Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Tak Bisa Menolak


__ADS_3

Amanda menoleh pada Zayden yang sedang menatapnya dengan tajam, pria ini tampak begitu serius ingin menikahinya entah mengapa...meski dia adalah keluarga Steward tapi tetap saja mereka baru saling mengenal jadi terlalu cepat bagi Amanda jika harus menikah sekarang..


''Apa sebenarnya rencanamu Zayden..mengapa kau ingin menikahi dengan begitu cepat...bukankah kau baru saja kecewa dari mantan kekasihmu Caroline..''


Zayden mengerang..ia menggertakan giginya..


''Jangan mengungkin tentang masa lalu ku Amanda...jangan lupa bahwa saat ini hanya tinggal menunggu waktu ketika keluargamu tau kalau kau sebenarnya sudah pernah menikah...bukankah menerima lamaranku adalah yang paling baik sekarang..jika mereka tau kemudian itu tak akan jadi masalah besar karna kau dan aku sudah menikah..gosip atau pun rumor akan berakhir dengan sendirinya..jangan lupa juga kalau mantan ibu mertuamu membencimu Amanda..dia bisa saja membongkar semuanya demi membalas dendam..''


Mendengar hal ini membuat tubuh Amanda menjadi lemas, tidak dia tidak pernah membayangkan kalau hal ini akan terjadi pada hidupnya..semua yang di katakan Zayden ada benarnya pernikahan ini akan menguntungkan bagi Amanda karna jika sampai keluarga besarnya tau dia sudah pernah menikah maka keluarganya sendiri akan di permalukan..Amanda yakin itu jadi tak ada pilihan baginya selain menerima lamaran Zayden kepadanya..


Tubuh Amanda bersandar di pintu mobil airmatanya tak sanggup di bendung..gadis itu meneteskan airmata di depan Zayden yang membeku menatap Amanda...


''Mengapa hidupku seperti ini...''jerit Amanda dengan tangisan yang pecah.


Zayden membeku mendengar tangisan Amanda...hingga untuk beberapa saat Zayden hanya menatap Amanda yang sesegukan ia tertegun ketika isakan Amanda menggetarkan dadanya...dan tak menunggu lama Zayden menarik Amanda ke dalam pelukannya..hingga Amanda semakin menangis...biasanya dia menangis sendiri namun saat ini ada Zayden yang menenangkannya,..


************


Perjalanan pulang Amanda sudah lebih tenang, walau matanya bengkak namun dia mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri...


''Apa kau sudah siap dengan jawabanmu Amanda..''


Amanda menoleh dengan anggukan kepalanya...


''Jadi aku ingin bertanya padamu...apakah kau benar-benar jatuh cinta padaku..''


Zayden memijit pelipisnya..


''Kau tak akan percaya padaku kalau aku mengaku Amanda, begini saja...aku harus akui kalau aku menyukaimu ketika selesai kita melakukan percintaan....aku selalu memikirkanmu namun aku tak bisa memastikan kalau ini cinta...lalu bagaimana denganmu..''


''Bagiku aku sangat membencimu...'' ucap Amanda dengan ketegasan yang sempurna di wajahnya hingga Zayden kehilangan kata..


''Weell...itu perasaan yang buruk bagi kita,...''ucap Zayden tersenyum..


Amanda lalu tak sanggup menahan senyum di wajahnya..keduanya saling menatap...


''Ayo bekerja sama Amanda...aku tak akan pernah memaksamu dalam hubungan kita dan aku ingin kau tau kalau aku....akan selalu menunggu kau menyerahkan diri...padaku..''ucap Zayden dengan suara yang tegas..


Amanda pun mau tak mau menganggukan kepalanya dia sedikit lega karna Zayden mau mengerti dirinya..sepertinya pernikahan ini akan baik-baik saja..


''Aku dengar Mommy Syakira setuju dengan pernikahan Nathan dan Nayla..''ucap Amanda menatap Zayden..

__ADS_1


''Yah...aku pikir juga begitu...mungkin kita bisa mengatur waktu dengan baik..jadi apakah kita harus mengalah kali ini..''tanya Zayden.


Amanda mengangkat bahunya...


''Entahlah..aku tidak sedang terburu-buru..''ucap Amanda.


''Tidak denganku...aku terburu-buru Amanda..''jawab Zayden cepat..


''Mengapa kau harus terburu-buru..santai saja...''


Zayden mengusap wajahnya dengan kasar...


''Itu karna aku....''


Amanda menunggu jawaban Zayden dengan bersedekap...


**************


''Dia adalah calon menantuku..''ucap Syakira menjelaskan pada beberapa teman yang kebetulan bertemu dengan mereka di butik.


''Astaga...dia cantik sekali...jadi ini adalah calon istrinya Nathan..''tanya seorang wanita dengan pakaian mahal.


Syakira melirik Nayla yang berdiri di sampingnya entah mengapa, Nayla sudah mengerti kalau calon ibu mertuanya menunjukan sikap tidak nyaman dan dia harus tampil..


dan disaat itulah Nayla maju dan mengulurkan tangannya lebih dahulu...


''Namaku Nayla, senang bertemu denganmu tante..''ucap Nayla dengan ramah..


Wanita itu mengangguk dengan penuh rasa penasaran..


''Apa pekerjaanmu Nayla...kau masih sangat muda apa kau sudah lulus kuliah..''


Nayla tersenyum..


''Aku pernah menjadi sekretaris AA group, aku lulusan sarjana bisnis (S.Bns) namun saat ini aku memutuskan untuk mendukung calon suamiku..''


''Waowww....kau pasti gadis yang pintar, perusahaan AA group cukup punya nama...kabarnya butuh seleksi yang ketat untuk bekerja disana....nyonya Syakira...kau pasti bangga sekali dengannya dia masih sangat muda..''


Ini adalah informasi baru bagi Syakira dia pikir Nayla hanya seorang gadis panti yang tidak punya gelar apapun, dia juga sopan ketika bicara dia memiliki entitut yang baik..Syakira diam-diam tersenyum..


''Aku permisi dulu....jangan lupa undangan kalau putramu menikah..''bisik wanita itu pamit.

__ADS_1


''Tentu saja...kau adalah orang pertama yang aku kirimi undangan...''balas Syakira penuh senyum bangga.


Ketika wanita itu pergi, senyum Nayla memudar..dia takut salah bicara atau membuat calon ibu mertuanya malu...gadis itu menundukan kepalanya..


''Eehm....jadi kau sudah lulusan S1 di usia yang masih muda..'' tanya Syakira berdehem..


''Iya Mom..aku minta maaf karna menjelaskan kepada teman Mommy, aku takut jika tidak menjelaskan pendidikanku dia akan mengejek Mommy jadi aku...''


''Baguslah..aku senang kau menjawab seperti tadi..ayo kita harus ke restoran karna kita ada pertemuan keluarga yang akan membahas pernikahan...paman dan bibi Mommy juga akan datang, jangan lupa tunjukan sikap terbaikmu Nayla..''


''Baiklah Mommy..''


Nayla tak bisa menyembunyikan senyumnya ketika ia melihat sang calon ibu mertua memberikan sedikit senyum mahalnya itu tandanya mommy Syakira mulai luluh..


Nayla pun mengulum senyum, sekarang tinggal pembuktiannya kalau dia adalah wanita sehat yang bisa hamil..wajah Nayla menjadi muram...


Bagaimana kalau tidak bisa...??


Sementara Syakira melangkah lebih dahulu merasakan kalau Nayla tidak ada di dekatnya, wanita itu langsung menoleh dan menangkap raut wajah sedih Nayla...wanita itu mengerutkan kening..


''Nayla...ayo cepat..''


''Baik Momm....''


*************


Pertemuan keluarga besar itu terjadi...ada keluarga Marco Antonio, Alex Steward dan Rive Morgan..


Mereka berkumpul karna hari ini akan mendengar pengumuman tentang rencana pernikahan Nathan dan Nayla juga Zayden dan Amanda..


Mereka berempat duduk di hadapan para orang tua...


''Jadi bagaimana dengan pernikahan Nathan dan Nayla..apakah masih ada keraguan..''


Rive dan Syakira menggeleng itu artinya mereka setuju, dan akhirnya membuat Nathan dan Nayla menjadi lega..


''Lalu bagaimana dengan Zayden dan Amanda...terutama untuk Amanda apakah kau akan menerima lamaran Zayden...''tanya Marco kepada putrinya..


Amanda tak bisa menolak...sungguh dia berada di dalam dilema besar saat ini...matanya berkaca-kaca...ketika Zayden menggenggam tangannya..mereka saling menatap..


Sesungguhnya mereka dalam posisi yang sama..Zayden membutuhkan Amanda untuk membersihkan namanya setelah Caroline mempermalukannya dengan penghianatannya..semua media memberitakan betapa kasiannya seorang Zayden...sementara Amanda butuh Zayden untuk mengubur fakta tentang pernikahannya dengan Aksa dulu yah...Amanda tidak punya pilihan selain setuju untuk menikah..

__ADS_1


''Aku setuju Daddy.....aku ingin menikah dengan Zayden...''ucap Amanda dengan airmata yang menetes..


Nathan dan Nayla menoleh cukup terkejut...


__ADS_2