Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Bertemu


__ADS_3

Amanda mengurung dirinya seharian ini di dalam kamar, dia tidak kembali ke kampus setelah apa yang dia alami..wanita muda itu sudah bertekat untuk pulang kembali ke kotanya, kebetulan sedang ada libur akhir tahun..ini kesempatannnya untuk kembali kepada orang tuanya. Setelah apa yang terjadi Amanda pikir ini adalah waktu yang tepat untuknya...ia sudah terlalu sakit hati dan takut berada di tempat ini..sangat mengerikan untuknya...Amanda sudah memberitahu Mommy nya tentang rencana kepulangannya dalam waktu dekat..


Ketika ia sedang tiduran di kamar, telp masuk dari Nathan.


Nathan : Hallo...


Amanda : Haii...Nathan..


Nathan : Kau dimana...aku dan Nayla baru saja kembali dan tidak menemukan Molly apakah kau sudah menyelesaikan kuliahmu Amanda,...


Amanda : Nathan....aku ingin bertanya sesuatu...


Nathan : Suara mu tampak serak...ada apa Amanda..


Amanda berpikir sebentar, apakah pria itu benar adalah paman Nathan yang masuk ke kamarnya atau mungkin penyusup yang masuk kesana...karna jika paman, selama ini Amanda tak pernah tau siapa paman Nathan...Amanda memejamkan matanya, ataukah pria itu mungkin adalah musuh Aksa atau Arron yang mengincarnya, mereka menyangka kalau Amanda tinggal di tempat Nathan dan menyusup kesana untuk menyakitinya..mata Amanda menjadi panas..Zayden Steward bahkan dia menyebut namanya dengan jelas.


Nathan : Amanda....mengapa kau diam saja...apa yang terjadi...apa yang ingin kau tanyakan padaku.


Amanda : Nathan...tidak, apakah seseorang sedang mengunjungimu...


Nathan : Sebenarnya seseorang namun aku pikir dia adalah...


Amanda : Sudahlah lupakan saja..


Nathan : Jika kau ketakutan kemarilah, kau bisa tidur dengan Nayla...


Amanda : Baiklah..sebenarnya aku ingin bicara kepada kalian malam ini...aku mungkin akan pulang besok pagi.


Nathan : Apa....mengapa kau ingin pulang, ayo cepat kemari dan ceritakan semuanya..??


Amanda : Baiklah.....aku akan mandi dulu..


***********


Ketika Nathan dan Nayla sedang mengeluarkan makanan yang mereka beli dari kantong plastik, ada bel di pintu kamar hingga keduanya saling menatap...


''Itu pasti pamanku..sayang, bisakah kau tolong buka pintu...''


'Baiklah...''balas Nayla lalu mencuci tangan dan melangkah ke arah pintu dan..


Ceklek...


Nayla membeku melihat seorang pria dewasa menatapnya dengan tajam..


''Paman Zayden..''sapa Nayla dengan lembut..


Zayden membeku..ketika menemukan seorang gadis lain yang berdiri dengan senyuman manis kepadanya, bukan karna dia terpana tidak...bukan karna itu namun..siapa gadis ini bukankah Zayden telah menghukumnya tadi siang..


Pria itu tampak sedikit kaku...


''Ayo masuk paman Zayden....Nathan sudah menunggu di dalam..''sapa Nayla lalu melangkah lebih dahulu dan memberi isyarat pada Nathan untuk menyambut pamannya..


Mau tak mau Zayden melangkah masuk meski hatinya di liputi sejuta pertanyaan..siapa gadis lembut ini..apakah ini adalah kekasih Nathan yang lain, lalu tadi siang...

__ADS_1


Siapa...?


Nathan tak bisa mengatakan apapun selain menyimpan semua pertanyaan di kepalanya seorang diri...


pria itu melangkah melewati ruang tamu dan menemukan Nathan sedang menyiapkan makanan di meja makan bersama gadis tadi..mereka terlihat mesra..


''Paman...aku senang melihat paman lagi..''ucap Nathan mendekati sang paman dan memeluknya.


Zayden menepuk bahu Nathan dengan kerutan di dahinya, mau tak mau sosok gadis tadi mulai muncul di dalam kepalanya..


''Paman Zayden kenalkan ini adalah Nayla dia kekasih yang aku maksud tadi..''


Deg!!!!


Zayden terkejut ketika dengan ramah Nayla mengulurkan tangannya..


''Paman..aku memang gadis yang tak punya apapun bahkan tidak bisa di bandingkan dengan keluarga besar Steward tapi.....aku berjanji tak akan merebut siapapun dan akan mencinta keponakan paman dengan sepenuh hatiku...''ucap Nayla dengan suara serak..


Lalu siapa gadis tadi yang berada di apartemen milik Nathan..sialnya Zayden tidak tau namanya..karna dia terlalu marah...


''Paman Zayden...apa yang paman pikirkan, apakah sesuatu terjadi dengan paman.''tanya Nathan terlihat khawatir karna paman Zayden bahkan tidak membalas uluran tangan Nayla.


''Ah...maaf..paman hanya sedang teringat sesuatu..jadi kau adalah benar kekasih keponakanku..''tanya Zayden selidik.


''Yah...paman...Nayla adalah gadis yang aku ceritakan pada paman...''ucap Nathan antusias.


Sementara itu pandangan Zayden teramat dalam dia menatap Nayla yang memang terlihat tulus...namun entah mengapa dia malah teringat dengan gadis tadi siang yang telah dia renggut kehormatanya sebagai seorang wanita..apalagi dia bilang dengan tegas kalau dia sudah pernah menikah..


''Paman tau kalau kalian saling mencintai namun jangan lupa kalau restu orang tua adalah hal yang paling penting..''


''Aku tau aku tak akan di terima, gadis yatim piatu sepertiku..''


''Mungkin kau hanya perlu memenangkan hati kakak ku.''sambung Zayden tersenyum..


Nayla mengangguk dengan mata berbinar dia teramat senang mendapat dukungan dari paman Nathan setidaknya dia memiliki kekuatan sekarang..


Mereka pun duduk...


''Aku akan melihat Amanda sebentar lalu kita akan makan malam bersama..''ucap Nayla dengan senyuman sumringah.


''Amanda...''ucap Zayden mengerutkan kening..


''Dia adalah adik ipar kak Ana...''ucap Zayden memberi penjelasan..


Zayden mengangguk...ketika Nayla keluar dia menatap Nathan dengan penasaran..


''Apakah kau tidak punya gadis yang lain..''


Keduanya bertatapan...


''Aku tau paman sedang patah hati karna penghianatan bibi Caroline tapi...apakah paman ingin aku mencarikan seseorang......''


''Apa yang kau pikirkan..''teriak Zayden tak terima..

__ADS_1


''Lalu....''


Zayden menyadarkan tubuhnya sambil memijit pelipisnya dia tampak berpikir...


''Apakah kau benar-benar serius hanya Nayla kekasihmu...''


''Yah aku serius...gadis yang aku bicarakan pada paman adalah benar Nayla...''


Zayden menghela nafas...


''Apa kau membiarkan beberapa wanita asing masuk begitu saja di apartemenmu..''


''Aku tidak mengerti maksud paman...apakah paman melihat seseorang yang lain di dalam apartemenku..''


''Aku tak yakin tapi Zayden...aku hanya ingin tau..''


''Tidak...aku paling menjaga privasiku jadi tak sembarang orang akan tau tempat ini...selain Amanda dan Nayla..'


Lagi-lagi Amanda yang di bicarakan Nathan..dan hal itu cukup membuat Zayden penasaran siapakah Amanda sebenarnya tapi jika dia gadis tadi siang itu tidak mungkin..dia adik ipar Ana itu artinya dia belum menikah dan masih sangat muda..


Tapi wanita yang dia sentuh tadi juga masih muda....semua pikiran itu mulai berputar di kepala Zayden..


''Paman...rencanaku adalah pulang ke rumah dengan membawa Nayla..bagaimana menurut paman..''


''Mommy mu sangat marah bahkan tidak mau di pertemukan dengan wanita yang kau cintai..''


''Amanda juga akan pulang, dan Mommy luluh jika Amanda ada di dekatnya jadi aku bisa meminta Amanda untuk ikut membujuk Mommy...dan paman harus ikut aku...''ucap Nathan membujuk..


''Paman masih ada pekerjaan Nathan mungkin nanti paman akan menyusul..''jawab Zayden tegas,..


''Baiklah...aku akan mandi sementara paman tunggu sebentar...Nayla dan Aman akan segera kemari aku akan mengenalkan paman dengannya.''


''Baiklah...''


Tak lama kemudian pintu apartemen terbuka...seekor anjing kecil lebih dahulu masuk dan membuat Amanda cemas..dia terlalu kecil jadi Amanda takut kalau Molly akan terluka..


Gadis cantik itu menarik koper bersamanya di ikuti Nayla di belakangnya..


besok rencananya mereka akan pulang bersama ke kota..


Guk..gug..gug....


Amanda dan Nayla saling menatap, biasanya Molly tidak akan se agresif ini...


''Molly...jangan nakal..''


Amanda berlari lebih dahulu karna rasa khawatirnya dan menghentikan langkahnya ketika dia sampai di depan seorang pria dewasa yang menatapnya tajam..pria itu menggenggam Molly di tangannya...


Zayden dan Amanda saling menatap tajam,..


''Kau.......'' suara Zayden terputus dramatis...


__ADS_1


__ADS_2