
Amanda sungguh terkejut ketika mendapat tamparan keras dari ibunda Aksa, wanita yang pernah tersenyum manis kepadanya ketika ia menikah dengan Aksa sungguh membuat Amanda hancur..kini tak ada lagi jejak senyuman di wajahnya hingga Amanda merasa begitu sakit..
''Ibu...ini bukan salahku..''isak Amanda sesegukan.
''Sudah ku bilang aku bukan ibumu...entah dosa apa yang telah aku lakukan dulu hingga putraku mengalami ini....apa yang kau miliki sehingga kedua kembar ini tergila-gila padamu.....wanita itu memukul dadanya ia terlihat sangat hancur dan menangis meraung..
Semua orang ikut meneteskan airmata haru....sebagian mengerti rasa sakit ibunya namun sebagian lagi tidak setuju ketika sang ibu menyalahkan menantunya sebagai menyebab...
''Ibu maafkan aku....aku juga tidak menyangka jadi begini....aku..''
''Diam....aku dengar kau memutuskan putraku Arron lalu dia menghilang entah dimana...lalu sebagai pelampiasan kau mendekati putraku untuk membalas dendam bukan...hingga Aksa tergoda padamu dan menikahimu...kau gadis murahan yang menjijikan..''
Wanita itu hendak menampar Amanda sekali lagi namun, lengannya di cekal cukup kuat oleh seseorang dialah Nayla...yah..sedari tadi Nayla sudah menahan diri,...dia tau Nathan juga sama marahnya namun dia laki-laki masih memikirkan berulang kali untuk menghadapi seorang wanita apalagi jauh lebih tua dari mereka...
Namun kini ada Nayla..dia juga tau cerita sebenarnya jadi Nayla tak akan pernah membiarkan wanita ini mengatakan semuanya seenaknya apalagi ingin mempermalukan Amanda di tengah duka, sebenarnya Amanda bisa melawan...dia gadis yang cukup kritis namun, yang meninggal adalah suaminya..ini posisi terapuh seorang Amanda..
''Maaf ibu,....dengan tidak mengurangi rasa duka cita ibu tapi aku pikir ini terlalu berlebihan..apa kau tidak sadar kau mempersalahkan putri orang lain, dia juga punya orang tua dan jika orang tuanya tau dia di hina maka aku pikir tak ada orang tua mana pun yang akan terima..''
Nayla menghempas pegangan wanita itu dan berdiri menghadapinya..
pandangan mereka menajam dengan tatapan yang memanas...
''Siapa kau....''
''Aku adalah sekretaris tuan Aksa...aku tau semua ceritanya ibu..jangan menyalahkan Amanda atas apa yang terjadi..mungkin saatnya ibu yang mengoreksi diri..''
__ADS_1
''Astaga,......apa aku adalah pesuruh wanita licik ini....yah...kalian berdua sama saja, kalian tidak tau bagaimana menjadi aku...yang kehilangan salah satu anak..''
''Bukankah semua ini terjadi karna ibu..''
''Apa maksudmu..''wanita itu tidak terima..
''Yah...bukankah ibu yang meminta pernikahan di lakukan dengan cepat dan hal itu membuat kedua putra ibu menjadi bingung...Amanda masih harus menyelesaikan kuliahnya Arron menjadi frustrasi karna ia tidak menemukan solusi, ibu memaksa perjodohan dan dia menolak lalu pergi dan menghilang..bukannya ibu belajar dari kesalahan ibu malah membuat kesalahan semakin besar dengan memaksa Aksa untuk menikah....akhirnya Aksa yang memaksa Amanda untuk menerima pernikahan...jadi ibu..siapa yang menjadi korban sebenarnya...Amanda atau ibu..''tegas Nayla menahan geram..
Semua para pelayat yang hadir lalu mulai berbisik-bisik padahal tadi mereka ikut sedih...namun sekarang tatapan kebencian itu mengarah pada ibunda si kembar..
''Kau tak tau apa yang kau bicarakan..kau hanya orang luar..''
''Aku yang hanya orang luar saja bisa menganalisa mana yang benar dan salah mengapa ibu malah memutar balikan fakta..''
Tubuh wanita itu bergetar tidak terima...airmatanya mengalir di tambah lagi sebuah mobil tahanan berhenti dan Arron turun dari sana dengan tangan terborgol beberapa polisi mengawalnya di belakang..
Arron tampak pucat dengan tatapan kosong...dia terlihat hancur menatap makam yang masih basah....airmatanya mengalir penuh rasa sakit....
ia melangkah gontai melewati Amanda dan sang ibunda...lalu tubuhnya jatuh lemah di pinggir makam...
''Aksa.........maafkan aku, seharusnya aku merelakannya...seharusnya aku membiarkanmu bahagia....tapi lihatlah apa yang aku lakukan...Aksa..sejak kecil kau selalu mengalah, aku lah di anak baik yang menjadi kesayangan sementara kau adalah anak nakal yang tidak berperasaan..bukankah hal itu yang sering di katakan orang tua kita..
Aksa.....kau memilih menepi dengan hidupmu sendiri tanpa cinta sementara aku di penuhi cinta......
Maafkan aku Aksa.....aku minta maaf, aku selalu menginginkan yang terbaik dan lupa kalau kau juga berhak mendapatkannya...
__ADS_1
Aksa.............
Tangis Arron pecah di sana, membuat sekelilingnya menangis dalam diam, Amanda memejamkan matanya...ia sungguh tak bisa menerima semua ini..mengapa Aksa meninggalkan dirinya di saat dia akan membuka hati..
Kejadian ini sungguh menyisakan trauma tersendiri bagi Amanda...
''Arron....Arron putraku..''jerit wanita itu menangis memeluk Arron...
''Ibu....maafkan aku..''
''Oh..putraku....semua ini bukan salahmu tapi salah dia..''tunjuk wanita itu pada Amanda..
Nathan sudah tidak tahan lagi berada disana, dia tak ingin Amanda akan semakin terguncang mendengar semua cacian orang tua Aksa...
''Amanda...ayo pulang saja....''bisik Nathan pelan..
Nayla juga setuju...mereka lalu membawa Amanda pergi...dari sana...
''Ibu semua bukan salah Amanda..tolong berhenti menyalahkan orang lain..''ucap Arron dengan tatapan dingin.
''Apa...''
''Ini semua adalah kesalahanku..ini salahku...jadi jangan menyalahkan anak orang lain atas apa yang terjadi..bukankah itu sikap yang kejam..''
Arron lalu bangkit ketika waktunya telah habis...melangkah meninggalkan tempat itu dan meninggalkan sang ibunda yang hanya diam membisu..
__ADS_1
Airmatanya mengalir deras tanpa suara....sangat menyakitkan..