Kau Harus Menjadi Milikku

Kau Harus Menjadi Milikku
Merasa Marah


__ADS_3

Zayden hampir menyerah karna seharian ini dialah yang mengantar Amanda berkeliling dari satu butik ke butik lainnya, bayangkan Amanda tidak merasa lelah sedikitpun, hal itu sekaligus menjadi pertanyaan di dalam kepalanya, mengapa pada wanita suka sekali menghabiskan waktu untuk berlama-lama memilih belanjaan, mengapa tidak menentukan pilihan dengan cepat dan pulang atau melakukan hal lain tidakkah melelahkan jika melihat satu barang membutuhkan waktu beberapa jam.


Astaga...


Setelah berkeliling sampai sore hari, mereka sampai dengan dirumah dan anehnya Amanda tidak merasa kelelahan sedikitpun padahal Zayden sangat lelah,


Amanda sampai di kamarnya dan Zayden mengikutinya dari belakang, memandang Amanda yang sedang mengeluarkan dress miliknya yang begitu indah awalnya Amanda tampak antusias mencobanya dan Zayden sabar menunggu di sofa sambil membaca pekerjaan di ponselnya.tak lama kemudian Amanda keluar dari ruang ganti dengan wajah kesal seraya melemparkan dress miliknya ke lantai padahal dress itu sudah sesuai ukurannya, apalagi besok dia akan menghadiri pesta ulang tahun teman kampusnya astaga, sekarang bagaimana, Amanda menghela nafas lemah.


''Ada apa dengan wajahmu, mana dres yang kau beli tadi.''tanya Zayden sekaligus mengejutkan Amanda yang tidak menyangka pria ini ada di hadapannya.


''Mengapa kau tidak kembali ke kamarmu.'' lirik Amanda jengkel.


Zayden hanya menggeleng bingung,


''Kau memintaku melihat apakah gaun itu pas untukmu atau tidak, bagaimana kau bisa lupa kebaikan ku dalam waktu singkat.'' Zayden protes.

__ADS_1


Amanda mengerang lalu melangkah dan duduk tak jauh dari Zayden.mereka kembali saling memandang.


''Gaun itu kurang cocok denganku, ukuran tubuhku sedikit berbeda dari sebelumnya hal itu membuat ku marah.''ucap Amanda sedih.


''Kapan terakhir kau membeli gaun.''


Amanda mencoba mengingat,,


''Sekitar bulan lalu belum terlalu lama aku terakhir kalinya membeli gaun, ah aku malas sekali moddlku sangat buruk jika kau bertanya tentang ukuran,sudahlah aku ingin tidur.''


''Mengapa.kau sangat cantik Amanda.'' desah Zayden seraya mendekatkan wajahnya dan sedetik kemudian pria itu mendekatkan bibirnya, Amanda tak tau kalau di detik yang sama Zayden langsung melum** bibir Amanda yang mereka sempurna dan manis.


Amanda tampaknya kelelahan karna jalan-jalan tadi, sementara Zayden menolak melewatkan kesempatan jadilah dia membawa Amanda untuk memuaksan dirinya dia tidak bersalah bukankah Amanda adalah istrinya.


Zayden tersenyum menang.

__ADS_1


😘❤️❤️❤️❤️😘


Sementara di sebuah ruangan, tampak seorang pria duduk di kursi ternyaman baginya, tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu dan akhirnya membukanya dengan hati-hati begitu berhadapan dengan mata dingin milik sang pria...ia lalu meletakan sebuah foto milik Amanda dan mulai membacanya.


''Beraninya dia menikah denga pria lain...beraninya dia menghianatiku.''teriak sang pria dengan gertakan gigi..


''Itulah yang terjadi tuan.''


Pria itu menoleh dengan murka...


''Pancing dia untuk menemuiku besok, apa...kau mengerti aku tak akan melepaskan dirinya.''


''Baik tuan semua akan terjadi sesuai yang kau inginkan, dia akan datang padamu tuan...itu janjiku.''jawab anak buahya tanpa ragu.


''Bagus...aku tak sabar lagi untuk menunggu besok.''desis pria itu mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2