
''Nyonya Syakira sebenarnya calon menantu anda sudah hamil.''
''Apa...''desah Syakira terkejut.
Hal yang sama juga dia alami oleh Nayla dan Nathan hingga mereka saling menatap tajam...tidak mungkin...ini seperti tidak nyata...Nathan bahkan mengerjap matanya berulang kali ketika menatap Nayla yang diam di tempatnya.dia juga sama syoknya.
Hening untuk sesaat..Syakira amat terkejut namun bisa mengendalikan suasana hatinya.
''Jadi menantuku sudah hamil.''
''Yah benar sekali nyonya dan usia kandungannya 3 bulan...nyonya bahkan bisa mendengarkan denyut jantungnya sekarang.''
''Hoh.''
Syakira menutup mulutnya dengan kedua tangan saking terkejutnya..sementara Nathan dan Nayla hanya mengerang masing-masing di dalam hati...bagaimana sekarang..Mommy akan membunuh mereka sekarang.
''Baiklah aku ingin mendengarkan detak jantungnya sekarang..''ucap Syakira seraya bangkit berdiri, dia menatap lekat pada Nayla yang gugup.
''Naiklah, berbaringlah dengan hati-hati.''titah Syakira penuh tekanan.
''Baik Mommy.''
Nayla segera naik dan dokter segera mendekatinya untuk melakukan usg, Syakira dan Nathan menatap lewat layar monitor dengan tatapan tak terbaca, sampai ketika terlihat kantung janin di layar yang mulai membesar.
Dokter memasang alat-alat di atas permukaan perut Nayla hingga beberapa saat kemudian terdengar bunyi detak jantung.
Deg.....Deg.....Deg.........
Syakira melebarkan matanya dengan penuh senyum, ia bahkan melompat-lompat karna senang hingga dokter tampak terkejut, tapi dia mengerti betapa bahagianya nyonya Syakira akan mendapatkan seorang cucu.
__ADS_1
''Oh astaga, aku senang sekali dokter.''
''Selamat nyonya Syakira, selamat juga pada tuan Nathan dan calon ibu nyonya Nayla.''
''Terimakasih dokter.''balas Nayla dengan sopan.
Nathan pun tersenyum lega, bayinya hadir di saat yang tepat, ia bisa menemukan senyum bahagia di wajah Mommy, wanita itu tampa berkaca-kaca menahan haru.
''Ini kehamilan yang rawan bagi ibu dan bayinya jadi harap nyonya Nayla tidak stres dan jangan terlalu beraktifitas berat.''
''Baiklah dokter, tolong beri obat apapun atau vitamin yang mencukupi kebutuhan menantu dan cucuku, oh...aku sangat bahagia.'' ucap Syakira dengan mata yang basah.
''Baik nyonya Syakira kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk ibu dan bayi.''
''Bagus.''desah Syakira dengan mata berbinar.
''Nathan hati-hati, bagaimana bisa kau tidak menuntun Nayla berjalan..bagaimana kalau cucu Mommy akan kelelahan.''
Nathan mengangguk patuh.
''Semua baik-baik saja Momm..Nayla bisa jalan sendiri.''
Mendengar ucapan Nathan yang enteng, Nayla segera menghentikan langkahnya dan menoleh tajam.
''Kau berani membantah Mommy.''
'Baiklah aku mengerti Mommy.''
Syakira lantas mendekati Nayla lalu berjalan di sampingnya, sungguh perubahan sikap Syakira membuat Nayla merasa geli sendiri bagaimana pun sikap sang ibu mertua sangatlah lucu..perbandingannya terlalu besar, karna sebelumnya Mommy bersikap kritis kepadanya namun ketika mendengar kalau dia hamil Mommy mendadak menjadi sangat baik.''
__ADS_1
''Nayla...ada banyak yang Mommy mau katakan padamu jadi katakan saja pada Mommy kau mau makan apa...kita akan mampir di restoran...''
''Aku....mau makan apa.'' ulang Nayla dengan sedikit bingung.
''Yah...mulai hari ini Mommy dan Daddy akan mempercepat pernikahan kalian berdua...dan kau tak boleh terlalu lelah apa kau dengar itu.'
''Yah aku mengerti..'' balas Nayla tersenyum.
Syakira lalu meraih Nayla dan mendekapnya dengan erat..ia menyesal meragukan Nayla kemarin.
''Nayla...maafkan Mommy hum..kau gadis yang baik dan kau sudah membuktikan kalau kau sebenarnya layak menjadi pendamping Nathan...Mommy merestuimu Nayla.'' bisik Syakira lembut.
Nayla pun tersenyum..
''Terimakasih Momm....''
*************
Mendekati hari pernikahan, Amanda di sibukan dengan berbagai agenda untuk prewed dan juga persiapan lainnya..
Pintu kamar Amanda di ketuk pelan dan tak lama kemudian dia membuka pintu lalu menemukan sebuah kotak beludru cukup besar..
''Dari siapa..'' tanya Amanda pada pelayan.
''Dari seorang teman.''
''Seorang teman..''ulang Amanda mengerutkan kening..
Siapa...??
__ADS_1