Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Hidup Nala


__ADS_3

Nala menghidupkan mesin mobil dan menghantarkan tubuh Aksa yang pingsan menuju tempat yang telah dia janjikan, sementara tubuh Aksa di ikat dan di baringkan di tempat duduk penumpang, pria itu masih menutup matanya.


Nala menerima telp di perjalanan dan mengabarkan kalau dia sudah mengamankan Aksa.


Nala : Tenang saja Amanda, aku mohon jangan memikirkan tentang Aksa lagi dia sudah aman, paman tak akan pernah menemukannya kali ini.


Amanda : Bagus, Nala terimakasih apa semua baik-baik saja.


Nala : Yah...aku baik tenang saja yang terpenting aku tau kalau kau sudah tidak mencintai Aksa lagi, tetaplah di samping pamanku karna hanya kau yang bisa menenangkan dirinya.


Amanda : Yah...aku mengandung anaknya Nala, aku akan tetap ada di sisihnya tenang saja.


Nala : Aku bisa tenang sekarang Amanda, baiklah sampai jumpa.

__ADS_1


Nala memutuskan sambungan telp, lalu menginjak gas dia harus cepat sampai sebelum Aksa terbangun, hingga beberapa blok lagi dia sampai di sebuah gang yang ia janjikan, disaat yang sama mata Aksa terbuka dia mendengar semuanya bagaimana pembicaraan Nala dan juga Amanda di telp dan tentang bagaimana Amanda sudah tak lagi mencintainya dan Aksa yakin itu karna kehamilan paksa, dan semua yang terjadi adalah karna keluarga Steward.


Dan gadis ini telah menabuh genderang perang dengan dirinya, Aksa masih berpura-pura pingsan sampai Nala keluar dari dalam mobil, Aksa masih bisa melihat bagaimana Nala berhambur memeluk seseorang yang dia kenal siapa lagi kalau bukan kembarannya.


Arron.....jemari Aksa mengepal penuh dendam, jadi mereka semua bersekongkol untuk menghancurkannya begitu.


Arron...mengapa Nala bisa mengenal Arron, Aksa sungguh tak mengerti mengapa mereka bisa terlibat namun rasa dendam Aksa semakin besar,


ia kembali harus berpura-pura untuk memastikan kalau mereka tidak curiga dia terbangun.


''Apa kabarmu Nala.''tatap Arron dengan senyuman di wajahnya.


Mereka saling memandang dengan senyuman akrab yang sudah lama tidak di lihatnya.

__ADS_1


''Aksa tertidur di dalam, jadi aku akan pulang sekarang.''ucap Nala dengan senyuman kaku.


Namun ketika dia berbalik, langkahnya tertahan ketika Arron menahan lengannya pria itu menatap mata Nala yang terlihat berbinar.


''Besok malam aku akan mengantar Aksa ke kapal yang menuju luar negri...bagaimana kalau setelah itu kita bertemu Nala...aku ingin bicara denganmu.'' ucap Arron dengan tatapan penuh harap.


Nala pun akhirnya mengangguk tersenyum,


''Tentu saja Arron...bagaimana kalau aku memberikan nomor ponselku.''


''Baiklah.''


Sementara Aksa mendengar jelas bagaimana mereka bicara dan pria itu tak mampu menahan geram..

__ADS_1


Aksa tersenyum dingin....


__ADS_2