Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Rumah Kita


__ADS_3

3 hari kemudian, setelah melewatkan waktu bersama dengan keluarga dan melewatkan perpisahan yang penuh dramatis akhirnya Zayden membawa Amanda ke rumah yang telah dia beli beberapa waktu lalu, rumah yang sama yang telah dia tunjukan kepada Amanda, meski Amanda sedikit kesal namun mau bagaimana lagi, setelah menikah dia harus mengikuti suaminya karna itulah yang seharusnya,


Amanda dan Zayden berdiri di hadapan sebuah ruang tamu, dan pria itu lalu menatap Amanda dan berdehem,


''Amanda, aku menyerahkan semua pengaturan rumah padamu, terserah kau mau mengatur bagaimana aku ikut saja.''


''Baiklah kalau begitu.''


Amanda mengangguk sambil melayangkan pandangan ke sekelilingnya wanita itu lalu menghela nafas sebentar, dia melirik Zayden yang memberi instruksi pada beberapa pelayan di untuk meletakan barang-barang sambil memperhatikan, rasanya seperti mimpi ketika sebuah foto pernikahan berukuran besar di letakan di tengah ruangan, Amanda memejamkan mata sesaat pernikahan ini seperti mimpi baginya baru kemarin rasanya dia menjadi istri Aksa lalu suaminya meninggal dan Amanda juga langsung menikah dengan seorang Zayden Steward yang merupakan anak dari teman bisnis orang tuanya. berbicara tentang pernikahan ia sungguh merasa beruntung karna sampai saat ini orang tuanya tidak mengetahui rahasia pernikahannya terdahulu, semua ini tentu saja karna Zayden. Amanda terus memandang Zayden dan tanpa sadar ketika pria itu berbalik keduanya bertatapan tajam.


Zayden tersenyum lembut mendekati Amanda yang bergerak mundur menghindarinya, sampai istrinya membentur dinding di belakangnya, tubuh Zayden yang tinggi dan kokoh melingkupinya hingga wajah Amanda merona merah.


''Mengapa kau menatapku Amanda, apa kau mau bicara sesuatu.''


''Tidak apa maksudmu, aku tidak mau mengatakan apapun.''ucap Amanda dengan wajah merah padam.


Ketika wajah Zayden semakin dekat padanya Amanda semakin gugup,

__ADS_1


''Zayden apa yang kau lakukan..ada banyak pelayan.''


Muach...


Zayden mengecup bibir Amanda dengan ringan lalu terkekeh menikmati wajah malu Amanda yang di tatap oleh para pelayan,


''Kau....''


Amanda ingin memukul dada Zayden namun pria itu malah menekan tangannya naik ke atas kepala hingga Amanda semakin frustasi.


''Aku tak perlu malu Amanda, kau adalah istriku yang sah jadi aku pikir aku akan mengabaikan tatapan mereka.''


''Sssst...jika kau sekali lagi menentangku aku akan kembali mencium mu kali ini lebih panas.''


''Baik aku menyerah...''


Amanda merasa lega ketika Zayden akhirnya melepaskan dirinya, wanita itu berdehem menetralisir rasa gugupnya..

__ADS_1


''Aa...aku akan ke kamar dan mulai menata barang-barang yang lain, dan kau ikut aku.''titah Amanda dengan cepat


Zayden akhirnya menurut dan membiarkan Amanda melangkah ke lantai dua, pria itu tersenyum masih memandang Amanda sebelum masuk ke dalam lift,


Mengapa dia cantik sekali...batin Zayden merasa lega, akhirnya dia punya istri sekarang.


************


''Tuan Zayden terlihat sangat mencintai nyonya...''ucap sang pelayan barunya yang bernama Nira.


Amanda menatap Nira dengan lekat, dia terlihat seperti gadis yang begitu lugu.


''Yah....begitulah kami baru menikah...Nira tolong letakan semua perhiasan dan makeup ku terpisah, dan tolong hati-hati Nira, itu perhiasan dari orang tuaku.''


''Baiklah nyonya.''jawab Nira patuh.


Dan ketika Amanda melangkah ke atas ranjang, sebuah pesan masuk dari seseorang yang misterius...Amanda membaca pesan itu dan membeku.

__ADS_1


Amanda ini aku, Aksa jika kau tidak percaya temui aku besok di alamat yang akan aku kirimkan.


Amanda begitu syok menatap isi pesan itu...


__ADS_2