
Wajah Nayla pucat pasi...kepercayaan dirinya runtuh sampai ke dasar hingga dia hampir menangis..namun berusaha menyembunyikan sedihnya dalam-dalam..Nayla tidak boleh menangis atau dia akan mempermalukan diri sendiri...sementara itu Nathan menoleh tidak enak..ia takut Nayla menjatuhkan air matanya dan membuat keluarganya akan menjadi curiga..dia juga tak ingin nilai Nayla jatuh di mata keluarganya dan menganggap gadis ini gadis cengeng.
''Jangan menangis Nayla....atau kau akan membuat semua keluarga melihatmu..kita akan berjuang bersama...''bisik Nathan tersenyum..
Nayla mengangguk berusaha menelan rasa sakit dan malunya..dia mencoba tersenyum manis walau hatinya begitu perih...terlalu perih...
''Aku baik-baik saja..''balas Nayla mencoba untuk tersenyum.
''Bagus...''balas Nathan mengusap kepala Nayla untuk menenangkannya..
Semua keluarga berkumpul dan mendengarkan ucapan Marco...
''Kita akan makan malam dirumah..''
''Yeyy.....''jerit semuanya dengan senang..
Amanda menggendong keponakannya dari Matteo dan Anna bahkan bayi laki-laki 6 bulan itu lengket dengan Amanda dan tidak mau jauh dari Amanda hingga Ana hanya pasrah..
''Aunty Amanda..bawalah Darren bersamamu..''ucap Ana pasrah..
''Yey...ayo Darren sama Aunty...''bisik Amanda mencium gemas pipi Darren yang montok.
Zayden mengambil mobil, dia akan menyetir sendiri dan mencari penumpang siapapun untuk naik bersamanya sementara semuanya sudah naik menyisakan Amanda seorang yang belum memiliki kendaraan..
''Zayden..tolong bawa adikku dan anakku.''pinta Matteo menepuk pundak Zayden..
''Aku tidak mau kak..aku ikut kakak saja..''
''No...kakak dan kak Ana akan singgah sebentar untuk memeriksa Restoran yang akan menyediakan makan malam kita..jadi tolong pergi bersama Zayden dan jangan cerewet Amanda..''
Zayden mengedipkan matanya pada Amanda yang memasang wajah cemberut namun lucu dimata Zayden...
''Ayo masuk sayang..''bisik Zayden mengedipkan matanya..
Mereka pun masuk...
Sementara itu...
Karna tak ada mobil lain maka mau tak mau Nathan dan Nayla harus menumpang mobil Daddy nya...karna rombongan yang lain sudah meninggalkan bandara..karna itu Nathan mendekati mobil orang tuanya...
''Daddy.....Mom....''
Rive melirik Syakira yang tidak sedikitpun bicara...memang Rive bisa membaca kemarahan Syakira ketika Nathan turun membawa Nayla...Rive tak mengerti mengapa Syakira menolak menantu lain selain Amanda...ketika Rive melihat kedatangan Zayden damn cara pria itu menatap Amanda..dia tau kalau Zayden menyukai Amanda..dan tak akan menyerah..hanya saja...Syakira tidak melihat itu karna fokusnya adalah marah pada Nayla...
__ADS_1
''Bawa Nayla masuk....di luar dingin..''
Nathan menoleh kepada Mommy nya yang bahkan tidak menatap matanya..dia diam seribu bahasa dan percayalah ini sama sekali tidak mudah untuk Nathan..
''Mommy.....''
Syakira memalingkan wajahnya ke arah lain, dia terlalu sakit hati karna Nathan bahkan tidak mengindahkan permintaannya...jadi bagi Syakira semua sudah selesai...
Rive menyentuh jemari istrinya dan membuat Syakira menatapnya,...
''Aku mohon sayang..apa kau mau anak kita kedinginan dan menumpang taxi...dia baru saja datang...''
''Dia telah mengecewakan aku jadi...lebih baik dia menggunakan taxi dan jika dia tidak menyukaiku dia bisa tinggal di apartemennya sendiri..''desis Syakira di dengar Nathan.
Pria itu berusaha menelan rasa kecewanya..
matanya berkaca-kaca...dia sudah tau ini yang akan terjadi....
''Mommy baiklah..aku akan membawa Nayla naik taxi..tapi aku tak akan menyerah kami akan tinggal dirumah...bersama denganmu...''
Nathan menegakan tubuhnya meski air matanya jatuh..dia seorang pria tapi perasaan di tolak oleh ibu kandungnya sendiri teramat menyakitkan....selama ini Mommy selalu memanjakannya karna dia anak lelaki satu-satunya...Mommy selalu menyambut dirinya dengan sebuah pelukan namun entah mengapa kali ini berbeda,....hanya tatapan dingin yang dia dapat..
Nathan masih berdiri di sana ketika mobil milik orang tuanya meninggalkan mereka...sementara Nayla yang memandang betapa hancurnya hati Nathan akhirnya tak kuasa meneteskan air matanya...
''Nathan....'' suara Nayla terdengar lembut namun serak.
Nathan menoleh dan menghapus bekas air matanya dia mencoba tersenyum..
''Maaf...aku sedikit melupakanmu..''
''Aku baru ingat kalau aku punya keluarga di dekat sini...bisakah aku menginap saja disana...'' masih dengan senyum..Nayla mencoba membujuk Nathan untuk merelakannya pergi..
''Apa yang kau bicarakan..apakah kau takut pada Mommy....''
Nayla tersenyum...
''Aku tidak takut..hanya saja..mengapa perasaan bersalah ini terus menuduhku...Nathan..sebelum semuanya terlalu jauh....bagaimana kalau....''
''Ayo...kita akan naik taxi....kau akan pulang ke rumahku..''
Nathan melangkah sambil menggenggam tangan Nayla namun...Nayla menghempasnya pelan....pria itu menoleh tajam..
''Nayla.....''
__ADS_1
Masih dalam senyum yang sama Nayla mencoba untuk kuat..
''Yah....aku menyerah Nathan....bukankah sangat jahat jika aku menyebabkan pertengkaran antara kau dan Mommy kandungmu sendiri..''
Hening.......
''Nayla.....''
''Lepaskan aku Nathan...itu lebih baik dan semua akan menjadi aman....''
Nayla memutar tubuhnya dan menarik koper miliknya..
''Berhenti...aku bilang berhenti...''teriak Nathan murka..
Nayla menghentikan langkahnya....namun dia tidak berbalik..air matanya turun membasahi wajahnya, jemarinya bahkan gemetar menggenggam koper di tangannya...
''Apakah selemah ini cintamu....aku bahkan ingin berjuang mengapa kau malah menyerah...''
Nayla menoleh seketika...dan membeku ketika Nathan mendekatinya...
''Apakah kau benar-benar mencintaiku...karna aku sangat ragu Nayla,...''
''Cinta saja tidak cukup Nathan...lihatlah aku...aku hanya seorang gadis yatim piatu....mana mungkin di sandingkan dengan keluargamu yang kaya raya...aku tidak punya rasa percaya diri setinggi itu...jangan samakan aku dan Amanda...dia seorang putri mahkota sejatuh apapun dia tetaplah seorang putri tapi aku berbeda...aku tetaplah seorang pelayan....satu kesalahan akan menguburku selamanya...''
Nathan tertawa dingin....
''Kau liat Amanda..kau sudah tau sifatnya..kau sudah bertemu dengan adik kembarku dan kakaku..Daddy....dan yang lain..apakah mereka memandangmu rendah....tidak Nayla...mereka menghormatimu...jadi tolong percayalah padaku Nayla...mari berjuanglah bersamaku.....aku benar-benar mencintaimu..''ucap Nathan dengan mata yang basah..
Nayla pun tak kuasa menahan tangis..yah..bukankah sejak awal dia sudah tau kalau Mommy Syakira menolaknya..mengapa dia menjadi pesimis begini....
Nathan mengulurkan tangannya...
''Jika kau mencintaiku Nayla...maka ikutlah aku dan aku akan memperjuangkan mu...''
Nayla tersenyum sekali lagi....
''Baiklah....tapi jika kelak memang aku tak bisa di terima tolong jangan menghentikan aku...'' bisik Nayla dengan sedih..
Nathan meraih tubuh Nayla di dalam pelukannya dan mendekapnya dengan begitu erat....
''Aku tak ingin kehilanganmu Nayla...''bisik Nathan memejamkan matanya...
__ADS_1