Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Arron Vs Aksa


__ADS_3

Amanda tidak menyangka kalau ucapan Aksa benar-benar menyakitinya dengan dalam, gadis itu sangat terkejut menyadari Aksa menikahinya untuk menghukum saudara kembarnya..hal itu sungguh menyakitkan hatinya hingga Amanda pikir sudah cukup dia bertahan...bukankah keduanya sama saja...menyakitinya dengan cara yang berbeda..


Amanda bergerak mundur ingin meninggalkan tempat itu namun Aksa mengerjarnya dan menarik tangan Amanda hingga tubuh Amanda berbalik padanya...


Aksa mengerang ketika melihat airmata menumpuk di mata Amanda...dia terluka...


''Amanda..bukan itu maksudku aku mohon jangan pergi..''


''Lepaskan dia Aksa..kau sama sekali tidak pantas untuk mendekatinya...''


Arron menarik lengan Aksa hingga ia terpaksa melepaskan Amanda dan tubuhnya juga terdorong ke belakang...Arron mendorongnya cukup kuat...


''Arron....dia istriku...''teriak Aksa tidak terima..


''Jangan lupa kau merebut kekasih adikmu sendiri...seharusnya akulah yang menikahi Amanda dan bukan dirimu...''teriak Arron marah..


Arron mendekati Aksa dengan tatapan membunuh, hatinya teramat sakit menyadari Aksa telah menghianati persaudaraan mereka..


''Taukah kau betapa aku menjaga Amanda selama ini...aku sangat mencintainya, lalu kau datang hanya untuk merebutnya,..beraninya kau melakukannya...''


Arron tak bisa menahan emosi..jemarinya terkepal dengan kuat mendekati Aksa dan mulai memukul Aksa dengan keras...yah...Arron begitu hancur menyadari dirinya yang datang pada orang tua Amanda untuk mengakui cintanya yang besar sampai ia rela untuk di hina keluarga Amanda...namun karna cintanya Arron tidak goyah sedikitpun,...ia sungguh mencintai Amanda dengan sangat besar dan tak pernah membayangkan kalau Amanda akan menjadi milik Aksa..


''Aaarrrgghhh....''


Sebuah pukulan telak menghantam dada Aksa hingga tubuhnya jatuh tersungkur...Amanda menjerit keras menyadari Aksa sampai mem*ntahkan darah dari mulutnya..ketika Arron ingin kembali menghajar Aksa...Amanda brlari dan menghalangi ketika Arron ingin menendang saudaranya..


''Arron....jangan.....''tangis Amanda gemetar..


''Mengapa kau justru membelanya Amanda..mengapa..''teriak Arron murka..


''Dia memang bersalah..tapi kau akan membunuhnya jika terus memukulnya Arron....ingatlah dia saudaramu..''


''Saudara...kau bilang saudara Amanda...apakah semua itu tidak terlalu berlebihan..''


Mata Arron basah oleh airmata..dia mendekati Amanda dan memegang bahu Amanda..


''Apa kau mulai menyukainya Amanda....tau kah kau dia sudah memisahkan kita....tak ada saudara yang merebut milik saudaranya tidak ada....aku membencinya...satu-satunya perasaan yang kupunya untuk Aksa adalah rasa benci....beraninya dia merebut hal yang berharga bagiku..kau tau bagaimana aku menunggumu Amanda....aku mencintaimu...''


''Tapi kau meninggalkan aku...kau pergi cukup lama....jika kau tidak ingin menikah mengapa tak jujur saja..kau pergi dan Aksa yang harus menanggung segalanya...Arron semua sudah terjadi.....aku tidak mencintai siapapun di antara kalian karna kehadirannku akan menjadi sumber api di antara kalian....''isak Amanda begitu sedih..


''Jadi kau akan menceraikan Aksa...dan kembali pada orang tuamu..''


Amanda mengangguk...


''Yah.....aku akan melakukannya...''


Aksa yang babak belur mencoba untuk bangkit...


''Aku tak akan menceraikanmu Amanda.....aku tidak akan melakukannya...jangan lupa kau adalah istriku....dan mungkin saat ini kau sedang mengandung anakku....''


''Anak.......''ucap Arron dengan suara yang terputus...


Ia menoleh murka..melangkah mendekati Aksa dengan airmata yang jatuh...


''Kau licik Aksa....dan kau pikir kau akan memiliknya....''

__ADS_1


''Arron......dia milikku tak ada yang bisa memisahkan kami..''


''Bagaimana kalau kematianmu..''desis Arron dingin..


''Apa....''


Amanda dan Aksa terkejut,...


''Arron jangan berpikir.........''


Dor..........


Amanda membeku mendengar suara tembakan yang cukup keras hingga ia membeku...


Seperti mimpi ia melihat tubuh Aksa jatuh membentur pasir dengan mata tertutup dan wajah penuh darah...


''Tidak...............'' tangis Amanda pecah saat itu juga....


*************


Di rumah sakit.......


Nathan juga orang tua Aksa dan Arron tak jauh dari sana menangis tanpa henti..mereka berdiri di depan ruang operasi tak jauh dari sana ada Amanda yang masih bingung dengan apa yang terjadi...


bagi Nathan ini adalah hal yang kebetulan karna Arron adalah saudara kembar Aksa...ia benar-benar terkejut.


Beberapa polisi tampak hadir untuk meminta keterangan...ada dua luka tembakan di dada Aksa....jadi sulit baginya untuk selamat...


Sementara Arron berdiri sedikit jauh...ia tampak syok sendiri karna telah menembak Aksa dengan membabi buta karna rasa cemburu...


pria itu tertunduk dengan airmata yang menetes..


''Amanda sayang, semua akan baik-baik saja...''bisik Nathan menenangkan Amanda yang syok...


Amanda memejamkan matanya ketika airmatanya mengalir lagi dan lagi..


''Dia akan mati....''ulang Amanda dengan suara yang tercekat.


''Tidak....Aksa adalah pria yang kuat dia pasti selamat..''


''Oh...ini kesalahanku....ini salahku...aku hadir di antara mereka dan menjadi sumber perpecahan keduanya...ini salahku..''bisik Amanda begitu sedih..


Nathan harus mendekapnya lebih erat dari sebelumnya karna tubuh Amanda gemetar....


''Ssstt....semua akan baik-baik saja Amanda..tenanglah...''bisik Nathan menenangkan...


Sementara Amanda hanya mampu memejamkan matanya...ia berusaha mengendalikan dirinya sendiri...terhadap perasaannya yang terpukul...


Satu jam, dua jam, tiga jam,....


Akhirnya kamar operasi terbuka, seorang dokter keluar dari sana dengan kerutan di dahinya..


Orang tua Aksa dan Arron juga sudah hadir disana juga Arron dan Amanda dan Nathan langsung mendekati dokter dengan rasa penasaran yang tinggi...


''Dokter...bagaimana kondisi putraku..''tanya sang ibu Arron dan Aksa yang terus menangis..

__ADS_1


''Pasien sadar dengan cepat, aku tak bisa bilang ini adalah berita baik tapi dia ingin bertemu istrinya....''


Hening...


Semua mata melihat ke arah Amanda...


''Dia ingin menemuiku Dokter..''


''Yah,.....sejak sadar dia terus memanggil nama istrinya Amanda...''


''Baiklah..'' jawab Amanda patuh..


********


Amanda tak mampu menahan tangis ketika memasuki ruang observasi...dari jauh dia bisa melihat tatapan Aksa yang tampak lekat..


Jemari Aksa terulur ketika Amanda mendekatinya...


''Aksa.........''


''Amanda.......''


''Syukurlah operasinya berhasil....kau akan pulih....Aksa..aku berjanji akan memberimu kesempatan untuk melanjutkan pernikahan kita...setelah sembuh mari kita berdua menghadapi orang tuaku........aku akan...''


''Maafkan aku Amanda.....''suara rintihan lirih itu membuat Amanda membeku...


''Aksa.....''


''Aku merasa tak kuat.....''


Airmata Amanda berguguran...


'Yah...kau akan menjadikan aku janda...jangan bicara yang aneh Aksa....kau harus kuat bukankah aku menguatkanmu...Aksa........''


Aksa menarik nafasnya yang sudah berat......


menggenggam tangan Amanda sekuat yang dia bisa meski ia mulai kehilangan tenaga,...


''Amanda....mari bertemu lagi di kehidupan lain dan aku berjanji akan memperlakukanmu lebih baik....aku akan menjadi temanmu lebih dahulu dan mendapatkan kepercayaanmu...''


''Tidak....Aksa...jangan bicara begitu...''


Hening....


''Bisakah aku memelukmu Amanda....aku mulai kedinginan...''


''Metode skin to skin.....apa kau mau mengingat betapa licik dirimu...''goda Amanda dengan sedih..


''Aku minta maaf...karna mungkin kita tak akan pernah melakukannya lagi........''


''Aksa jangan bicara seperti itu...''


Amanda lalu berhambur memeluk Aksa dengan hati-hati....membiarkan airmatanya mengalir lagi dan lagi....


''Aku mencintaimu Amanda sayang, selamat tinggal istriku...''

__ADS_1


Tittttt..............................


''Tidak.......Aksa......''jerit Amanda histeris........


__ADS_2