Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Tentang Perjanjian


__ADS_3

Amanda bersedekap sebenarnya dia sudah tau apa yang akan di bicarakan oleh Zayden kepadanya, Amanda sedikit kesal dan sensitif sekarang,


''Katakan apa yang kau ingin bicarakan Zayden, aku sedang lelah dan jangan sampai kau juga berpikir hal yang sama dengan anak buahmu kalau aku sedang hamil.''


Zayden menatap Amanda dengan tajam,


''Kemungkinan itu pasti ada Amanda, kita beberapa kali melakukannya.'' ucap Zayden mendekat.


''Jangan terlalu berharap, bahkan ada pasangan yang menikah bertahun-tahun tapi mereka belum punya anak, apalagi kita berdua yang hanya beberapa kali...kau sudah berjanji tidak memaksaku Zayden, karna itulah aku mau menikah denganmu.''tunjuk Amanda mengingatkan.


Zayden pun hanya bisa pasrah, memang dia setuju untuk tidak akan menyentuh Amanda jika Amanda tidak mau atau wanita ini melakukan kesalahan kepadanya, meski mereka sudah menikah sekarang.''Zayden melihat keengganan Amanda untuk di sentuh apalagi berdekatan dengannya.


''Tentu saja aku ingat dengan jelas semua janjiku padamu Amanda, tapi aku ingin kita mulai memperbaharui perjanjian kita jika kau ternyata benar-benar hamil.''


''Aku tidak hamil Zayden.'


''Tak ada yang bisa menebak masa depan selain Tuhan, kau dan aku tidak tau apapun karna itu aku ingin mengingatkanmu sesuatu kalau jika kau benar-benar hamil maka apa yang akan kita lakukan.''


Aamanda sedikit merinding mendengar kata hamil, jangan dulu tolonglah dia baru berusia 19 tahun, rasanya sangat kejam jika harus mengurus anak sekarang apalagi dengan Zayden, bahkan dia tidak mencintai Zayden.


''Eehm...baiklah, ayo bicara apa maumu Zayden.''


Amanda lalu duduk, dan di ikuti Zayden duduk di depannya.


pria itu menatap Amanda dan berusaha menilai kalau mungkin Amanda sedang hamil. meski dia tak bisa melihat itu, selain kecantikan Amanda yang membuatnya mabuk.


''Katakan Zayden mengapa kau diam saja.''


''Baiklah Amanda dengarkan aku sekarang, jika kau hamil anakku, maka tak ada yang bisa kita lakukan selain berusaha menjadi orang tua yang terbaik untuk anak kita.''


Mendengar hal itu membuat Amandaaa tertawa, membayangkan hamil dan punya anak tak pernah di bayangkan oleh Amanda sebelumnya jadi dia tidak bisa berhenti lucu. Amanda tak tau cara menjadi ibu karna dirinya sendiri anak manja dan keras kepala, bagaimana mungkin dia bisa punya anak.


''Kau tertawa.'' ucap Zayden tersinggung,


''Aku tidak tertawa seperti yang ada di kepalamu Zayden, aku hanya sedang membayangkan jika perkataanmu benar, aku mungkin belum siap.''


''Kita sudah menikah jadi siap atau tidak kau akan tetap menjadi seorang ibu pada akhirnya.''


''Aku tidak suka di paksa Zayden, aku akan punya anak mungkin di usia 30 itu adalah dewasa bagiku.''


''Apa.'' jerit Zayden dengan wajah protes.


''Yah..kalau kau tak suka ceraikan saja aku.''

__ADS_1


Ucapan Amanda tentang cerai membuat Zayden tak sanggup menahan emosinya, pria itu bangkit dan menerjang Amanda yang duduk di sofa, pandangan Zayden mengeras hingga Amanda benar-benar gugup.


Wajah mereka begitu dekat, dan Zayden menggertakan gigi.


''Tak akan pernah ada perceraian dalam hidup kita Amanda, apa kau dengar itu ketika kau sudah siap menikah denganku maka kau harus siap kita hidup bersama selamanya.''


Wajah Amanda pucat karna syok, tak pernah dia liat wajah Zayden semarah ini.


''Zayden.''


''Amanda yang ingin aku katakan adalah jika kau hamil maka perjanjian yang pernah terjadi di antara kita batal demi anak kita, kau akan menjadi istriku yang sebenarnya dan melayaniku seperti yang seharusnya, tapi tenang saja untuk saat ini aku benar-benar memegang teguh janjiku.''ucap Zayden penuh ketegasan.


Pria itu segera menjauhkan tubuhnya dan berdiri menatap Amanda yang masih terlihat syok mendengar keputusan Zayden.


''Dan satu hal lagi jika ada keluarga kita yang berkunjung maka kita akan sekamar...untuk saat ini aku membebaskanmu di kamarmu sendiri, jadi nikmati kesendirianmu istriku.'' Zayden tersenyum dingin, lalu meninggalkan kamar Amanda.


''Pria mesum yang menjengkelkan, aku membencimu Zayden liat saja kau tak akan mendapatkan apapun yang kau inginkan, aku tidak ingin hamil.''jerit Amanda dengan suara keras.


**************


Sebuah toko eskrim menjadi tujuan Amanda kali ini, dia masih berkuliah untung saja Zayden membebaskan dirinya, astaga betapa dia tergila-gila dengan eskrim rasa coklat dan strawbery rasanya sangat nikmat.


''Aku pesan dua dengan rasa yang berbeda.''ucap Amanda dengan mata berbinar.


Gadis itu mengambil tempat paling sudut di toko eskrim ini dan mulai menunggu dengan tidak sabar, sambil menunggu dia mengeluarkan sebuah ponsel baru yang di belikan Zayden untuknya, ketika dia bangun tidur Zayden sudah meletakan ponsel di sampingnya pintu kamarnya, padahal Amanda masih kesal tapi mendapat ponsel keluaran terbaru membuat amarah Amanda mereda seketika, mood nya juga baik saat ini.


Amanda sontak menghidar dari kemungkinan Zayden akan melihatnya. Amanda mengambil tas dan menghalangi dari pandangan Zayden yang akan mengenalinya, semoga saja tidak karna dia malas di kenalkan sebagai seorang istri di hadapan klien Zayden.


Namun Amanda sedikit heran karna tiba-tiba suara Zayden terdengar tak jauh darinya.


''Ah...kami merasa tidak enak tuan Zayden, kami berpasangan sementara anda sendirian, dimanakan istri tuan Zayden.''


Terdengar seorang pria bicara,


''Istriku dia sebenarnya, tidak terlalu menyukai keluar rumah, tapi ada sekertarisku yang akan menemaniku dia akan datang sebentar lagi.''


Amanda yang mendengar perkataan Zayden begitu terkejut, mengapa Zayden berani mengajak makan sekertarisnya.


Entah mengapa sesuatu di dalam diri Amanda bergejolak, dia tak bisa terima posisinya di gantikan oleh sekretaris, Amanda menyingkirkan tas hingga dia bisa melihat Zayden sedang duduk sendiri, karna kesal Amanda bangkit meraih tasnya dan mendekati Zayden juga kliennya yang sedang menikmati eskrim, kedatangannya yang tiba-tiba mengejutkan Zayden sekaligus membuat pria itu senang.


''Suamiku, kebetulan kita ketemu disini.''


Zayden menaikan sudut bibirnya, ketika kliennya terlihat ikut terpana dengan kecantikan Amanda, hingga beberapa detik mereka hanya melihat tanpa mengatakan sesuatu.

__ADS_1


''Sayang, kau disini.'' Zayden berdiri dan pura-pura terkejut dengan kedatangan Amanda.


''Aku lewat sini dan tiba-tiba merasa panas dan mampir kemari, apakah aku mengganggumu.'' tatap Amanda setengah melotot, dan eksperesi itu sungguh lucu di mata Zayden.


Zayden menggeleng dengan senyuman sambil memeluk punggung Amanda meraapat kepadanya,


''Tuan dan nyonya Ozaka, perkenalkan ini adalah Amanda istriku.''


Sepasang suami istri asal jepang itu membungkuk sambil tersenyum.


''Senang bertemu denganmu, nyonya Zayden anda cantik sekali.'' ucap nyonya Ozaka memuji.


Pipi Amanda bersemu merah, ia pun membungkuk ala jepang tak kalah sopan.


''Senang juga bertemu dengan tuan dan Nyonya dan percayalah, nyoua Ozaka juga terlihat cantik.''balas Amanda memuji.


Mereka pun saling melemparkan senyum, Zayden tak mampu menahan rasa bangga di dalam dirinya ketika memiliki Amanda.


********


Makan eskrim di siang itu membuahkan hasil yang menguntungkan bagi Zayden karna kehadiran Amanda, sang nyonya Ozaka membujuk suaminya untuk memulai bisnis di kota ini, hingga nyonya Ozaka dan Amanda mulai berteman baik.


Mereka keluar bersama dari toko eskrim dan berpamitan, setelah kepergian sepasang suami istri asal jepang itu Zayden tak berhenti untuk tertawa tentu saja ia begitu bahagia hari ini karna kontrak bernilai ratusan juta dolar berhasil karna Amanda.


''Katakan kau mau apapun akan aku kabulkan Amanda.'' bisik Zayden dengan ekspresi memuja.


Amanda memutar bolamatnya sambil berpikir.


''Aku ingin kau menemaniku seharian di Mall.''


''Apa.'' Zayden melonggarkan tenggorokannya yang entah mengapa terasa tercekik.


Menemani seorang wanita belanja sama saja, Amanda melakukan pembunuhan berencana kepadanya, dia bisa melihat tatapan penuh dendam itu di mata istrinya.


''Mau tidak...kalau tidak mau ya sudah, aku bisa pergi sendiri.''


Amanda melangkah namun, langkahnya terhenti ketika Zayden menariknya dan memeluknya dari belakang,


''Baiklah...aku setuju sayang, aku akan menemanimu sampai malam hari puas.''


Amanda mengangguk penuh rencana,


''Ayo kita pergi, sekarang Zayden.''

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam mobil, dan tidak menyadari tak jauh dari mereka ada sepasang mata yang mengawasi dengan tatapan beku, seseorang mencengkram stir mobil dengan kuat.


''Seharusnya kau adalah milikku.'' desisnya menahan geram.


__ADS_2