Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Kedua keluarga besar tampak menyambut gembira dengan pernyataan anak-anak mereka kalau mereka setuju untuk menikah..dan setelah di putuskan bersama berdasarkan usia,...maka pasangan Zayden Amanda yang akan menikah lebih dahulu selang sebulan kemudian barulah Nathan dan Nayla yang menikah.


Para pria terdiri dari Marco, Alex dan juga Rive lalu Mattew melakukan rapat untuk persiapan acara, dan para wanita tidak ketinggalan dengan agenda rapat yang tidak jauh dari busana seragam dan berbagai persiapan lainnya yang akan memerlukan konsentrasi...


Sementara itu Nathan dan Nayla tak sabar untuk bertanya pada Zayden dan Amanda yang ternyata akan menikah..mereka tidak menyangka kalau akhirnya pasangan itu akan segera menikah.


''Cinta pada pandangan pertama..''ucap Nathan masih terlihat syok...Nayla juga terkejut..


''Sebenarnya itulah yang aku alami Nathan aku mencintainya di pandangan pertama ketika aku melihatnya.''


Nathan tersenyum lalu menatap Amanda yang hanya diam saja seolah dengan pikirannya..


''Yah..itu artinya kau akan jadi bibi kecilku..''goda Nathan mengedipkan matanya..


Amanda terkejut sembari melebarkan matanya dia hanya mengangkat bahunya..


''Bibi kecil bagus juga...''


Mereka pun tertawa, mereka tidak pernah merasakan perasaan yang begitu campur aduk di dalam hati Amanda saat ini tentu saja ia tidak pernah membiarkan siapapun tau apa yang sebenarnya terjadi..


Mereka masih duduk disana dengan pembicaraan hangat...namun meski begitu Zayden tidak melepaskan pandangannya dari sosok Amanda yang seperti sedang tenggelam dengan pikirannya sendiri..tubuhnya di tempat ini namun pikirannya berada di tempat lain, hal itu tentu saja membuat Zayden penasara...apa yang sedang di pikirkan Amanda..apakah gadis ini masih memikirkan suaminya yang meninggal...


Ataukah sebenarnya dia takut tentang rahasia yang mungkin akan terbongkar kapan saja..


Zayden menghela nafas....


Sementara Nathan juga merasa lega,...di keputusan terakhir tetap saja kalau dirinya dan juga Nayla akan segera menikah...hal itulah yang begitu membahagiakan dirinya saat ini..meski belum terlalu mencolok namun Mommy tampaknya sudah lebih menerima Nayla, itu terbukti dengan seringnya Nayla di ajak Mommy keluar bahkan untuk pertemuan arisan,...biasanya Mommy tak ingin di temani..namun kali ini berbeda..Nayla selalu di ajak..


*****************


Nayla memegangi perutnya, ada yang aneh...dia mual lagi pagi ini dan rasanya tidak enak sekali...Nayla merasakan kelelahan luar biasa pada tubuhnya saat ini dan ia tak bisa mencium sesuatu yang menyengat kalau tidak..ia pasti akan muntah..


Keringat mulai membasahi wajah Nayla..saat ini dia berada di toilet menatap wajahnya yang pucat...bagaimana sekarang, Mommy Syakira mengajaknya ke dokter untuk melakukan tes kesuburan...jadi apa yang harus dia lakukan sekarang...


Bagaimana kalau dia mengalami sulit hamil atau sesuatu yang mirip dengan itu...apakah dia di usir dari rumah ini....Nayla mengalami stres beberapa saat ini..tentu saja..rasanya gugup sekali menyadari Mommy Syakira akan melihat hasil tes pada tubuhnya..Nayla kehilangan kepercayaan dirinya sendiri..


''Kak Nayla...apakah baik-baik saja di dalam..''teriak Nala dari luar kamar..


Sudah cukup lama kak Nayla masuk dan belum juga selesai..sementara dirinya juga harus cepat pergi ke kantor..

__ADS_1


''Yah....sedikit lagi Nala....ada apa..''


''Mommy menunggu katanya harus cepat karna akan bertemu langgannan dokter Mommy..''


''Yah...kakak sudah hampir selesai..'


'Baiklah aku menunggu..'


Tubuh Nayla menjadi sedikit gemetar..bagaimana kalau dia tidak bisa hamil.....


*******


Syakira menatap keseluruhan Nayla yang tampak lemas...


'Ada apa denganmu..''


''Aku sedikit lelah Mommy..''


Syakira terkekeh..menyangka Nayla sedang berbohong untuk menghindari pemeriksaan di dokter tapi dia tidak bodoh..meski dia mulai menyukai Nayla tapi tentang penerus tak bisa di hindari...Nathan harus punya penerus dan itu tak bisa di tawar..jika Nayla tak sanggup maka dengan berat hati perjanjian mereka batal..


''Ayo ikut aku sekarang Nayla,...aku tak ingin membuang waktu..''


Syakira dan Nayla melangkah beriringan keluar dari pintu dan bertemu dengan Nathan yang baru saja kembali...pria itu mengerutkan kening...sepagi ini Momny dan Nayla mau pergi..


''Mommy....mau kemana membawa Nayla..''


''Ke klinik kesuburan untuk bertemu dengan dokter pribadi kita sayang, kebetulan Mommy di rekomendasikan dengan dokter kandungan..''


Nathan menatap mata Nayla yang terlihat cemas...mau bagaimana lagi mereka tak bisa membantah keinginan Mommy...kini Nathan hanya berharap kalau Nayla baik-baik saja..agar mereka bisa menikah dan bahagia...


''Apa kau mau ikut sayang..''


'Nathan membeku sebentar..


''Haruskah aku ikut..''


''Tentu saja....kau adalah calon suaminya jadi Mommy ingin kau mendengar tentang kesehatan istirmu...''Ucap Syakira menuntut..


Wanita itu melangkah lebih dahulu keluar dari rumah sementara Nathan dan Nayla saling menatap tajam,...

__ADS_1


''Nathan...aku takut sekali kalau terjadi masalah denganku..''


Nathan mengusap wajahnya dengan kasar....ia menahan bau Nayla yang rapuh saat ini..


''Dengarkan aku Naya..ini bukan akhirnya, setidaknya kita menunggu kau harus percaya diri sayangku..''desah Nathan dengan gemas..


''Aku berusaha tapi bagaimana kalau.......''


''Sst....apa yang akan terjadi aku akan selalu berada di sisihmu Nayla jadi tenang saja...semua akan baik-baik saja..''ucap Nathan berusaha menghibur Nayla di tengah perasaan tidak percaya dirinya.


''Baiklah....aku akan mencoba untuk percaya diri....''


Nathan tersenyum lega lalu menggenggam tangan Nayla dan melangkah bersama... pemandangan itu terlihat dari dalam mobil...Syakira menatapnya dengan tatapan tak terbaca...


******************


Sebuah klinik kandungan yang terletak di tengah kota menjadi pilihan Syakira mengingat dokter kandungan ini sangatlah bagus...wanita itu terlihat begitu antusias..ketika mobil berhenti Syakira turun dengan di tuntun sang putra...sementara Nayla kian gugup..yah siapa yang tidak gugup jika dia datang ke dokter kandungan di antar oleh calon suami dan calon ibu mertuanya...bagaimana kalau apa yang di harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, bukankah hal itu akan sangat menyakitkan...


''Ayo Nayla....mengapa kau gugup sekali, kau pikir kau akan di eksekusi disini...''tanya Syakira tersenyum penuh isyarat..


Oh..Mommy..ini lebih dari ruang eksekusi baginya...bagaimana ini...keringat mulai membasahi wajah Nayla ketika pintu berwarna hitam itu terbuka dan mereka masuk...seorang pria berpakaian jas Dokter lalu tersenyum lebar menyambutnya seolah menyambut mangsa baru..


''Jadi ini calon istri dari tuan Nathan...''


''Benar sekali dokter..mereka akan menikah bulan depan jadi...aku datang agar meminta dokter mempersiapkan calon menantuku...aku ingin segera menggedong cucuku..''ucap Syakira dengan mata berbinar..


''Wah..baiklah....kami akan mulai memeriksa....silahkan nona Nayra berbaring...kami akan mengambil tes dara dan beberapa pemeriksaan lainnya..''


''Baik dokter...''


Nayla mengangguk lemah, sementara Nathan dan sang Mommy Syakira harap-harap cemas..bagaimana kalau ada masalah...?


Setelah serangkaian pemeriksaan di lakukan, dokter datang dengan membawa hasilnya dan membuat Nayla hanya menundukan kepala dengan cemas..


''Bagaimana dokter...''tanya Syakira tak sabar..


Dokter tersenyum...


Ia melirik Nathan dan Nayla bergantian lalu melepas kacamatanya...

__ADS_1


''Nyonya Syakira....sebenarnya calon menantu anda..........''


__ADS_2