Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Bersikap Dingin


__ADS_3

Zayden membeku...benar-benar kehilangan suaranya ketika dia melihat sosok wanita yang telah dia tiduri tadi siang....pria itu kehilangan kata ketika wanita yang dia sangka penggoda, wanita yang dia sangka seorang wanita murahan yang akan menggoda Nathan sang keponakan justru adalah seorang wanita muda yang bernama Amanda..


Sementara Amanda sungguh tak menduga melihat pria yang telah menyakitinya dengan dalam, membuat luka pada dirinya berdiri dengan tatapan sama terkejutnya..siapa dia sebenarnya,..? Otak Amanda tak bisa berpikir saat ini karna ia terlalu terkejut hingga kehilangan suara...hanya berdiri menatap seperti seorang gadis yang bodoh dan kehilangan pikiran..


Sampai Nathan dan Nayla sama-sama mendekati mereka..Nathan tersenyum lega menemukan Amanda baik-baik saja dia tampak khawatir dengan suara Amanda yang terdengar serak tadi.


''Amanda...syukurlah kau sudah datang...perkenalkan ini paman Zayden..beliau adalah adik Mommy Syakira..dan paman ini adalah Amanda dia adalah adik ipar kak Ana,...putri tunggal tuan Marco Antonio..''ucap Nathan antusias memperkenalkan..


Zayden berdehem, menatap Amanda yang sudah mengeraskan wajahnya...dia bersikap seperti tak pernah ada yang terjadi di antara mereka sebelumnya..


Amanda menunduk, berusaha menekan rasa marah di dalam dirinya, itu artinya paman Zayden sudah salah mengira kalau dirinya adalah Nayla karna jelas perkataannya adalah..berhenti mengganggu keponakannnya dan itu artinya Nathan.


''Senang bertemu dengan anda tuan Zayden..''sapa Amanda bersikap formal.


''Tak perlu memanggil tuan Amanda, kau bisa memanggilnya paman sepertiku dan Nayla..''ucap Nathan sedikit heran dengan sikap Amanda yang cukup dingin.


''Tidak...tapi tuan Zayden bukanlah pamanku...Nathan..''desis Amanda tegas..


Zayden menyipitkan matanya dengan cepat ia mengulurkan tangan ke arah Amanda...


''Baiklah..bukankah kita harus berkenalan secara langsung..''


''Berikan Molly padaku tuan Zayden..'' pinta Amanda mengulurkan tangannya di banding mau membalas uluran tangan Zayden..


Nayla dan Nathan kembali saling menatap penuh arti,...entah mengapa mereka bisa merasakan aura ketegangan di antara keduanya..dan Amanda menyadari tatapan aneh Nathan dan Nayla kepadanya sehingga mau tak mau Amanda membalas uluran tangan Zayden..


Pria itu menatap Amanda dengan begitu dalam...dia gadis yang cantik dengan piyama tidur berwarna merah..ia begitu indah dan cantik..


''Senang bertemu denganmu Amanda...''


''Yah...sama-sama, bisakah tuan Zayden memberikan Molly..''


''Jadi namanya Molly....''ucap Zayden lalu memberikan Molly untuk kembali pada pemiliknya..


Molly lalu melompat dan mendapat pelukan erat dari Amanda hingga terlintas di dalam pikiran Zayden..betapa beruntungnya menjadi Molly...yang saat ini bersandar di pelukan Amanda yang cantik.


''Bagaimana kalau kita makan malam sekarang..''ucap Nayla memecah keheningan disana..hingga yang lain setuju..


Dengan penuh kasih sayang Amanda meletakan Molly hati-hati dan memberinya makan, lalu mencuci tangan dan bergabung duduk berhadapan dengan Zayden..


Amanda tidak memperhatikan tempat duduk tadi walau akhirnya ia mengalah karna Nayla memang harus duduk dengan Nathan..

__ADS_1


Nayla dengan cekatan langsung menyediakan menu hingga Zayden mulai sadar Nayla memang mencintai Nathan dengan tulus..bahkan ia mengambil makanan untuk Nathan..seperti yang di lakukan orang tuanya di rumah sikap yang mesra..


Zayden menghela nafas..


Zayden adalah si sulung dari dua saudara kembarnya Zayn dan Zelina yang saat ini masing-masing sudah menikah, menyisakan dirinya yang gagal dalam percintaan..


Zayden benar-benar patah hati karna penghianatan caroline padanya, hal itu cukup membuatnya merasakan dendam pada semua wanita,....


''Jadi besok kau juga akan pulang Amanda..''ucap Nayla antusias..tentu saja...Nayla akan menjadi temannya disana..Nathan bilang akan memperkenalkan dirinya dengan keluarganya..karna itu Nayla gugup..


''Yah...lihatlah koperku...aku benar-benar siap pulang..''ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca.


Zayden hanya diam dan sedari tadi berfokus untuk menatap Amanda seorang...


''Baguslah...kita bertiga akan berangkat besok pagi...''suara Nathan terhenti ketika Zayden berdehem cukup menyita perhatian..


''Aku pikir aku akan mengunjungi kakak sepupuku, jadi aku akan ikut pulang..''ucap Zayden tiba-tiba..


''Tadi paman tidak mau ikut..''ucap Nathan hanya terkekeh..


Zayden mengangkat bahu, ia tak mungkin bilang dengan jujur kalau kepulangannya karna ia melihat Amanda dan tertarik pada wanita ini...benarkah dia sudah pernah menikah sebelumnya, dengan siapa...lalu pria bodoh mana yang bisa melepas wanita secantik ini...


Nayla menatap dengan mata berbinar..


''Terimakasih paman Zayden..terimakasih..''


Disaat yang sama Amanda menjatuhkan tatapan dinginnya pada Zayden yang tersenyum penuh arti..


''Tapi sebelum pulang, aku harus ke makam Aksa...apa itu tak jadi masalah..''tanya Amanda dengan gugup.


''Siapa Aksa..'' tanya Zayden mengerutkan kening..


Nathan berpikir dia sudah tak bisa menyembunyikan siapa Aksa pada pamannya setidaknya paman harus tau meski harus merahasiakannya dari siapapun termasuk keluarga besar mereka nanti..


''Sebenarnya..dia adalah..''


''Dia suamiku, dia baru saja meninggal sebulan lalu..''sambung Amanda dengan mata yang basah...


Zayden menyandarkan tubuhnya dia begitu terkejut dengan pernyataan Amanda di depan matanya, jadi suaminya meninggal...dan Zayden malah menghinanya di ranjang percintaan mereka..pria itu sungguh terkejut setengah mati...


''Amanda....jangan sedih...''bisik Nayla menyentuh bahu Amanda yang tampak rapuh..

__ADS_1


''Yah....aku benar-benar merindukannya..sangat rindu..''bisik Amanda menundukan kepalanya dalam-dalam...


Untuk sesaat ia tenggelam dalam rasa sedihnya.


''Maafkan aku..''suara Zayden memecah kesunyian yang menyedihkan hingga semua mata memandang kepadanya..termasuk Amanda yang terdiam.


''Mengapa tuan Zayden harus minta maaf..''desis Amanda menaikan alisnya..


''Karna pertanyaanku dan aku tau aku menyebabkan kau sangat sedih.''balas Zayden lembut.


Amanda mengangguk..


''Terimakasih...tapi tidak perlu minta maaf karna memang suamiku yang meninggal...aku baik-baik saja...''balas Amanda memberi batasan..


Zayden mengangguk patuh, untuk pertama kalinya dia patuh pada seorang wanita muda yang baru di jumpainya.


''Baiklah..bagaimana kalau kita mulai mengatur segalanya maksudku adalah besok pagi kita akan sama-sama ke bandara..setelah singgah ke makam Aksa..'' ucap Nathan mulai mengatur perjalanan mereka.


Zayden memajukan tubuhnya..


''Bagaimana kalau kau dan Nayla lebih dahulu membawa barang-barang sementara aku akan mengantar Amanda ke makam suaminya, setelah itu kami akan menyusul ke bandara.''tawar Zayden yang membuat Amanda langsung menolak mentah-mentah usulnya..


Enak saja..setelah apa yang terjadi Amanda tidak ingin berduaan dengan pria mesum ini..dia tak akan membiarkan dirinya jatuh ke dua kalinya..


''Tidak...''


''Ya...''


''Yah.......''


Amanda membeku ketika Nathan dan Nayla menjawab ya...


''Amanda....paman benar, kau akan lupa waktu kalau sendirian ke makam..jadi bersama paman kau akan lebih bisa di awasi..''ucap Nathan...


''Tapi aku...''


''Amanda...kau akan lebih aman bersama paman percayalah..''ucap Nayla membujuk.


''Aku lebih aman...''ulang Amanda tidak rela...


Zayden menajamkan tatapannya.....

__ADS_1


__ADS_2