Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Tolong Lupakan Aku


__ADS_3

Amanda berdebar ketika bibir Aksa hampir menyentuh bibirnya, wanita itu memalingkan wajahnya menghindar dari bibir Aksa yang mungkin akan menciumnya, matanya berkaca-kaca menahan perasaannya wanita itu menundukan kepalanya sementara kedua jemarinya menahan dada Aksa yang ingin merapat memeluknya.


''Tidak...ini tidak benar Aksa, aku sudah menikah.''


''Pernikahanmu tidak sah Amanda, kau adalah milikku.''


''Tidak....ayo hentikan semua ini Aksa, lupakan aku dan hiduplah yang baru aku yakin kau bisa mendapatkan..........''


Kata-kata Amanda terputus ketika Aksa dengan marah kembali meraih tubuh Amanda mendekat kepadanyam sinar mata Aksa begitu tajam, pria itu menggertakan giginya.


''Apa maksudmu, kau memintaku mencari wanita lain sedangkan aku punya istri.''


''Aksa apa yang kau harapkan sekarang, semuanya sudah terlambat..aku sudah menikah.''


''Aku sudah bilang pernikahanmu tidak sah dan aku akan menuntut.''


''Kau sudah gila Aksa, sadarlah hubungan kita sudah tidak seperti dahulu lagi, kau dan aku...kita tak bisa berbuat apapun apa kau mengerti, aku sudah menjadi nyonya Zayden Steward pernikahanku sah dan kau bahkan sudah di nyatakan meninggal kau tak bisa menuntut apapun karna kau yang salah, seharusnya kau memberitahuku istrimu tapi kau malah membiarkan aku terluka karna menangisimu...Aksa aku mohon padamu, cinta kita sudah selesai, aku harus pergi sekarang.''


Aksa menggertakan gigi ketika dia mendapatkan pernyataan menyakitkan dari Amanda, beraninya Amanda ingin pergi darinya dia pikir Aksa akan membiarkan semuanya begitu saja tidak, Amanda adalah istrinya wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta, jadi Aksa tak akan membiarkan Amanda pergi darinya,


Amanda sudah membalikan tubuhnya melangkah ke arah pintu namun di luar dugaan, lengannya di tarik cukup kuat hingga Aksa mendorong tubuh Amanda ke kembali ke pintu dan menekannya hingga Amanda tidak bisa bergerak,


Aksa sungguh tak rela kehilangan Amanda demi apapun tidak rela,


''Apa yang akan kau lakukan Aksa aku sudah menikah..jangan coba-coba.''

__ADS_1


''Akulah pemilikmu sebenarnya Amanda, apa kau dengar itu, aku bahkan tidak takut apapun.''


''Aksa..''


Amanda meronta namun terlambat ketika bibir Aksa menyentuh paksa bibirnya dan melum**nya dengan panas, untuk sesaat Amanda mulai lemah, bagaimana pun Aksa adalah pria yang paling berarti untuk dirinya, Amanda belum sepenuhnya melupakan Aksa ada sedikit kerinduan yang mengalir dan membekukan otak Amanda meski hanya dalam hitungan menit hingga dia lupa siapa dirinya,


Aksa merasa puas ketika Amanda tidak lagi meronta, bibirnya kembali mencecap, menggilas dan menikmati kemanisan bibi Amanda yang begitu indah, sampai bibir Aksa menjalar turun ke leher Amanda wanita itu bahkan masih memejamkan matanya, namun ketika bibir Aksa mulai menapaki pa yu da ra nya, Amanda sontak membuka mata dan mendorong tubuh Aksa cukup keras,


Hingga pria itu terdorong ke belakang dengan hasrat yang masih di awan, nafas keduanya memburu, Amanda segera memperbaiki riasannya yang rusak karna ciuman panas Aksa yang terlalu dalam kepadanya, nafas mereka masih terengah-engah menahan dirinya.


''Cukup Aksa, ini adalah ciuman terakhir kita dan aku harap kau benar-benar menyerah sekarang karna kita benar-benar sudah berakhir sekarang.''


''Amanda.''tatap Aksa tak rela ciuman mereka terlepas dengan paksa padahal Aksa sudah rindu sekali, mengapa Amanda tidak mengerti perasaannya.


''Bisakah kau mengerti aku Aksa, semua yang terjadi adalah kesalahanmu dan aku tak akan pernah bisa kembali kepadamu, kisah kita sudah selesai.''desis Amanda tajam.


Amanda tersenyum dingin.


''Terserah padamu Aksa, aku sama sekali tidak perduli.'' ucap Amanda dengan ketegasan di wajahnya.


Amanda lalu menghapus bekas ciuman Aksa di bibirnya lalu melangkah meninggalkan Aksa yang tidak ingin mengejarnya, pria itu masih berdiri disana dengan tatapan beku, dia tak pernah membayangkan kalau ia benar-benar kehilangan Amanda dalam waktu singkat.


Aksa menjatuhkan dirinya duduk di kursi, jemarinya terkepal di atas meja rahangnya mengeras.


''Zayden Stewar....sepertinya aku pernah mendengar tentangnya, tunggu dan lihat saja Zayden, kau akan menyerahkan Amanda kembali kepadamu cepat atau lambat karna dia adalah milikku.''desis Aksa dengan suara dingin yang menakutkan, ia kembali memejamkan matanya, jemarinya naik menyentuh permukaan bibirnya bekas ciumannya dengan Amanda yang singkat, sungguh Aksa masih sangat merindukan Amanda, ciumannya tingkah manja Amanda juga percintaan mereka, itu semua sekarang berputar di kepalanya dan cukup menyiksanya.

__ADS_1


Oh...Amanda, kau benar-benar tak akan aku lepaskan.


**********


Sementara Amanda melangkah cepat menjauhi ruangan wajahnya begitu pucat seakan melihat hantu, beberapa pelayan menyapanya namun Amanda tidak perduli, sampai dia berhenti di lorong restoran yang sepi untuk menenangkan dirinya, wanita muda itu memejamkan matanya dengan kesedihan di wajahnya, sungguh Amanda tidak pernah berpikir dia bisa bertemu kembali dengan Aksa, mantan suami..tidak mereka belum bercerai, bagaimana hidupnya sekarang, kalau Zayden tau maka dia akan marah.


Amanda lalu mengeluarkan parfum dan kembali mengharumkan tubuhnya, bekas parfum Aksa masih tertinggal ketika menciumnya tadi Amanda sungguh takut sekali.


Selama beberapa menit berada disana sampai dia merasa lebih tenang dan memasang wajah seperti biasanya agar Zayden tidak curiga kepadanya, Amanda melangkah keluar dari restoran dan melangkah melewati trotoar menuju kampus miliknya, Zayden sudah di jalan dan ia tak ingin menunggu di restoran.


Amanda melangkah dengan tatapan kosong, pikirannya sama sekali tak bisa tenang sekarang hingga dia merasa gelisah, harus bagaimana sekarang.?


Amanda berhenti dan ingin menyebrang untuk sampai di kampus dan sekali lagi dia melamun ketika sudah waktunya menyebrang sampai klakson mobil mengejutkannya.


Amanda lalu menoleh minta maaf sambil menyebrang dan sekali lagi ia kembali berhenti di tengah jalan, bagaimana kalau Aksa melakukan hal nekat dengan mendatanginya, bagaimana kalau dia berbuat nekat, Zayden akan membunuhnya karna jelas Zayden juga bukan pria yang akan rela keluarganya di ganggu apalagi dari masa lalunya.


Amanda memejamkan matanya, ketika airmatanya mengalir deras di wajahnya mengapa ini terjadi kepadanya, mengapa harus menghadapi situasi mengerikan ini di dalam hidupnya, mengapa sangat menyakitkan untuknya.


Pipph!!!


Sebuah mobil melaju kencang dari arah timur dan mengarah pada Amanda yang sedang berdiri dengan tatapan terkejut, ia mengalami serangan panik tiba-tiba, Amanda sudah di tengah jalan dan sulit untuk menghindar dari mobil yang melaju kencang.


Sampai ia pada sikap pasrah, Amanda tidak mampu bergerak dari tempatnya, sementara mobil semakin dekat,


Setelah sampai di dekat Amanda, sebuah tangan menariknya ke pinggir dan membentur dada bidang pria di depannya.

__ADS_1


''Amanda...apa kau baik-baik saja.''


Amanda memejamkan matanya ketika airmatanya menetes.


__ADS_2