ini,
Dan Stela pun pergi meninggalkan Amanda seorang diri bahkan ketika para pelayan itu datang mengambil bekas makanann mereka Stela belum juga kembali, dan ketika sedang menunggu, seorang pelayan membawakan Amanda sekotak cake Coklat strawbery kesukaannya berbentuk Love dan meletakannya di atas meja.
''Silahkan nyonya, ini adalah persembahan khusus dari restoran ini.''
''Dari mana kau tau aku menyukai ini.''tanya Amanda dengan wajah polos.
Pelayan itu tersenyum dan tidak mengatakan apapun dia pergi begitu saja hingga Amanda menjadi takut.
Ada apa ini, mengapa aneh sekali.
Amanda segera bangkit dari tempat duduknya dan ingin pergi saja, hatinya berdebar cemas ketika melangkah..
Namun belum sampai di pintu, Amanda terkejut ketika pintu itu malah terbuka lebar dan seorang pria masuk lalu menatapnya dengan tajam.
Amanda begitu terkejut sampai dia menjadi syok.
''Amanda....apa kau mengingatku.''
''Tidak mungkin.''
__ADS_1