Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Menyimpan Sakit Sendiri


__ADS_3

Tak ada yang lebih menyakitkan bagi Amanda selain kenyataan dia di benci oleh ibu dari pria yang pernah menjadi suaminya...hal ini bahkan tidak pernah di bayangkan Amanda sebelumnya hingga rasa sakit itu sangat membekas di dalam dirinya...bagaimana mungkin banyak sekali coba yang datang padanya hingga Amanda merasa hidup tak ada artinya lagi baginya...


Gadis itu memejamkan matanya ketika airmata bening itu lolos dari matanya....sangat menyakitkan untuk dirinya kali ini ini hingga Amanda mungkin tak akan bisa bertahan..


Suara pintu mobil terbuka, dan Amanda tau kalau itu Zayden yang masuk...sambil menutup pintu mobil Zayden menatap Amanda yang meringkuk dengan isakan pelan nyaris tidak terdengar..


''Amanda...'' Zayden menyentuh bahu Amanda pelan..


''Aku baik-baik saja, kita akan terlambat ke bandara...''bisik Amanda dengan suara serak..


Zayden kemudian menarik tubuh Amanda hingga jatuh ke dalam pelukannya...gadis itu tidak dalam posisi bisa menolak karna memang di saat seperti ini dia teramat butuh pelukan...


Tangisan Amanda pecah, dan Zayden tidak mengatakan apapun selain mengusap kepala Amanda hingga Wanita itu mencurahkan rasa sakitnya...terlalu menyakitkan perkataan ibu Aksa hingga dia tidak bisa bertahan...


''Kau hanya perlu merasakan perasaan itu dan percayalah kau akan menemukan ujungnya...''bisik Zayden...


Disaa itulah Amanda sadar dia sudah menangis di dalam pelukan pria asing yang di bencinya...Amanda menarik tubuhnya kembali,..mereka saling menatap, gadis itu segera mengambil beberapa tisue untuk mengusap wajahnya...yang penuh airmata...


''Apa kau sudah merasa lebih baik..''bisik Zayden dengan lembut..


Amanda memalingkan wajahnya ke depan mobil sambil mengangguk dengan cepat...


''Aku baik-baik saja...''balas Amanda kembali pada wajah dinginnya..


Dia sudah memutuskan tak akan membagi apapun dengan orang lain...apalagi Zayden yang baru dia kenal..


mobil lalu meninggalkan area makam dan menuju bandara..


Dan ketika sampai di bandara, Amanda sudah terlihat ceria..dia tak ingin menunjukan kesedihan apalagi ia akan pulang ke rumah orang tuanya.


begitu memasuki ruang tunggu, Nathan dan Nayla menyambut lega kedatangan Amanda dan Zayden..


''Amanda...''jerit Nayla tersenyum..


Nathan juga lega karna kali ini Amanda kembali tanpa tangisan...dan pandangan Nathan berpindah pada sosok paman Zayden yang jarak usianya tak jauh dari mereka...paman tampak matang dan masih cukup muda...jarak usia mereka hampir 10 tahun.


Mengapa paman menatap Amanda dengan cara berbeda, mungkin paman hanya kasihan pada Amanda itu mungkin...

__ADS_1


''Apa semua baik-baik saja paman...''ucap Nathan ketika mereka bertemu.


''Yah...semua baik-baik saja Nathan....'' Zayden tersenyum sembari melirik jam di tangannya..


''Kita harus pergi sekarang juga..''ucap Zayden kemudian mengambil langkah..sementara Nathan dan juga para wanita menyusul di belakangnya..


Hari ini mereka berangkat ke kota asal Nathan dan juga Amanda dengan menumpang pesawat pribadi milik Zayden Steward..mereka langsung di sambut dengan penuh hormat ketika menyentuh tangga pesawat..


Amanda langsung mengambil tempat menuju jendela dan memandang keluar, tepatnya ke kota yang tak ingin dia datangi lagi..terlalu banyak luka disini..jadi Amanda memutuskan untuk melepaskan hatinya untuk Aksa disini...


Nathan dan Nayla duduk bersama juga dengan Zayden yang duduk di tempat favoritnya di atas pesawatnya..view nya langsung berhadapan dengan Amanda yang sedang betah menatap jendela di luar sana..


Amanda memejamkan matanya...ketika pesawat mulai lepas landas...gadis itu menggenggam erat kalung pemberian Aksa dan melepaskannya ketika pesawat berhasil terbang di udara...masih memejamkan matanya Amanda meneteskan airmata perpisahan..


Selamat tinggal Aksa....selamat tinggal suamiku...maafkan aku tak bisa kembali ke kota ini lagi..tapi aku janji jika aku lebih kuat lagi aku pasti datang untuk menemuimu..... Batin Amanda mulai terlihat sedih...gadis itu lalu membuka mata ketika dia memutuskan kalung di lehernya dan disaat yang sama...Zayden menatapnya dengan tajam...


Deg.....


Deg........


Deg...........


Amanda lalu memalingkan wajah datarnya dan diam-diam melepas cincin pernikahannya...dia tak ingin membuat keluarnya syok dengan status pernikahannya...


Amanda akan pulang sebagai Amanda yang manja dan menjadi kesayangan keluarganya dia tak sabar lagi untuk pulang...sementara bagi Zayden ini adalah permulaan perjuangannya....demi nama baik dan juga demi Amanda...pria itu menaikan sudut bibirnya..


***************


''Makanlah..ini menu terbaik dari penerbangan ini..''ucap Zayden membawa makanan sendiri untuk Amanda..


Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap mata Zayden yang tajam dan misterius...entah mengapa ketika menatap mata Zayden rasanya Amanda sedikit merinding..tatapan pria ini seperti tatapan elang yang buas...menakutkan dan menyimpan sesuatu..


Amanda menoleh ke kiri dan kanan lalu tidak menemukan Nathan dan Nayla...dia tidak memperhatikan mereka karna sedari tadi asyik sendiri menatap langit biru di sampingnya..


''Nayla merasa pusing dan akan meminta tidur...Nathan sedang menemaninya..''


''Hah....mengapa aku tidak tau...''tanya Amanda dengan wajahnya yang polos.

__ADS_1


''Kau terlalu asyik sendiri...Nathan ingin memberitahumu tapi aku pikir tidak perlu...aku akan menemanimu disini..''


''Tidak perlu...aku tidak butuh di temani..''


''Tapi aku butuh Amanda...dan aku butuh berada di dekatmu..''ucap Zayden menunjukan wajah serius..


''Okey...aku pikir kau sudah terlalu jauh memandang hubungan kita Zayden...''


''Maksudmu..'' tanya Zayden dengan wajah beku.


Amanda benar-benar serius kali ini..


''Aku ingin pulang dan merasakan tenang bersama keluargaku...aku tak ingin bersama orang asing...''


''Mengingat sejarah keluarga kita Amanda..kita bukan orang asing..'' Zayden meneguk minuman beralkohol di dalam gelas dan meneguknya sampai habis dan Amanda hanya menatapnya tajam..ia selalu melihat Zayden tak bisa lepas dari minuman pengendali itu..Amanda memilih tidak terlalu memperhatikannya bukan urusannya juga bukan...?


''Meski kakak ku menikah dengan keponakanmu bukan berarti kau bisa mendekatiku..''


''Aku senang kau tau maksudku dan aku berkata jujur Amanda dengan rencana aku menikahimu..''


''Setidaknya Aksa bukan seorang pemabuk dulu..'' ucap Amanda melirik Zayden yang sedang menggenggam gelas di tangannya..


''Aku bukan seorang peminum...tapi...orang dewasa sering melakukan ini agar bisa tenang dalam memikirkan bisnis mereka..''


''Yah..kau terlihat sangat dewasa...'' sindir Amanda telak.


Amanda menarik makanannya dan mulai makan dengan cuek..sementara Zayden hanya memperhatikan Amanda yang mengunyah dengan wajah yang gemas..Zayden tak akan membuang kesempatan..


Pria itu kembali meneguk minuman di tangannya...sambil terus memenjara mata Amanda yang bening...


**************


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, mereka tiba di bandara dan langsung di sambut keluarga besar keduanya, Serena dan Marco berdiri tak sabar juga ada Syakira dan Rive juga semua anak dan menantu mereka...


''Aku tak sabar lagi menunggu putra putri kita Serena..''ucap Syakira menggenggam tangan besan sekaligus sahabat baiknya..


''Aku juga sama...aku merindukan mereka..''

__ADS_1


Pintu pesawat terbuka..dan senyum Syakira memudar ketika melihat ada seorang gadis asing yang ikut turun dari pesawat...


Siapa gadis itu...? Batin Syakira tidak terima,.....


__ADS_2