
Arron menekan tubuh Nala di kursi penumpang dan masih melum** bibir Nala dengan panas,
Ruangan mobil terasa panas, ketika cumbuan Arron semakin menggila, pria itu terus dan terus mencumbu bibi Nala seakan tidak akan melihat hari esok sehingga Nala pun terlena.
Nala memejamkan matanya ketika cumbuan Arron semakin meluas turun ke leher jenjang Nala dan melumpuhkannya, mereka lepas kendali ketika Arron semakin terus menyesap Nala menyentuhnya sedang kenikmatan.
Nala terbuai ketika bibir Arron mengecup ringan permukaan pa yu da ra nya, rasanya sangat indah ketika lidah Arron mulai panas menjilatinya..tanpa sadar atasannya terbuka bebas dan Arron menikmati keindahan pa yu da ra Nala yang berada di dalam rengkuhan tangannya...
Sampai mata Nala terbuka dan menatap kenyataan kalau ciuman mereka sudah lepas kendali, mulut Arron sedang menyedap pa yu da ra nya, dan membuatnya terbuai. Seketika itu juga Nala mendorong tubuh Arron menjauh dan lalu memperbaiki pakaiannya yang sudah terbuka,
Gadis itu memejamkan matanya, apa yang sudah dia lakukan....mengapa dia menjadi liar begini.
''Nala...''suara Arron berubah parau.
''Aku harus pergi.''
Nala ingin membuka pintu mobil namun Arron kembali menariknya kali ini lebih dekat, pria itu memandang bibir Nala yang bengkak dan juga wajah Nala yang di liputi ketakutan. Sekuat tenaga pria itu menguatkan diri bahkan miliknya sudah mengeras di bawah sana dan menyakitkan sekarang karna menahan gairah.
''Apa aku menyakitimu..aku minta maaf.'
Nala berkaca-kaca, dia menggeleng.
''Aku hanya meminta waktu.'' suara Nala tercekat di tenggorokannya.
Arron mengangguk sembari ikut memperbaiki rambut Nala yang berantakan karna cumbuannya dan juga, pria itu ikut memperbaiki atasan Nala dengan lembut dan posesif sekali lagi tindakannya membuat Nala terpana, dia tidak punya pengalaman cinta dan Arron adalah cinta pertamanya jadi tentu saja Nala menjadi lemah di hadapan pria ini.
''Aku minta maaf, aku sedikit kelepasan tadi.''
''Tidak masalah.'' Nala menatap mata Arron yang terlalu tajam.
''Aku akan mengantarmu pulang,''
__ADS_1
''Aku bisa baik taksi atau memanggil supir.'ucap Nala masih gugup dan takut.
Arron mendekatkan tubuhnya...
''Nala...apa kau takut padaku.''
Nala terdiam,
''Nala.''
''Aku takut pada diriku sendiri Arron, aku takut aku lepas kendali dan menyesali besok...aku tidak seperti Amanda yang cantik dan menjadi pusat perhatian...aku gadis biasa, aku bahkan jauh dari kata seksi atau menarik...aku bukan anak yang menjadi kesayangan orang tuaku jadi Arron...aku harus berhati-hati menjaga sikapku.''airmata Nala menetes lagi.
Dan pegangan di tubuh Nala terlepas, Arron terdiam dengan pikirannya sendiri, bagaimana pun ada sesuatu di hatinya yang bergetar karna kata-kata Nala, mereka banyak persamaan.
''Nala.''
''Jangan menghancurkan hidupku Arron...aku mohon, atau aku tak akan memaafkanmu.''isak Nala dengan airmata yang mengalir deras.
Sedetik kemudian, Arron menarik tubuh Nala untuk tenggelam dalam pelukannya pria itu mendekap tubuh Nala dengan erat, ini pertama kalinya dia merasakan perasaan seorang Nala dan isi hatinya dan pria itu tersenyum ketika dia menemukan kelemahan Nala.
Nala akhirnya setuju dengan usulan Arron dengan membiarkan pria itu mengantarnya pulang sampai kerumah. meski sepanjang jalan mereka hanya diam saja satu sama lain, namun pada akhirnya Nala akhirnya sadar kalau Arron berkata benar, pria itu mengantarnya pulang sampai kerumahnya dengan selamat dan berpisah disana.
**********
2 hari kemudian,
Dava turun dari mobilnya dan melangkah mendekati kampus, dia menunggu Nala sampai jam pelajaran Nala habis, pria itu tersenyum lembut menyadari dia semakin jatuh cinta dengan Nala,
Nala yang dulu keras kepala dan mudah marah kini tidak lagi bersikap demikian, dia terlihat anggun dan semakin dewasa dan untuk itu dia tak berhenti merasa berdebar bersama Nala semakin membuat hidupnya menjadi lebih berwarna, Dava sudah meminta maaf pada Nala atas kesalah pahaman mereka dulu dan membuat hubungan mereka sedikit merenggang untuk itulah Dava datang ke kota ini demi mengejar cinta Nala kembali dan kali ini dia akan menikahi Nala apapun yang terjadi.
Tak berapa lama kemudian, Nala muncul dari arah kelasnya dan melangkah pelan, Dava mengangkat wajahnya dia menatap mata Nala yang bening dan begitu indah mendekatinya.
__ADS_1
''Dava.''
Nala menyapa dengan mata berbinar, sementara Dava membuka tangannya lebar-lebar dan mendekap gadis itu ketika bersandar di dalam pelukannya, Nala memejamkan matanya mencoba menggapai kembali perasaannya pad Dava dia tentu pernah menyukai Dava walau hanya sebatas menyukai karna memang mereka pernah menjalin hubungan.
Nala memejamkan mata ketika yang dia rasakan adalah rasa itu telah berubah menjadi hambar dan bahkan dingin, Nala mencoba untuk mencari alasan bagi hatinya untuk bertahan.
''Apa yang terjadi denganmu Nala.''bisik Dava di sela pelukannya.
''Tidak...aku hanya lelah saja, bisakah kita seperti ini sebentar saja...aku ingin memelukmu.''bisik Nala dengan suara serak.
Dava pun mengangguk, mendekap Nala dan menenangkan gadis yang teramat dia cintai.
''Entah ini perasaanku saja atau memang aku benar...sayang, apakah kau bertemu pria lain selain aku dan tanpa sadar menyerahkan hatimu.''
Deg!!!!
Kali ini Nala menarik dirinya sendiri dan menatap mata Dava yang menajam kepadanya, mereka saling menatap dalam jarak pandang yang cukup dekat hingga Dava bisa menilai setiap perubahan di wajah Nala saat ini...hatinya merasa nyeri membayangkan apa yang ada di kepalanya benar, kalau Nala sudah mencintai pria lain selain dirinya dan hati Nala sudah di miliki pria lain.
''Dava..''
''Aku tak ingin memaksamu menjawab, aku pernah melakukan kesalahan dulu tapi Nala...aku ingin kau tau kalau aku tidak menyerah sama sekali aku tidak menyerah untuk cinta kita,.''
''Dava,....jangan pikirkan apa yang ada di kepalamu.''
''Aku tak suka di bohongi Nala...katakan yang jujur apa yang ada di hatimu Nala..katakan padaku apakah, kau sudah mencintai orang lain.'' desis Dava cukup memaksa.
Tak mudah bagi Nala memutuskan dia tau jelas kalau Mommy Syakira menginginkan calon menantunya adalah Dava karna Dava putra dari sahabat Mommy bernama Maya sedangkan Arron, sejak awal Mommy sudah tidak pernah menyukai Arron karna dulu pernah ingin menikahi Amanda.
Semua masalah kini bertumpuk dan membuat Nala kacau, dia tak tak tau dimana perasaannya memillih antara Dava atau Arron.
Dia terjebak dalam perasaan nya sendiri, antara memilih kekasihnya atau pria yang dia cintai sejak lama.
__ADS_1
Hati Nala dalam kebimbangan.