Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Merasa Takut


__ADS_3

Nayle melonggarkan tenggorokannya ketika sang calon ibu mertua menatapnya dengan tajam..menanti jawabannya..


''Sekali lagi aku bertanya...apakah kau setuju dengan semua persyaratan dariku..''


''Yah...Mom...aku akan berusaha untuk menjadi menantu terbaik untukmu dan aku tidak akan pernah mengecewakanmu Mom..''ucap Nayla mencoba tersenyum.


Syakira mengerutkan kening...nyali Nayla cukup besar untuk menghadapi semua syarat yang dia berikan..baiklah..dia akan mulai mendapat ujian..


''Bagus...aku suka dengan rasa percaya dirimu karna itu mulai hari ini kau akan tinggal di rumah ini kau bisa sekamar dengan Nala sementara pernikahan kalian di siapkan dan selanjutnya kesehatan reproduksimu akan di periksa Nayla..jadi berdoalah agar kau memenuhi syarat..''ucap Syakira penuh penekanan.


''Baik Mommy...''


Syakira bangkit berdiri di ikuti Nayla yang ikut berdiri...saat itu Syakira menoleh..


''Kau ingin kemana...'' tanya Syakira menyelidik.


''Mengambil barang-barangku Mommy..mungkin aku akan merapikan sekalian kamarku dan Nala...'' jawab Nayla dengan wajah polos.


Hening........


Syakira hanya berdehem...


''Aku tak suka keributan apapun, aku suka keheningan jadi pastikan kau tidak meimbulkan suara yang tidak penting..''


''Baik Mommy..''


Syakira lantas melangkah pergi meninggalkan Nayla yang langsung menyentuh dadanya..astaga,..berada di rumah besar ini akan sering membuat jantungnya olahraga...gadis itu memejamkan matanya memegang perutnya...semoga aku bisa hamil...aku mohon...suara Nayla terdengar pelan memohon sendirian..setelah itu dia melangkah pelan meninggalkan ruang keluarga..


*******


Nathan menunggu Nayla di luar dengan cemas...tentu saja..dia tak bisa tenang karna tidak tau apa yang terjadi dengan Mommy nya di dalam..astaga..apakah Nayla akan gagal menyakinkan Mommy...itu artinya maka jalan mereka akan semakin terjal...sang Mommy begitu tangguh dalam hal karakter..dan itu turunan dari gradpa Alex.


''Ehm.....''


Nathan menoleh dan menemukan wajah Nayla yang sendu...pria itu sudah bisa menebak, Mommy pasti mengusir Nayla sekarang...?


pria itu mendekati Nayla yang berdiri dengan wajah yang sendu..


''Nayla....apa arti tatapanmu ini..kau gagal...''


Nayla mengangkat bahu pasrah...

__ADS_1


''Mau bagaimana lagi...aku sudah berusaha...dan Mommy bilang mulai malam ini aku akan tinggal dirumah ini tepatnya di kamar Nala..''


''Hah....jadi Mommy menerimamu Nayla..'


Nayla ingin sekali mengatakan 3 syarat yang akan dia jalani namun ini rahasia antara dirinya dengan sang calon ibu mertua jadi Nayla akan menutup mulut sesuai janjinya..


''Jadi...bagaimana Nayla..''


''Mommy menginjinkan aku tinggal..itu artinya dia menerimaku..asal aku bisa menyesuaikan diri...Nayla menghela nafasnya ia menggenggam tangan Nathan dengan erat..kau harus lebih banyak memberi perhatian pada Mommy, biar bagaimana pun susah bagi seorang ibu melepas anak lelaki satu-satunya untuk menikah...aku paham rasa cemburu itu Nathan jadi tolong bantu aku...dan nanti di depan Mommy kita jangan bersikap mesra..karna sekarang aku dalam masa training...''pinta Nayla setenga berbisik..


''Mengapa kau harus berbisik sih..''


''Karna aku tak ingin membuat keributan Mommy bilang dia ingin ketenangan..jadi bagaimana kalau kita bekerja sama..''tatap Nayla penuh harap.


Hati Nathan begitu bahagia..dia memang tidak salah pilih, Nayla tidak hanya baik namun dia punya hati yang lembut dan mendahulukan kepentingan orang lain di banding dirinya sendiri...pria itu mengangguk patuh..


''Aku akan melakukan apapun yang kau mau Nayla...terimakasih mau berjuang bersamaku...''


Nayla mengangguk sambil tersenyum meski..hal yang sedikit mengganjal adalah soal kehamilannya..Nayla sedikit takut dengan persyaratan nomor satu itu..kalau syarat dua dan tiga dia mudah menyesuaikan karna sebelumnya dia adalah sekretaris Almarhum tuan Aksa..jadi sedikit banyak dia sudah berpengalaman menghadapi orang banyak...


''Baiklah bagaimana kalau kita memindahkan barang-barang mu sekarang..'' ajak Nathan..


''Yah...ide bagus..''balas Nayla tersenyum..


Sementara di dalam kamar...


Amanda duduk di depan meja riasnya, memperhatikan wajahnya yang sedari tadi meneteskan airmatanya..hari ini berbeda..dia terbangun dengan memimpikan tentang Aksa...dalam mimpinya Aksa hanya menatapnya dari jauh dengan wajah sedih...


Ah.....mengapa dada Amanda terasa sesak kali ini..wanita itu menunduk, membuka laci meja riasnya dan mengambil kalung dan cincin pemberian Aksa ketika mereka menikah..pernikahan terkilat...semuanya serba cepat..mereka bahkan tidak punya waktu mengenal lebih dalam...lalu rentang kematian Aksa yang terlalu cepat bahkan di depan matanya...rasa trauma itu kembali lagi menghantam Amanda hingga dia menjadi sedih luar biasa..penyesalan demi penyesalamn terus datang, seandainya dia mau luluh sedikit mungkin mereka punya banyak kenangan yang tak pernah akan di lewatkan..jika dia bisa sedikit menurunkan ego..


''Aksa....aku merindukanmu..bagaimana kalau kita bicara lagi..kau bilang akan menghadapi orang tuaku...tapi....'


Airmata Amanda jatuh ketika sadar kalau sampai saat ini tak satupun keluarganya yang tau kalau dirinya sudah pernah menikah dan sekarang menjadi seorang janda...


Nathan dan Nayla dan Zayden..hanya mereka yang tau...


Tak lama berselang...kamarnya di ketuk pelan..gadis itu menoleh dan mengerutkan kening...bukankah sudah lewat makan malam...ada apa lagi..?


Amanda segera menyembunyikann kalung dan cincin pemberian Aksa..lalu melangkah menuju pintu..


Ceklek........

__ADS_1


Seorang pelayan menunduk di hadapannya...


''Ada apa....'


''Tuan besar dan nyonya ingin, nona Amanda ke ruang keluarga sekarang..''


''Apakah ada masalah...''


Pelayan itu menggeleng..


''Aku tidak tau nona Amanda...''


''Baiklah...apakah ada orang lain selain orang tuaku...''


''Ada tuan Mattew dan seorang pria lagi aku tidak tau nona..''


Amanda semakin penasaran di buatnya..siapa malam-malam begini yang datang...mengumpulkan keluarga intinya...astaga dia sudah berganti dengan gaun tidur...


''Baiklah katakan aku sedang bersiap..aku akan turun sebentar lagi..''


''Baik nona Amanda..''


Pintu kembali di tutup dan hal itu cukup membuat Amanda resah, segera dia menuju lemari dan mengambil pakaian yang sopan..karna ada orang lain selain keluarganya...


Amanda lalu melangkah keluar dari kamarnya menuju lift dan turun dari sana...ketika sampai di lantai bawah...pelayan segera menghampirinya dan mengatakan untuk cepat masuk ke dalam ruangan..


Amanda pun hanya patuh dan mendekati pintu...


Ceklek...


Pintu terbuka dan Amanda melangkah masuk sambil sedikit menggerutu...karna ia kesal harus turun lagi..


''Ada apa sih...Mommy dan Daddy....''


Amanda membalikan tubuhnya namun, wajahnya berubah merah padam ketika dia menyadari bukan hanya ada orang tuanya dan kakaknya yang berada di ruangan ini namun....di depannya tampak seorang pria yang dia kenal datang bersama keluarganya...


Oh..tidak dia sudah gila...


''Ini adalah Amanda..putriku satu-satunya...''ucap Marco dengan bangga...


Amanda mengerang kesal,...pandangannya tertuju pada pria yang menatapnya dengan begitu tajam..

__ADS_1


''Kau...''desis Amanda pelan......


__ADS_2