Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Terlalu Kecewa


__ADS_3

Sepanjang jalan pulang..


Syakira tidak bicara apapun hingga Rive menjadi sedikit khawatir..dia teramat mencintai istrinya Syakira dan akan melakukan segalanya demi melihat senyum Syakira...ternyata kepulangan Nathan justru membuat mendung di wajahnya...


''Sayang.....apa sebenarnya yang kau pikirkan, kau hanya belum mengenal Nayla...dia gadis yang baik...dia cantik dan juga lembut..''


''Sudut pandang pria dan wanita berbeda dalam hal menilai..intuisi juga beda..''ucap Syakira dingin..


Rive mengangguk membenarkan...


''Aku tau itu sayang, wanita akan memakai feling dan perasaannya untuk menilai sesuatu...kami hanya memakai lebih banyak logika...jadi apa yang kau rasakan pada Nayla ketika melihatnya..''


''Kebencian.....aku membencinya..''


''Itu karna kau hanya menginginkan Amanda sebagai menantu dan tak ingin menerima orang lain..tapi cobalah kau lihat Nathan dan Amanda saling menyayangi seperti saudara..bagaimana pun kedua kakak mereka menikah..mungkin mereka hanya tidak ingin mengulanginya berputar pada keluarga saja..''


''Halah....mereka masih muda tau apa tentang sebuah hubungan...justru menurutku mereka harus menikah agar keluarga kita semakin besar...aku tidak bisa menerima orang lain dalam hidupku..tidak bisa...apalagi wanita itu cih....aku benci melihat wajahnya..''


'Syakira....''


''Jangan memaksaku karna aku tidak suka Rive...oya...aku akan langsung tidur di kamar dan tidak melewatkan makan malam..satu lagi aku ingatkan kepadamu Rive..aku tidak ingin dia tinggal dirumahku..''desis Syakira memberi peringatan.


Rive hanya mampu terdiam...tak berani membantah perkataan Syakira sedikitpun..karna memang Rive sangat mencintai istrinya..


''Baiklah...aku akan mengatakan sesuai keinginanmu Sayang...tapi satu hal yang harus kau tau kalau sikapmu ini akan menyakiti putra kita sendiri..''


'Jangan mengingatkan aku tentang rasa sakit Rive....akulah yang paling tersakiti karna putra yang aku lahirkan susah payah berani membantah perintahku dan kali ini aku sungguh kecewa..'' desis Syakira memberi peringatan..


***************


Komplek perumahan dua keluarga besar itu tampak ramai, semua sedang bahagia menyambut kepulangan orang terkasih...


Zayden memutuskan dia akan tingga beberapa hari di rumah kakaknya karna kebetulan rumah kak Syakira berhadapan langsung dengan rumah Amanda...juga rumah Matteo hanya berjarak beberapa meter..


mereka sungguh unik karna memilih rumah yang berdekatan bukankah hal itu cukup membahagiakan..keluarga adalah segalanya..


Amanda sedang bermain dan menggendong Darren di dalam pelukannya, sementara Zayden lalu duduk dekat dengannya....gadis itu tak sadar dengan terus menciumi wajah Darren yang tampan..


''Kau keponakanku yang tampan...kau akan mematahkan hati gadis-gadis di masa depan Darren ku..''bisik Amanda gemas..


''Lebih tepatnya dia akan menjaga adik sepupunya dengan baik..''bisik Zayden di belakang Amanda..


Amanda menoleh dan menjadi waspada...dia melirik sekitar dan menegakan tubuhnya...


''Mengapa kau mendekatiku....bagaimana kalau kakak dan orang tuaku melihat kita mereka akan curiga...pergi..'' tunjuk Amanda namun jemarinya malah di sambut Zayden..pria itu menggenggamnya posesif hingga wajah Amanda pucat pasi takut ada yang curiga..

__ADS_1


''Aku tak suka segala sesuatu sembunyi Amanda...aku ingin dunia tau kalau aku sedang jatuh cinta..'' bisik Zayden mengecup punggung tangan Amanda..


Gadis itu menarik tangannya cukup cepat dan menatapnya tajam....


''Jangan mulai lagi Zayden apa yang kau inginkan..citramu sungguh buruk aku yakin mantan kekasihmu meninggalkanmu karna kau seagresif ini..''


Wajah Zayden berubah serius..


''Yah..kau benar aku memang cukup agresif..bukankah kau sudah merasakannya..''


Wajah Amanda merah padam....


''Aku akan ke kamar,....''


''Baiklah sayang..tapi jangan lupa keluarga besar akan makan malam sebentar lagi...jadi kau harus dandan yang cantik.''Zayden mengedipkan sebelah matanya hingga Amanda mengerang kesal..


''Ayo Darren sayang.....kita ke kamar aunty saja...disini ada monster jelek..''


Amanda berdiri dan melangkah meninggalkan Zayden yang tersenyum sendiri..pria itu lalu memandang sekitar dimana masing-masing dari keluarga ini saling bercengkrama dengan manis..meninggalkan kedudukan atau kekuasaan di perusaan..keluarga yang bahagia..persis seperti keluarganya..dan inilah yang di cari oleh Zayden..bukan hanya ia dan wanitanya yang menyatu namun kedua keluarga besar....Zayden tak akan pernah melepaskannya...


Pria itu menegakan tubuhnya, lalu hendak melangkah namun dia melihat sosok tuan Marco yang melangkah keluar dari pintu ruang tamu...Zayden mendekati pria yang masih tampak gagah itu dan membungkukan tubuhnya..


Marco Antonio mengerutkan kening.....


''Zayden Steward...ada apa...lebih tepatnya, apa yang kau inginkan..''ucap Marco menebak.


''Tidak salah kalau tuan Marco Antonio sangat di segani dalam dunia mafia dan bisnis,...tuan punya intuisi yang tajam..''


Marco tersenyum....


''Apa maumu..''


''Aku ingin berbicara serius dengan anda tuan...''ucap Zayden menundukan kepalanya dalam-dalam.


Marco mengangguk...


''Ayo ikut ke ruang kerjaku Zayden..''


''Baiklah tuan Marco..''


******************


Amanda membeku melihat Nathan dan Nayla masih berada di garasi..


''Jadi Mommy Syakira tidak ingin kau tinggal dirumah itu..''

__ADS_1


Nayla mengangguk lemah..


''Kau tau kan Mommy marah karna bukan kau yang akan aku nikahi...Amanda aku harus melakukan apa sekarang...''


''Baiklah ikut aku...kita temui Mommy Serena..dan bicara..''


Nathan menatap Nayla...


''Sayang..aku minta maaf...''


''Tidak apa Nathan aku mengerti..dan aku akan berjuang denganmu..''ucap Nayla tersenyum..


''Ayo..ikut aku..''ucap Amanda melangkah lebih dahulu setelah sebelumnya menelfon Mommy Serena...


***********


Serena memijit pelipisnya,..sebenarnya dia tau jelas kalau Syakira memang menginginkan Amanda menjadi menantunya..sebenarnya Serena juga ingin Nathan menjadi menantunya namun dia lebih pasrah dan menyerahkan pilihan pada anak-anak...


''Kalau begitu untuk sementara waktu kau tinggal saja dirumah kami Nayla..kau bisa sekamar dengan Amanda atau di sebelah kamar Amanda..terserah kau saja..tentang Mommy Syakira..tolong maklumi saja..Mommy hanya sedang kecewa pada putranya..berilah dia waktu agar dia mengenal siapa dirimu..Nay....jadi jika ada kesempatan ambil hati Mommy Syakira...dia pasti akan luluh suatu saat..''


Nayra menatap Mommy Serena yang teramat bijak..sungguh Amanda beruntung memiliki ibu yang luar biasa baik..mungkin karna hal itu Amanda selalu saja mendapat kemudahan meski dia pernah jatuh karna perbuatan orang tuanya baik..


''Terimakasih tante....aku akan berusaha.'


''Eiit..panggil saja Mommy Serena..toh Nathan juga memanggil dengan sebutan Mommy Serena..itu akan membuat kita dekat..''ucap Serena dengan kelembutan seorang ibu..


''Baiklah...terimakasih banyak..Mommy Serena..'' Nayla menundukan kepala sebagai tanda terimakasihnya..keluarga ini sangat baik..


**********


Di dalam heningnya kamar...Syakira merenung sendiri...hatinya masih di liputi mendung karna apa yang dia bayangkan tidak menjadi kenyataan..harapan yang telah dia pupuk selama ini hancur berantakan...


Nathan menentang keputusannya dan itu melukai hatinya..


Sebuah ketukan di pintu membuat Syakira menoleh..tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan sosok Zayden masuk ke dalam kamar...


''Kakak.........''


''Zayden..astaga hari kakak buruk jadi tidak memperhatikanmu Zayden..kemarilah..''


Zayden tersenyum dan melangkah mendekati Syakira..


''Apa kabar paman Alex dan bibi Sherin, lalu si kembar...Jason...kakak merindukan mereka...''


''Semua baik dan juga merindukan kakak..tapi aku datang kemari untuk mengatakan tentang Amanda..''

__ADS_1


''Amanda...''ulang Syakira dengan wajah serius...


Zayden mengangguk patuh..


__ADS_2