Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Gairah


__ADS_3

Amanda membeku di pelukan Zayden, pria itu mendekapnya dengan erat, mengelus punggung Amanda hingga wanita itu menjadi lebih tenang sekarang, yah semua yang dia alami sekarang tentu saja membuat Amanda merasa lebih gelisah dari sebelumnya mungkin saja Aksa ada di sekitarnya dan sedang melihat mereka.


''Mengapa kau melamun di tengah jalan sayang, itu sangat berbahaya.''ucap Zayden mengecup kening istrinya dengan lembut hingga wanita itu mengangguk patuh.


''Maaf....aku sedang pusing.''


Zayden tersenyum kalau begitu kita ke mobil sekarang,


''Baiklah.''


Amanda ingin berjalan namun Zayden malah membungkukan badannya dan membawa Amanda di dalam pelukannya, menuju mobil.


''Aksa apa yang kau lakukan.''


Pria itu tertawa..


''Kau sedang pusing, aku tak mau kau sampai jatuh sayang.''


Amanda hanya tersenyum kecil dan pasrah ketika Zayden membawanya masuk ke dalam mobilnya dan menutupnya, mereka lalu meninggalkan kawasan kampus, sementara Aksa ada disana di dalam mobil dia melihat dengan jelas pria itu yang terlihat lebih dewasa dari Amanda memeluk istrinya, Aksa memegang stir mobil dengan kuat, ketika dia terbakar cemburu.


''Amanda kau adalah milikku.''teriaknya murka.


Aksa mengerang sangat marah, dia akan mencari cara untuk memisahkan Amanda dari Zayden, ia tak akan menyerah sekarang.


*************


Hari berikutnya Amanda menolak untuk keluar dari rumahnya, dia tak ingin bepergian ke kampus atau ke tempat lainnya, dia selalu gelisah karna takut bertemu dengan Aksa, mungkin saja pria itu malah sedang menyelidiki semua tentangnya.


Seperti biasa Zayden tak ingin memaksa, lebih bahagia dia melihat Amanda menunggunya di rumah ketika pulang dari pekerjaannya.


Hari ini sejak pagi Zayden bergairah tentu saja, sudah beberapa hari ini dia tidak menyentuh Amanda, tidak ada alasan karna jelas peraturannya kalau Amanda tak ingin di sentuh kalau tak ada pilihan lain atau memang dia ingin melakukannya.


Zayden mengusap wajahnya dengan gusar, bagaimana sekarang dia harus memutar otak agar mereka bisa sekamar, pria itu tampak gelisah dan tak bisa tenang,


Siapa yang bisa menolongnya.?


Pria itu memejamkan matanya, dan seketika matanya terbuka dia tersenyum menang.


****


''Jangan mendekatiku Zayden aku sedang mual.''

__ADS_1


Zayden memeluknya dari belakang, dia mencium leher istrinya dengan maksud menggoda.


''Malam ini kita harus sekamar sayang.''


Amanda menoleh dan langsung di dekap Zayden merapat di dada bidangnya, dia sedang di penuhi gairah dan Amanda merasakan itu,


''Jangan coba-coba.''


''Amanda sudah dua hari aku tidak.''


''Cari saja wanita lain.''


Zayden menjauhkan tubuh Amanda darinya dia merasa tersinggung, pria itu segera melum** bibi Amanda dengan tiba-tiba mencuri ciuman dari bibirnya yang panas untuk menghukum.


''Zayden.''


''Apa kau benar-benar rela aku tidur dengan wanita lain.'' ancam Zayden pura-pura.


''Aku akan mencincangmu.''desisnya tajam.


Hening...


Suhu ruangan di kamar menjadi panas dengan cepat, meski ada AC yang menyala, pandangan Zayden menjadi lebih gelap dia mendekatkan wajahnya, untuk tersenyum lembut.


Amanda terdiam sebentar, mengapa jantungnya berdebar...Amanda kembali mengarahkan tatapannya menembus mata coklat gelap Zayden yang cukup menghanyutkan


''Aku pasti salah bicara.'' desahnya pelan.


Amanda hendak pergi namun dengan sedikit kuat Zayden menekan tubuh Amanda di dinding kamar, sementara jemarinya menelusuri jemari Amanda dan meremasnya.


Nafas mereka mulai tidak teratur di kuasai gairah, Amanda menatap mata Zayden mempertahankan hatinya tidak ini pasti salah mereka baru saja menikah, tidak mungkin kalau.


''Aku tak mungkin bercinta dengan wanita lain, apalagi aku pria yang sudah menikah.''desah Zayden mendekatkan wajahnya mengecup leher jenjang Amanda dan wanita itu memejamkan matanya menikmati.


''Zayden.'' suara Amanda terdengar lembut di telinga Zayden seperti sebuah ajakan untuk bercinta.


Darahnya berdesir ketika Zayden meninggalkan jejak basah dan dingin di atas kulitnya yang memerah, ciuman pria itu terus bergerak menyentuh ujung dagu dan bergerak naik ke permukaan bibir Amanda yang bagai kelopak bunga, entah bagaimana Amanda cantik sekali.


Bibir panas Zayden mulai memberi kecupan kecil seringan bulu hingga Amanda menjadi terlena, dia masih memejamkan matanya ketika mata elang Zayden bersinar tajam, dia benar-benar tak akan melepas Amanda sekarang, butuh beberapa pelepasan agar dia sepenuhnya puas.


''Zayden...''

__ADS_1


''Panggil namaku ketika aku menyentuhmu Amanda aku...menyukainya.''bisik Zayden mencoba menahan dirinya, tubuh bawahnya sudah mengeras dan tegak namun dia masih ingin menikmati Amanda.


Amanda merintih ketika jemari Zayden mulai menyentuh permukaan pa yu da ra nya dan meremasnya pelan. Amanda mulai hilang kendali...ketika pria itu mencubit put*ng pa yu da ra Amanda dengan gerakan yang panas.


''Hentikan..''


Amanda hanya merintih tak kuat dengan sentuhan Zayden yang begitu ahli, bibir mereka masih saling mencecap dan beradu panasnya, sampai tidak sadar kalau mereka sama-sama polos,


Zayden melepaskan ciumannya dan menyentuh wajah Amanda yang sudah tergoda, tubuh Amanda lebih berisi itu berpengaruh pada ukuran dadanya, hingga membuat Zayden gemas, pria itu segera membawa Amanda ke atas ranjang mulai mendaratkan cumbuannya ke permukaan pa yu da ra Amanda yang menegang sempurna.


''Zayden...aku mohon.''


''Sssst.....kau hanya perlu menikmati apa yang aku berikan...aku adalah suamimu Amanda, aku berhak atas dirimu.''


''Aaarrggghh...''


Amanda terkejut ketika bibir panas Zayden mulai menjilati put*ng pa yu da ranya dengan panas memberi hisapan kecil disana hingga meninggalkan jejak basah yang memerah.


Amanda mengerang ketika Zayden mencumbu pa yu da ranya bergantian, Amanda menyerah dalam gairah Zayden yang membuatnya gila.


Hingga pria itu bergerak naik ke atas tubuhnya menyatukan miliknya dalam-dalam dan membenamkannya sampai di batas milik Amanda yang menyambutnya penuh kehangatan.


Pria itu mengerang ketika tubuh mereka bersatu dan Amanda mulai bisa menerima miliknya yang cukup besar, seakan menemukan pemiliknya meski sesak di bawah sana..


Zayden tersenyum ketika ia menguasai Amanda dalam gairah, tubuhnya mulai begerak mencari kenikmatan yang bertubi-tubi menghantam dirinya, Zayden menggertakan giginya ketika penyatuan kali ini benar-benar nikmat untuknya, hanya dengan Amanda dia merasakan sensasi yang membuatnya candu dan tak bisa berhenti.


Zayden memompa tubuhnya membawa Amanda melambung ke awan kenikmatan dan bertahan disana, melupakan semua pikiran dan beban yang tertinggal hanya berdua bersama saling memberikan perasaan nikmat yang indah.


Amanda memejamkan matanya ketika wajah dingin Aksa mulai menyapanya, dia menjadi gelisah dan mendekap Zayden sebagai pelindungnya, mungkin dia harus menyerah sekarang, bagaimana pun Zayden adalah suaminya sekarang.


''Sayangku..kau sangat nikmat.''bisik Zayden di sela cumbuannya.


*********


Setelah penyatuan itu selesai, Amanda hanya bisa mengerang penuh sesal ketika seluruh tubuhnya di penuh tanda merah, sampai dia sendiri malu untuk memakai baju lengan pendek.


Sialan Zayden...


Amanda melangkah turun ke lantai satu lalu mengerutkan kening ketika dia mendengar suara ada yang datang dari luar, Amanda melangkah menuju pintu dan membukanya..


Taraaaa..

__ADS_1


''Kak Amanda.''


''Nala.''jerit Amanda terkejut.


__ADS_2