
Sebulan setelah kematian Aksa membuat hidup Amanda berubah drastis..ia menjadi penyendiri dan murung, hal itu cukup meresahkan untuk Nathan hingga dia mulai berpikir untuk memberitahu keluarga besar mereka tentang apa yang terjadi....karna melihat kondisi Amanda membuat ia tidak tega..
''Makanlah walau sedikit Amanda..''bisik Nayla membujuk..
Karna keadaan Amanda yang masih syok, Nayla akhirnya menemani gadis itu di apartemen..
''Tidak...aku masih belum lapar...oh ini kesalahanku bukan...jika saja aku tidak bersikap egois pada Aksa..mungkin dalam pernikahan kami dia akan bahagia...''airmata Amanda kembali mengalir deras, dalam penyesalannya..
''Amanda jangan menyalahkan dirimu..''bujuk Nayla lembut.
''Semua sudah takdir dan kau memang bersikap benar...siapa yang akan terima dengan pernikahan paksa yang tiba-tiba...''
''Entah bagaimana Aksa sekarang, apakah dia kedinginan atau menderita..bagaimana keadaannya..''
''Dia sudah tenang di sana Amanda..''
Kali ini Nathan mendekati Amanda dan duduk di depannya.
''Jangan terus berduka..semua orang akan mati..''
''Tapi jika aku..''
''Bagaimana kalau kita pulang saja...mungkin berada dekat dengan orang tua kau akan lebih baik..''
Amanda terdiam cukup lama..
''Bagaimana kalau mereka tau aku sudah menikah, dan suamiku meninggal...''
''Mungkin ini saatnya mereka tau Amanda....lagi pula ini semua adalah bukan kesalahanmu tapi keadaan..''
''Tidak...aku tak ingin pulang dan menambah beban bagi keluarga ku Nathan...tidak...aku ingin semua administrasiku bisa di perbaharui...aku tak akan kembali dengan statusku seperti ini...aku hanya butuh waktu dalam masa duka ini..''
Nathan mengangguk lega..dia melirik Nayla yang masih setia mendampingi Amanda..betapa beruntungnya Nathan mendapatkan seorang gadis yang luar biasa baik..meski mereka harus menghadapi badai besar tentang restu orang tua karna Mommy Syakira tak akan mudah menerima Nayla..sebaik apapun dia...
''Aku senang mendengarnya Amanda...oya...aku punya hadiah untukmu...dia akan menemanimu sebagai penjagamu yang baru..'' ucap Nayla menggenggam tangan Nayla..
Wanita muda itu menoleh..ke arah pintu, ia mengerutkan kening ketika Nayla bangkit dari tempat duduknya, lalu melangkah ke arah pintu membukanya mengambil sebuah kotak berwarna coklat yang tidak terlalu besar lalu mengucapkan terimakasih pada pengantar paket itu lalu menutup pintu.
Nayla melangkah percaya diri mendekati Amanda, dia yakin sekali hadiah ini akan membuat Nayla bahagia dan melupakan rasa sedihnya..
''Apa ini...''
''Hadiah...''sambung Nayla melirik Nathan yang ikut tersenyum mereka berdua membelinya tadi siang.
''Hadiah apa..''senyum Amanda mengembang sempurna, dia penasaran apa yang ada dalam kotak itu.
__ADS_1
''Bukalah....''
''Baik...''
Amanda lalu meraih kotak itu dan membuka pita berwarna putih dengan perasaan berdebar..lalu membuka kotak itu..
Dan....
Amanda terbelalak melihat seekor anak anjing yang lucu, dia teramat mungil dengan warna coklat terang dia bahkan bisa masuk di dalam gelas Amanda, anjing ini seperti bati yang lucu...dia menatap Amanda seperti menatap induknya..
''Awww....lucu sekali..''jerit Amanda hampir histeris..
Nathan dan Nayla lagi-lagi menatap penuh rasa syukur...yah..sudah berbagai cara mereka berusaha untuk membuat Amanda kembali ceria namun tak berhasil, lalu ketika berjalan di taman..tak sengaja Nayla melihat seorang anak kecil yang menangis lalu ibunya datang membawa hadiah seekor anak anjing kecil mungil bahkan sangat mungkin dan dia bisa di bawa kemanapun. dan anak yang menangis tadi langsung ceria..
Nayla lalu mengatakan ide itu pada Nathan dan pria itu setuju mereka berdua lalu bergegas memesan anjing yang sama..dan ketika melihat Amanda jatuh cinta pada anjingnya membuat mereka berdua menjadi lega luar biasa...bagaimana tidak..mereka kembali menemukan senyum ceria di wajah Amanda...bukan berarti meminta Amanda melupakan Aksa tapi..hidup terus berjalan..jika Amanda tidak segera bangkit maka masa depannya akan hancur..dan orang tua Amanda akan kecewa.
''Apa kau suka..''
''Yah....astaga dia lucu sekali..''jerit Amanda memeluk anak anjingnya dengan sayang..
''Bagus..mulai sekarang dia temanmu, jadi Amanda karna ukurannya sangat kecil kau harus memberi perhatian ekstra padanya..''
''Bagaimana kalau aku pergi kuliah...''
''Yah....aku lupa ada Nayla dirumahku, jadi Nayla jika aku pergi kau harus menjaga bayiku..''
''Bayi...''ulang Nayla..
''Yah...anak anjing ini adalah bayiku...''jerit Amanda mengingatkan.
''Baiklah..tapi dia harus di beri nama...''
''Molly saja..namanya Molly...''
Amanda tak henti mencium anjing itu dengan gemas..
''Apa kau merasa lebih baik sekarang Amanda..''lirik Nathan penuh harap..
''Yah..dia adalah obatku sekarang...jadi aku tak pernah merasa lebih baik dari ini.''
''Bagus...aku lega rasanya...''ucap Nathan di ikuti senyum Nayla yang sama lega nya..
Amanda sangat cantik ketika tersenyum jadi melihat senyumnya sekarang membuat Nayla dan Nathan bahagia...
__ADS_1
''Bagus.....karna kau sudah menjadi lebih baik maka aku dan Nayla harus pergi ke apartemen Nayla sebentar.''
''Tapi...bagaimana kalau aku pergi kuliah..siapa yang akan menjaga Molly..''
''Ah...kau simpan saja dia di apartemenku, lagi pula aku dan Nayla tidak lama kok...''ucap Nathan tersenyum.
''Baiklah lagi pula aku akan kuliah di sore hari kok...apa kalian akan lama..'' tanya Amanda penasaran..
Nathan dan Nayla saling menatap,
''Kami akan kembali malam nanti karna pamanku akan datang, jangan makan malam karna aku dan Nayla akan sekalian membeli makan malam...setelah selesai pulang kuliah langsung saja ke apartemenku..''pesan Nathan tegas..
''Yah..baiklah, hati-hati dan terimakasih atas hadiahnya..''
''Tentu...kami mencintaimu Amanda...''jerit Nayla melambaikan tangannya..
Amanda bahagia menyadari Nathan tidak salah memilih seorang wanita, Nayla adalah pasangan yang baik untuknya..
Guk..guk...
''Hey...bayiku...kau merindukan Mommy yah...''jerit Amanda kembali mencium anjing lucu itu..
''Bagaimana kalau kita main sebelum Mommy kuliah..''
Amanda tak berhenti tersenyum,...
Molly adalah anjing yang lucu dan tak henti membuat Amanda terhibur...tanpa sadar ia mulai kembali senyum, dan tak lagi bersedih..hal itu cukup membuat Amanda senang..
***********
Sore hari tiba....
Amanda sudah siap untuk berangkat kuliah, dan Molly sudah tidur di lengan Amanda saking kecilnya dia,..ia membuka pintu kamar dan melangkah menuju pintu apartement milik Nathan dan membuka pintu disana...
Amanda lantas masuk namun baru saja dia menutup pintu di belakangnya, Amanda langsung di sergap dengan cepat...ia meronta sekuat tenaga..
''Lepaskan aku....''
''Diam....apakah kau gadis yang telah membuat keponakanku melawan kakakku..''
''Tidak...lepas kau salah paham..siapa kau..''
''Aku Zayden Steward...ikut aku sekarang..''
Amanda menjerit namun sia-sia,...
__ADS_1
Siapakah dia Zayden Steward..? Batin Amanda gemetar...