
Nala memejamkan matanya ketika berada di dalam pelukan Dava yang posesif, ia sungguh ingin menggenggam kembali perasaan yang dulu pernah ada dan mampu membuatnya jatuh cinta, namun seerat apapun pelukan Dava rasanya tetap saja hambar entah mengapa, dan ketika matanya terbuka, gadis itu membeku ketika dia melihat Arron berdiri disana di ujung jalan dan menatap matanya dengan pandangan yang berbeda, pria itu mengangkat kedua tangannya dan membentuk Love ia lalu melambaikan tangannya ke arah Nala yang terdiam.. sungguh hal itu cukup membuat Nala terkejut, mereka saling menatap dari jarak yang cukup jauh sebelum Arron masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kawasan kampus. Sementara mata Nala terus memperhatikan sosok Arron sampai pria itu menghilang dari sana dengan cepat,
Besok adalah batas waktu yang di berikan Arron kepadanya pria itu mengatakan kalau Nala harus memilih, dirinya atau Dava dan hal itu adalah pilihan yang paling sulit untuk Nala, entah bagaimana caranya dia bisa memilih.
''Aku ingin kau tau Nala...aku bahkan tidak perduli kalau kau sudah jatuh cinta pada hati yang lain, kau adalah kekasihku, dan akulah tempatmu untuk pulang.''desis Dava tegas.
Nala memejamkan matanya..ia tidak menjawab perkataan Dava sedikitpun.
********
Pagi hari ini,
Nala di kejutkan dengan kedatangan sang Mommy, juga Mommy Serena dan Sherin dan juga tante Maya kerumah paman Zayden, mereka ada disana untuk sebuah kunjungan arisan dan juga sekaligus datang menegok kehamilan Amanda yang kian membesar, Mommy Syakira dan tante Maya bersama karna memang mereka sahabat,
Amanda yang sudah tau perasaan Nala kepada Arron tak mampu berbuat apapun, apalag Mommy Syakira di kenal selalu keras kepala dan tidak perduli dengan pendapat orang apalagi sang putri.
Syakira menatap Dava dan Nala bergantian sembari menyikut sahabatnya Maya..
''Bagaimana kalau kita mulai merancangkan pesta pernikahan untuk anak-anak kita.''ucap Syakira dengan tatapan mata yang berbinar ke arah sahabatnya Maya.
Dava yang sedang duduk di sebelah Nala langsung tersenyum salah tingkah karna dia memang tak sabar untuk menikahi Nala, hal yang paling dia inginkan adalah menikahi Nala.
''Ehm...bagaimana menurutmu Nala.''tanya Syakira dengan senyumannya.
''Mommy.....Dava dan juga tante, bisakah aku meminta sedikit waktu, aku sedang mempersiapkan peluncuran pertama gaun hasil rancanganku aku benar-benar berkonsentrasi dengan ini semua karna tak ingin gagal, jadi mungkin sampai tahun ini aku tidak bisa menikah dulu.''suara Nala terdengar pelan di tenggorokannya.
Hening dalam sekejap..
Nala tau ini adalah alarm baginya, Mommy tak suka kalau dirinya di bantah oleh putrinya.
''Yah..itu bagus lagi pula biarkan Nala menyelesaikan cita-citanya lebih dahulu itu lebih baik.'' ucap Serena menyela, dia tau benar bagaimana perasaan Nala.
Syakira memejamkan matanya, jika bukan karna Serena yang menyela Nala pasti sudah mendapatkan kemarahan darinya.
''Serena, tapi sebagian besar dari anak-anak kita menikah muda, dulupun kita menikah muda bukan...aku ingin tetap menjaga tradisi itu selalu, kau liat Amanda sudah hampir melahirkan keluarga kita akan semakin bertambah besar jika Nala cepat menikah dengan Dava.''desis Syakira mengarahkan tatapan menekan kepada Nala.
Gadis itu sungguh merasa kesal karna Mommy sekali lagi selalu memaksakan kehendak padanya padahal dia tak suka, tak bisakah Mommy bertanya apa yang dia inginkan...tidak bisakah Mommy membebaskan dirinya dan tidak memaksa.
__ADS_1
Nala memalingkann wajahnya hampir menangis karna Mommy tidak memikirkan perasaannya.
''Mommy Syakira...waktu masih panjang, biarkan Dava dan Nala yang menentukan pilihan mereka dan aku yakin kalau mereka akan bahagia..oya...aku telah mendapatkan hasil USG terbaru anakku, bagaimana kalau semua Mommyku melihatnya...''ajak Amanda agar membuat pikiran Syakira teralihkan dan memang benar, karna Syakira sangat menyayangi Amanda dia langsung mengangguk setuju..
''Bagaimana kalau kita melihat kamar bayi juga...aku ingin menambah beberapa hiasaan.''ucap Syakira tidak sabar.
Amanda hanya tersenyum lega ketika semua wanita itu mengikutinya ke kamar, dan membuat keadaan Nala lebih tenang tinggalah dirinya dan juga Dava di ruang utama, gadis itu lalu bangkit dan hendak keluar..
''Kau mau kemana.''tanya Dava mengerutkan kening.
''Aku akan kembali ke kampus.''
''Aku akan mengantarmu.''
''Tidak usah Dava....''
''Mengapa...apakah kau akan menemui seseorang sayang.'' tanya Dava sedikit tajam hingga Nala menoleh sedikit gusar.
Sikap Dava sudah semakin posesif hingga dia merasa sesak nafas bagaimana bisa Dava mulai bersikap menyebalkan ketika dia mendapat dukungan keluarga.
Dava tersenyum dingin, pria itu mendekati Nala dan menaikan sudut bibirnya dengan dingin,
''Aku calon suamimu Nala dan aku pikir, aku tak akan membiarkanmu kemanapun Nala jika itu tidak denganku.''
''Kau sudah gila.''
Nala tetap melangkah meninggalkan Dava yang pergi menjauh darinya, pria itu tak mampu menahan rasa marahnya ketika Nala berani melangkahinya,
''Nala berhenti...Nala.''
Nala bersikeras ketika dia melangkah menuju mobil, gadis itu tak juga ingin mendengar teriakan Dava di belakangnya, Nala buru-buru naik ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman milik sang paman. sementara Dava mengeraskan wajahnya.
''Nala...''
Pria itu berusaha menghalangi laju mobil Nala yang kencang namun percuma, Nala pergi dengan cepat meninggalkan Dava yang mengerang.
''Aaasargghhh...siapa pria yang kau sukai Nala...aku tak akan menyerah.''ucap Dava menahan geram.
__ADS_1
Tidak dia tak bisa kehilangan Nala seperti ini, jika Dava tidak bertindak maka ia benar-benar akan kehilangan Nala selamanya untuk itu dia harus membujuk Mommy Syakira demi mempercepat pernikahan mereka.
**********
Dava menundukan kepalanya dalam-dalam di hadapan Syakira dan ibunya Maya,
''Aku tau kalau permintaanku lancang tapi bisakah aku menikah dengan Nala secepatnya,''
''Apa yang terjadi jangan bilang kalian sudah melakukan....''
''Tidak ada yang terjadi Mom....aku hanya tak ingin kehilangan Nala kali ini.''
''Apakah Nala punya kekasih yang lain.''tanya Syakira menelisik.
''Aku tidak tau Mommy, tapi aku curiga dia sedang di manfaatkan pria di luar sana,..Mommy..ijinkan aku untuk mengawasi Nala..dan juga aku ingin kami berdua benar-benar menikah dalam waktu dekat...aku sungguh mencintai Nala Mommy..''
Dava menundukan kepalanya dalam-dalam ketika dia mengucapkannya dan hal itu membuat hati seorang Syakira menjadi luluh seketika, ia pun menganggukan kepalanya setuju.
''Baiklah...Mommy akan bicara dengan Daddy Nala dan kita akan menentukan tanggal secepatnya.''
''Terimakasih Momm.''balas Dava dengan penuh kemenangan.
**********
Sementara..
Nala berdiri di depan sebuah apartement yang megah, gadis itu lalu melangkah masuk dan menuju kamar milik Arron yang telah di beritahu oleh Arron,sebenarnya mereka akan bertemu di restoran nanti malam namun karna kejadian siang ini Nala tak mampu membendung perasaannya dia ingin segera menemui Arron, ia memencet bel berulang kali demi membuat pria itu cepat membuka pintu.
Dan...
Ketika menunggu sedikit lama, pintu ruangan apartement terbuka dan sosok Arron berdiri di depan pintu dengan tatapan beku.
Nala langsung menghambur memeluk Arron mendekapnya cukup keras.
''Arrron....aku mencintaimu.''bisik Nala dengan isakan yang pecah.
Sementara Arron tersenyum penuh misteri..
__ADS_1