
Amanda benar-benar terkejut melihat orang tua Zayden ada di hadapannya, mengapa dia langsung menyimpulkan mereka orang tua Zayden karna memang mereka sangat mirip..dan tatapan mereka begitu dalam kepadanya..
Ada senyuman yang membuat tubuh Amanda lemah seketika..Amanda sontak bergerak mundur, hingga berdiri di samping Daddy Marco yang hanya tersenyum..
''Maaf..Amanda tidak di beritau tentang kedatanganmu sahabatku..''ucap Marco pada Alex dan Sherin yang sama-sama tersenyum.
''Tidak masalah kami suka memberi kejutan, dan ngomong-ngomong putrimu sangat cantik...lebih cantik dari gambaran Zayden...''ucap Alex tersenyum sambil melirik Zayden yang tampak malu..
Amanda melirik Zayden kemudian ayahnya yang sangat mirip...mereka seperti kembar beda usia..
''Amanda..beri salam pada paman Alex dan bibi Sherin..''ucap Serena dengan ramah..
Amanda pun menurut lalu memberi salam pada mereka..
''Maaf...aku tidak tau kedatangan paman dan bibi, aku hanya memakai baju tidur...aku minta maaf jika ini tidak sopan.''ucap Amanda berbisik pelan..
Sherin menganggukan kepalanya..
''Tidak apa-apa sayang...sikapmu sangat manis Amanda..kau sangat mirip dengan Mommy mu..''puji Sherin melirik Serena yang tersenyum malu..
''Baiklah...para pria akan kalah jika sudah menyangkut anak.''ucap Marco menyerah..
Mereka tertawa pelan..
''Duduklah di dekat Zayden karna ada yang akan Daddy bicarakan pada kalian berdua...'' ucap Marco dengan aura ketegasan di wajahnya hingga mau tak mau Amanda menurut padahal biasanya dia akan merengek..namun kali ini Amanda tidak berkutik...
Amanda pun menganggukan kepalanya patuh lalu melangkah mendekati Zayden yang tersenyum kepadanya lalu duduk di sebelahnya dengan kerutan di dahinya..ada apa ini mengapa perasaannya tidak enak.
''Jadi Zayden katakan lah apa yang ingin kau katakan pada kami semua terutama Amanda..''ucap Marco memberi kesempatan..
Zayden pun tersenyum lalu menatap Amanda sekilas yang mulai takut dengan apa yang akan dia sampaikan..
''Jadi begini...aku datang kemari karna aku jatuh cinta pada Amanda dan ingin melamarnya..''
Deg!!!
Betapa terkejutnya Amanda mendengar ucapan Zayden yang mengarah kepadanya...Zayden tampak benar-benar serius dengan ucapannya hingga membuat wajah Amanda memucat..
''Apa...''suara Amanda tercekat di tenggorokannya..
Sherin menatap Amanda dengan pandangan yang dalam..
__ADS_1
''Amanda..jangan terkejut sayang, bibi tau kalau kedatangan kami mengejutkan mu tapi percayalah..lamaran ini sudah di ketahui orang tuamu..''
''Kami ingin memberi kejutan kepadamu Amanda..''sambung sang Mommy Serena dengan senyuman di wajahnya.
Amanda merasa seperti di jebak untuk kedua kalinya dia menatap Zayden dengan tatapan tajam..
''Maaf...tapi aku perlu berbicara berdua dengan Zayden..bisakah memberi kami waktu berdua..''ucap Amanda memohon..
''Tentu saja..bagaimana kalau besok saja kita mengadakan pertemuan ini dengan makan malam keluarga besar kita..''saran Serena pada Sherin yang adalah sahabatnya..
''Tentu saja...kami akan istirahat di rumah Syakira dan Rive..''
''Yah..tentu saja..jadi untuk kalian berdua..silahkan pergi berdua malam ini untuk berdiskusi...kami akan menunggu hasilnya..'' ucap Alex menambahkan..
Amanda hanya tersenyum pasrah sambil berpamitan pada kedua orang tua mereka, gadis itu melangkah keluar di ikuti Zayden di belakangnya..keduanya melangkah ke arah mobil..sementara wajah Amanda seperti ingin menangis saja.
ia lebih dahulu masuk ke mobil dan di ikuti Zayden...
mereka meninggalkan rumah....
*******
''Apa yang kau lakukan Zayden..apa kau sudah gila dengan membawa orang tuaku..'' jerit Amanda tidak terkendali..
''Kita akan bicara di tempatku Amanda...''desis Zayden tegas..
Namun bagi Amanda dia tak bisa menunggu, mengapa Zayden membuat keputusan seenaknya tanpa melibatkan dirinya bukankah pernikahan seharusnya melibatkan dua belah pihak..bukan salah satu saja...?
''Aku tidak mau kemanapun apalagi ke tempatmu Zayden berhentilah sekarang kita hanya perlu bicara lalu pulang..''ucap Amanda keras..
Zayden malah semakin melajukan kendaraannya membelah malam sementara Amanda mulai gusar karna pria ini tak mau mendengarkan dirinya...hingga Amanda akhirnya mengalah...dan diam saja...airmatanya sudah mengalir atas keputusan mendadak yang di buat Zayden..seperti mimpi Zayden benar-benar melamarnya di hadapan orang tuanya...dan hal itu cukup untuk melumpuhkan Amanda..dia tidak bisa menghindar...
Bagaimana ini...bagaimana hati dan perasaannya untuk Aksa...bagaimana....??
Tak berapa lama kemudian mobil milik Zayden memasuki sebuah gerbang yang cukup luas dan akhirnya menepikan mobilnya di garasi..
Amanda memutar pandangannya ke segala arah....menyadari dia berada di sebuah rumah megah dan mewah....rumah siapa ini..mengapa Zayden penuh dengan kejutan untuknya...?
''Ayo masuk Amanda....''ucap Zayden melangkah di depannya..
Amanda tampak ragu namun akhirnya dia pun melangkah mengikuti langkah Zayden di depannya hingga masuk ke dalam ruang tamu...langkah Amanda terhenti ketika melihat sebuah foto miliknya dalam ukuran besar terpaku di tengah ruangan..yang Amanda tau foto itu tak pernah dia perlihatkan pada siapapun selain orang rumah...foto yang sama juga ada di kamarnya...lalu dari mana Zayden mendapatkan fotonya...apakah salah satu pelayannya..tidak mungkin bukan..karna para pelayannya tidak tau tempat penyimpanan dokumen pribadi mereka...
__ADS_1
''Aku mendapatkan fotomu dari Mommy Serena..''
Amanda menoleh kepada pria itu dengan mata berkaca-kaca..
''Kau bergerak sangat cepat Zayden bahkan aku tidak menyadarinya kau sangat licik...dan rumah siapa ini.''
''Aku licik..apa kau tidak salah bicara..ini adalah rumah kita di masa depan setelah kau menikah denganku.''
''Jangan lupa Zayden...aku tidak mau menikah denganmu tidak...''
''Dan kau pikir aku menyerah Amanda....aku sudah sejauh ini dan pantang bagiku untuk melepasmu....kau lihat ini Amanda..rumah ini adalah rumah kita setelah menikah nanti...aku telah mempersiapkan ini dengan cepat Amanda..''
Amanda memijit pelipisnya ia merasa benar-benar frustasi kali ini..
''Kau liat rumah ini Amanda..bagaimana menurutmu...bagus bukan...di lantai dua adalah kamar kita sekaligus kamar anak-anak...jika kita menikah..''
''Zayden bagaimana kalau kita melupakan tentang pernikahan kita apa kau benar-benar serius tentang hal ini...aku tidak mencintaimu dan aku ragu kau mencintaiku secepat ini Zayden..lagi pula...aku seorang...''
''Berhenti menyebut kata itu Amanda bagaimana pun aku tidak akan mundur...aku sudah membawa orang tuaku itu artinya kita akan tetap menikah.''
''Aku tidak mau...dan kau tidak bisa memaksaku Zayden..'' rintih Amanda memohon.
''Aku bisa dan aku akan memaksamu Amanda...apa kau dengar itu.'' desis Zayden penuh penekanan..
Amanda menggeleng...
''Percuma kita bicara...aku akan membatalkan ini semua Zayden...''
Amanda melangkah keluar dari rumah besar itu dan menuju mobil sementara Zayden begitu marah....ia melangkah mengikuti Amanda dan mencegahnya masuk ke mobil...
''Zayden lepaskan aku...''
''Kau tak bisa pergi kemanapun..''
''Mengapa aku tak bisa....ini hidupku ini masa depanku Zayden..dan aku tak akan mengijinkanmu untuk mengacaukannya..''
Ketika Amanda kembali membuka pintu mobil disanalah Zayden menutup pintu itu dengan keras..
''Sudah ku bilang kau tidak bisa pergi Amanda....''
Amanda menghela nafas begitu ketakutan...
__ADS_1
''Zayden...''