Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Aku Minta Maaf


__ADS_3

''Kau seorang perempuan dan biasanya tidak memakai logika di saat sedih...jadi Amanda, biarkan aku mengantarmu saja.'' sambung Zayden sedikit memaksa.


''Ayolah Amanda...paman Zayden benar...kau tidak boleh sendiri kami juga khawatir kalau begini.''ucap Nayla mendukung..


Amanda memalingkan wajahnya, mereka tidak tau kalau sebenarnya paman yang mereka kira adalah malaikat penolong justru tidak benar...Zayden adalah pria mesum yang telah menghancurkan dirinya.


''Baiklah..''balas Amanda menyerah.


Nathan sungguh sedih melihat airmata yang akan menetes di membasahi wajah Amanda..


''Paman Zayden..aku ingin bicara sesuatu.''ucap Nathan setengah memohon.


''Baiklah aku juga ingin bicara banyak hal kepadamu Nathan..''desis Zayden melirik Amanda yang membuang muka darinya..


Zayden pun bangkit dari tempat duduknya, dia menganggukan kepala dan melangkah bersama Nathan..


''Baiklah....ayo kita pergi sekarang.''


Zayden dann Nathan melangkah beriringan dan masih sempat menoleh ke arah Amanda yang menatapnya tajam...sebelum menghilang di balik pintu ruang kerja Nathan...


Kedua pria itu melangkah ke arah sofa dan duduk bersama disana...


''Apa yang ingin paman bicarakan padaku.''


''Tidak..kau bicaralah lebih dahulu Nathan......apa ini tentang Amanda.''ucap Zayden tak sabar..


''Yah...ini tentang Amanda dan aku ingin paman mendengarkan hal ini...aku benar-benar sayang pada Amanda jadi aku tak mau dia terluka.''bisik Nathan dengan senyuman skeptis..


''Baiklah ceritakan padaku sekarang Nathan..''


Nathan mengangguk patuh....


''Paman sebelum kita pulang ke rumah orang tuaku dan Amanda,...aku pikir aku perlu mengatakan hal ini kepamu..''


''Yah...katakan saja..ada apa Nathan..''


Pria itu menghela nafas...sebelum melanjutkan pembicaraannya...


''Paman...sebenarnya baik keluarga besarku atau Amanda mereka sama sekali tidak tau kalau Amanda sudah pernah menikah dan suaminya sekarang bahkan sudah meninggal.


Zayden mengangkat wajahnya ini peristiwa yang aneh baginya..


''Apa maksudmu mereka menikah tanpa restu orang tua...''


''Ceritanya panjang paman jadi aku...''


''Katakan saja..aku punya banyak waktu untuk mendengarkanmu Nathan..''


Nathan membeku sesaat.....


''Baiklah kalau begitu aku akan menceritakan segalanya kepada paman, jadi begini paman.......''

__ADS_1


Nathan mulai bercerita bagaimana awal perkenalan Amanda lalu menikah dengan Aksa sampai pria itu meninggal, Nathan menceritakan segalanya tanpa ada yang di tutupi..sampai Zayden hanya bisa terkejut dari tempat duduknya..yah...


''Aksa meninggal tepat di depan matanya, dan hal itu menyisakan trauma besar kepadanya...aku dan Nayla menjaganya agar dia tidak depresi dan setiap kali orang tuanya bicara kami selalu mengatakan hal yang baik-baik saja...pada mereka..''


Zayden terdiam sambil mencoba memahami kondisi Amanda..jadi secara tidak langsung adalah dia ikut menyakiti Amanda begitu..


''Jadi kita harus menutupi segalanya,...''


''Yah....paling tidak sampai Amanda lulus kuliah....''


Zayden pun memejamkan matanya ketika dia membayangkan bagaimana perasaan Amanda saat ini....


ternyata Zayden telah salah dalam menjatuhkan vonis kepada wanita malang itu..namun se kuat apapun penyesalannya tak mampu merubah keadaan...dia telah menjadikan Amanda miliknya dan menaburkan benihnya di dalam rahiim Amanda meski dia tidak yakin kalau apa yang mereka lalukan akan membuahkan hasil...selama ini Zayden tak pernah melepaskan pengaman ketika bercinta namun bersama Amanda dia lepas kendali..


''Paman...aku harap paman mengerti dan setuju untuk tidak membuat Amanda mendapatkan rasa malu di depan keluarganya sendiri..''


''Yah...kalau begitu masalahnya maka aku akan ikut menutup ini semua..''balas Zayden.


''Terimakasih paman...aku menjadi lega sekarang, aku tak ingin Amanda semakin depresi karna tekanan dari siapapun..''


''Yah..tenang saja Nathan...kita akan sama-sama melindunginya...''


''Terimakasih paman..oya apa yang ingin paman tanyakan tadi..''


Zayden terdiam sebentar, semua yang dia ingin tanyakan pada Amanda sudah terjawab oleh Nathan hingga dia menjadi bingung harus bertanya apa...


''Apakah Amanda memiliki fobia..''


Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal...bukankah ini pertanyaan aneh..??


**************


''Apa yang membuatmu murung Amanda..''bisik Nayla mendekati Amanda dan duduk di hadapannya..


Nayla memperhatikan kalau sejak tadi wajah Amanda di liputi mendung setelah mereka membicarakan tentang Aksa..


''Hey....sudahlah..relakan Aksa...dia sudah tenang dan tak akan pernah kembali..''


Amanda menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Aku benar-benar merindukannya...dan teramat menyesal karna aku tidak pernah memberinya kesempatan agar dia bisa mencintaiku...aku terlalu egois Nayla..dan aku sungguh menyesal sekarang..'' tangisan Amanda pecah saat ini juga..


Nayla ikut menangis ketika melihat kesedihan di mata Amanda...ia segera memeluk Amanda dengan erat untuk sekedar membagi rasa sakit Amanda yang tertinggal di belakangnya..sungguh itu tak mudah untuknya..


''Jangan sedih Amanda...aku mohon...kau masih sangat muda dan kau harus kuat menjalani hidupmu..'' bisik Nayla sekali lagi.


***********


Pagi harinya...


Sesuai yang di sepakati semalam kalau Nathan dan Nayla akan lebih dahulu ke bandara sementara Zayden akan menemani Amanda ke malam Aksa sebelum ia kembali ke kotanya....dengann sangat terpaksa Amanda masuk ke mobil milik Zayden dan mereka berpisah disana..

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Amanda hanya diam membisu tak ingin terlibat pembicaraan apapun dengan Zayden...


Sementara Zayden selalu curi pandang ke arahnya...


''Amanda...''


''Aku tidak mau dengar...'' Amanda menutup telinganya dengan kedua tangan tanda dia tak ingin terlibat apapun dengan Zayden..


''Aku tau kau masih marah padaku...tapi aku ingin kau tau kalau aku adalah pria yang bertanggung jawab..''


''Tolong jangan membebaniku lagi tuan Zayden...''


''Aku tidak membebanimu Amanda, justru aku sedang ingin kau membagi beban padaku.''


''Tidak...aku tidak mau...''


''Amanda dengarkan aku..''


''Aku tidak mau Zayden...cukup kau telah melakukan hal yang menyakitkan padaku dan aku tidak akan mengijinkan kau masuk dalam kehidupanku..''


''Aku tak akan memaksamu sekarang Amanda tapi dengarkan ini karna aku tak akan mengulangi perkataanku Amanda...''


Amanda menatap tajam ke arah Zayden yang tampak serius,...ada apa dengan pria ini mengapa sikapnya seolah memaksa...bahkan Amanda tidak berharap apapun membayangkan Zayden saja sudah membuatnya nyeri..


Zayden menghentikan laju mobilnya...hingga keduanya bertatapan tajam...


''Aku memang salah telah menilaimu yang aku pikir kekasih Nathan..aku bahkan mungkin telah melukaimu dengan sangat dalam Amanda....dan aku menyesal..''


''Yah..aku terima penyesalanmu bukankah kita sudah sepakat Zayden untuk tidak saling berhubungan lagi dan jika bertemu anggap saja kita tidak saling mengenal..''


''Aku tidak tau mengapa kita justru terhubung Amanda...aku pria dewasa yang gagal menikah sementara kau pernah menikah singkat dan suamimu meninggall...namun ironisnya kau justru telah membohongi keluargamu sendiri..bisa kau bayangkan betapa kecewanya mereka kalau sampai tau kau adalah seorang janda..di usia yang muda...


Amanda membeku sesaat..selama ini dia terlena dengan rasa sakitnya sendiri tanpa membayangkan sakit orang lain apalagi orang tuanya...Amanda memijit pelipisnya..


''Itu urusanku Zayden..'


''Bagaimana kalau kau hamil setelah kita melakukannya...apa jawabanmu pada keluarga besarmu..''


Amanda menghela nafas...ia bahkan tidak membayangkan sampai disana...


''Aku tidak tau...''


Zayden memajukan tubuhnya..


''Aku ingin menawarkanmu sesuatu Amanda...''


Amanda mengerutkan kening...


''Apa yang ingin kau tawarkan padaku..''


Zayden tersenyum dingin....

__ADS_1


__ADS_2