Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Pernikahan


__ADS_3

Zayden mendekati Amanda dan menyentuh kedua pundaknya, matanya bersinar membara ketika menyadari Amanda sama sekali tak bisa melupakan Aksa, seperti dahulu dia di tinggal kekasihnya Zayden mulai berpikir mungkinkah Amanda akan meninggalkan pernikahan mereka, yah mungkin saja dia menunggu seseorang disana.


''Setelah pernikahan aku tak mau mendengar apapun tentang Aksa atau pria dari masa lalumu.'' sambil berkata Zayden merebut kalung dan cincin pemberian Aksa dan menahannya di udara. Tentu saja hal itu membuat Amanda tidak terima.


''Apa maksudmu Zayden, berikan kalung dan cincinnya padaku.''


''Tidak...semua sudah berakhir Amanda..kau akan menjadi istriku dan aku tak akan membiarkan kau mempermainkan aku dengan masa lalumu...kau dengar itu.'' teriak Zayden murka.


Di genggamnya barang milik Aksa lalu melangkah keluar kamar, tak lupa mengunci dari luar hingga Amanda berseru histeris. Pria gila itu ada apa dengannya mengapa dia bisa melakukan hal sekejam ini mengapa, bukankah dia tak bisa bersaing dengan orang yang sudah mati, lagi pula mereka sudah punya pernjian khusus tentang pernikahan mereka.


Amanda mengerang, percuma saja memukul pintu hanya akan membuat gaduh di luar dan menimbulkan banyak pertanyaan di keluarga mereka, jadi Amanda sudah memutuskan akan menahan semuanya sekali lagi karna mereka sudah berjanji.


Ponselnya kembali berbunyi kali ini ada pesan masuk di sana hingga Amanda mengerutkan kening, dia ingat mendapatkan pesan namun belum sempat membacanya.


Amanda kemudian mengambil ponselnya dan membuka pesan, matanya melebar terkejut menyadari ada sederet pesan aneh dari nomor misterius.


Istriku,


Tidakkah kau merindukanku, aku Aksa..aku masih hidup.


Sontak Ponsel miliknya di lempar kembali jatuh membentuh karpet, astaga apa yang terjadi, siapa yang mengerjainya seperti itu, sementara bunyi pesan terus masuk seperti teror menakutkan ponselnya terus menyala hingga sanggup menggetarkan jantung Amanda.


Gadis itu melangkah jauh ke arah balkon, ia yakin sekali semua ini ada hubungan dengan ibunda Aksa, siapa lagi yang mampu menerornya, Aksa jelas sudah meninggal dia tau itu dan kalau itu Arron tidak mungkin dia menyebut kata istri. Yah..siapapun bisa mengirim pesan bukan jadi yang perlu di lakukan Amanda adalah tenang. dia tidak mau terlalu fokus pada penelfon gelap itu karna, sepertinya ia butuh energi lebih dalam menghadapi Zayden yang posesif, pandangan Amanda tertuju pada ponselnya dia tau harus melakukan apa.


********


Pagi hari


Amanda sudah selesai di rias sebagai seorang pengantin yang cantik, sebuah gaun putih seolah menyamai kulit putihnya, bersinar penuh kharisma.


Di kamar, sudah ada Serena dan Marco yang mengawasi putrinya sedari tadi, yah...meski pada awalnya mereka ingin melihat Amanda menikah setelah lulus kuliah, tapi sepertinya jodoh datang lebih dahulu jadi Marco dan Serena memutuskan menerima lamaran keluarga besar Zayden Steward.

__ADS_1


Marco menatap haru, gadis kecilnya sudah akan menjadi seorang istri..pria itu tak mampu menahan harunya, ketika Serena memeluknya.


''Jangan sedih, mengapa kau seperti ini..bahkan ketika pernikahan Mattew kau tidak menangis.''bisik Serena juga menahan airmatanya.


Marco tertawa di sela airmatanya, ia menoleh pada istri tercintanya dan mengangguk.


''Aku terlalu mencintainya, dia putriku satu-satunya setelah ini dia akan menjadi tanggung jawab orang lain.''


''Dan kau menjadi lega.''


''Lega dan sedih, aku sangat menjaganya dengan nyawaku selama ini..aku lega aku bisa mengantarkannya sampai di pernikahan namun, aku sedih karna keadaan rumah tak akan seperti dulu, kita akan kesepian.'' bisik Marco dengan suara serak.


Serena mengangguk, sebenarnya sedari tadi dia juga menahan airmatanya, namun berusaha dia tahan, karna bagaimana pun ia juga akan kehilangan sosok Amanda yang manja.


Kedua pasangan itu larut dalam haru dan tidak memperhatikan kalau Amanda memandang mereka di dari pantulan cermin, dia tau orang tuanya bahagia, dia tau dengan pernikahan ini akan menutup semua rumor yang akan menyakiti orang tuanya jadi Amanda akan melakukan apapun agar nama baik orang tuanya terjaga.


''Eehm....mengapa tak ada yang memelukku'' suara Amanda terdengar serak.


''Kau sangat cantik putriku.''


Marco seketika meraih Amanda dan memeluknya dengan hati-hati agar tidak merusak gaun pengantin miliknya.


''Amanda, ingatlah satu hal meski kau sudah menikah namun, cinta Mommy dan Daddy akan selalu bertambah kepadamu sayangku.''bisik Marco lembut.


''Tentu saja Daddy, kau akan selalu menjadi cinta pertama dalam hidupku.'' bisik Amanda sedih.


Serena juga melakukann hal yang sama memeluk putrinya,


''Terimakasih Amanda..kau memberikan kami sebuah rasa hormat dengan pernikahan yang cukup membuat kami bangga padamu...kau adalah putri kami yang mampu menjaga nama baik kami sayang.''bisik Serena lembut.


Amanda hanya mampu tersenyum lembut..

__ADS_1


''Mommy dan Daddy...jangan khawatir, aku mencintai Zayden dan kami akan bahagia bersama.''bisik Amanda dengan menenangkan.


Kedua pasangan itu menjadi lega, setelah mengantar Amanda menikah, tugasnya sebagai orang tua sudah selesai.


***********


Janji pernikahan itu telah di ucapkan dengan begitu lancar oleh Zayden di hadapan pendeta, keluarga dan tamu...semua bergembira menyambut pernikahan sempurna yang sama sekali tidak disangka, di bangku khusus keluarga, Alex dan Sherin menghela nafas lega menyadari kalau putranya akhirnya bisa menikah setelah insiden pembatalan pernikahan beberapa waktu lalu.


''Putraku terlihat bahagia.''bisik Alex tersenyum lega.


''Tentu saja..dia menemukan pasangan yang baik dan cantik.''


''Juga muda sepertimu.''bisik Alex melirik Sherin yang tersipu malu.


''Apakah itu sudah menjadi garis keturunan, kalian suka sekali menikahi gadis muda.''


''Tentu gadis muda dan pengertian..aku pikir kami sedikit beruntung.'' senyum Alex menggenggam tangan istrinya yang sangat cantik.


''Yah...kalian sangat beruntung.''balas Sherin menyerah.


Pesta berlangsung meriah tanpa satu pun kendala berarti malam itu juga Nayla dan Nathan mendapat bucket bunga sebagai tanda pernikahan mereka berikutnya...semua keluarga berbahagia dan tentu saja ikut larut dalam pesta, hingga berakhir meriah.


Setelah pesta usai, Zayden dan Amanda melangkah menuju kamar pengantin, suasana yang gugup dan canggung memenuhi keduanya, meski sebelumnya mereka biasa saja.


Zayden melepas jasnya berikut kemejanya karna cukup gerah sementara Amanda melakukan hal yang sama..hingga mereka sama-sama saling memandang...


''Amanda...ini malam pertama kita, jadi aku pikir bagaimana kalau.'


''Jangan mulai lagi Zayden, jangan lupa tentang perjanjian pernikahan kita, kalau tak akan ada yang terjadi di antara kita jika salah satu dari kita menolak...dan aku menolak sekarang.'' balas Amanda sambil melepaskan gaun pengantinnya yang cukup menyiksanya hingga dia keluar dari sana dengan menunjukan lekuk tubuhnya yang indah..


Darah Zayden mendesir menyadari Amanda sangat indah, namun bagaimana cara meminta hak nya.?

__ADS_1


__ADS_2