
Arron begitu senang ketika dia menatap mata Nala yang cantik, jika di pikir-pikir Nala sangat manis walau sedikit tomboy namun gadis itu benar-benar manis, dan sekarang Nala berubah menjadi gadis yang begitu dewasa dan mempesona.
''Baiklah aku akan menemuimu setelah mengantar Aksa pergi, terimakasih Nala.''
''Yah.''
Keduanya saling melemparkan senyum, dan masih sempat melihat ketika tubuh Aksa di bawa keluar dari dalam mobil dalam keadaan pingsan, hal itu membuat Arron hanya mampu menghela nafas.
''Baiklah, aku harus pergi semoga aku tidak memukul Aksa terlalu keras.''ucap Nala sedikit menyesal.
''Tidak dia akan baik-baik saja, aku akan mengantarmu.''
Arron mengantar Nala sampai ke pintu mobil, lalu melambaikan tangan ketika gadis itu meninggalkan lokasi tempat pertemuannya dengan Arron. Pria itu tersenyum kemudian membalikan tubuhnya melangkah mendekati pintu dimana tubuh Aksa tergeletak disana atas ranjang kecil, Arron lalu masuk disana dan menutup pintu dia harus cepat membawa Aksa pergi atau Zayden akan membunuh saudaranya kembarnya, sebenci apapun Arron tapi Aksa tetaplah saudara kembarnya jadi dia tidak tega melihat Aksa terbunuh, dulu dia melakukan kesalahan dengan menembak Aksa, tapi dia lupa Aksa seorang mafia yang pintar meski masih muda. sedangkan Arron hanya pengusaha biasa dia tidak jujur dan licik seperti Aksa.
''Tuan Arron, kapal sudah tiba apakah kita harus membawa tuan Aksa sekarang.'
Arron menurunkan pandangan dan menatap Aksa yang masih tertidur lelap dan tersenyum,
''Yah,....semoga dia mengerti aku melakukan semua ini untuk hidupnya aku tak akan pernah membiarkan Aksa mati di tangan musuhku sendiri.
''Baik tuan Arron.''
Atas intruksi Arron, tubuh Aksa yang tidak sadar di bawa ke sebuah mobil mereka lalu meninggalkan lokasi persembunyian itu dan melangkah mendekati sebuah pantai yang sudah cukup sepi. sebuah kapal sudah bersandar dan akan membawa tubuh Aksa pergi ke luar negri, ada keluarga mereka disana termasuk ayah dan ibu mereka yang sudah di sembunyikan demi keamanan.
Arron lalu memerintahkan anak buahnya menurunkan Aksa dan membawanya masuk ke dalam kapal, dan ketika Arron akan segera turun kapal.
''Arron.....''
Pria itu membeku ketika mendengar suara Aksa yang terdengar merintih.
seketika itu juga Arron menoleh tajam dan menatap Aksa yang terlihat begitu tersiksa,
''Tolong aku Arron...aku haus sekali.''
Arron menghela nafasnya, pria itu lalu mengambil air di botol mineral dan memberikannya kepada Aksa yang sedang merintih dan membantu meminumkannya.
''Apa kau baik-baik saja, Nala memukulmu dengan keras.''
Aksa menganggukan kepalanya, gadis gila itu mulai sekarang Aksa tak akan melepaskan dirinya.
''Kepalaku begitu sakit.''rintih Aksa mengerang.
''Nala gadis yang tomboi tapi dia sangat tulus, dan aku minta maaf atas semua yang terjadi.''
Aksa mengangguk dia menatap Arron dengan pandangan tajam.
__ADS_1
''Apakah kau akan membawaku keluar negri.''
''Ayah dan ibu menunggumu disana, hiduplah dengan tenang Aksa, lupakan Amanda dia sudah menikah.''
Aksa mengangguk patuh...
''Aku menyesal sekarang.''suaranya terdengar berat.
Arron menoleh padanya,
''Aku minta maaf karna aku menembakmu di pantai waktu itu.''
''Aku minta maaf menyembunyikan kematianku Arron, aku harap kau mengerti kalau aku hanya sediikit marah..''
''Aku mengerti Aksa..baiklah saatnya berangkat.''
''Apa kau akan turun.''tanya Aksa bangkit berdiri.
''Yah...kita harus berpisah disini Aksa.''
Aksa tersenyum,
''Bisakah aku memelukmu adik kembarku.''
Arron membeku, namun mengangguk. Sementara itu Arron mendekati Aksa dan memeluk tubuh pria itu dan merengkuhnya agar mereka saling memeluk, sinar mata Aksa membara.
Zayden menatap Amanda dan Nala bergantian, ia sangat curiga karna Aksa hilang tanpa jejak dan menurut anak buahnya Aksa sudah di bawa keluar negri oleh Arron, meski Zayden bisa bernafas lega namun dia masih kesal dia ingin sekali ,menghajar Aksa kalau perlu membunuhnya.
''Jangan melotot begitu paman.''ucap Nala dan juga Amanda yang menggoda pria dari keluarga Steward itu.
Zayden mendekati dua wanita yang di cintainya dengan tatapan sedikit kesal, peristiwa ini sudah sebulan lalu namun dia masih marah.
''Katakan padaku, apakah kau sedalam itu jatuh cinta pada Arron hingga kau melindungi kakak iparmu.''tanya Zayden tajam.
Amanda tidak tega ketika Nala di serang,
''Eeih...sayang...jangan begitu, sudah satu bulan keadaan sudah baik-baik saja Aksa telah pergi, bagaimana pun aku senang Arron yang melakukan semua ini apa kau tau.''
''Amanda.''
''Yah..bayangkan saja jika waktu itu Arron tidak membawa Aksa pria itu sudah terbunuh, dan anakku akan menanggung beban.''ucap Amanda mengerucutkan bibirnya.
Hal itu membuat Zayden gemas, pria itu menarik tubuh Amanda mendekat dan menciuminya,
''Baiklah aku menyerah dan minta maaf sayang, juga pada anakku.''bisik Zayden mencium perut Amanda yang membesar.
__ADS_1
Ini adalah kebahagiaan terbesar bagi Zayden, dia sudah mendengar detak jantung anaknya dan hal itu sungguh membahagiakan, kini kandungan Amanda sudah lebih besar dan hari ini dia di ijinkan untuk pulang dari rumah sakit dan bersamaan dengan itu Nala memutuskan tinggal sendirian di kota lain untuk beberapa saat karna dia harus menjalani sebuah penelitian tentang kuliahnya.
''Baiklah masalah tentang Aksa selesai sampai disini tapi Nala untukmu apakah kau tidak berpikir untuk menerima kembali Dava, hari ini dia terbang menuju ke kota ini.''ucap Zayden memberi penjelasan.
Nala memincingkan matanya, dia tersenyum misteri.
''Aku pikir aku akan memutuskan beberapa hal paman tentang hubunganku dan Dava, tapi ada yang ingin aku tanyakan pada paman dan juga pada Amanda.''
Pasangan suami istri itu saling menatap.
''Apa maksudmu, bertanyalah.''
Nala sedikit berdehem gugup..
''Kalian tidak keberatan bukan kalau suatu saat aku dan Arron punya hubungan.''
Zayden dan Amanda saling menatap.
''Apa kau benar-benar serius Nala, kau tau Aksa masih bisa kembali bagaimana kalau kau memutuskan hubungan dengannya saja itu lebih baik.''ucap Zayden memberi peringatan.
Amanda pun memijit pelipisnya menjadi tidak enak karna semua kerumitan ini terjadi karna dirinya..
''Nala...aku tau kalau kau sudah menyukai Arron sejak dulu tapi bagaimana kalau kau benar-benar menyelidiki hatimu...aku ingin kau benar-benar jatuh cinta pada pria yang tepat yang benar-benar mencintaimu karna rumah tangga itu tidak sebentar namun selamanya.''
Nala pun tersenyum..
''Aku mengerti segalanya Amanda, lagi pula aku masih muda...aku harus memilih yang terbaik..Arron juga sangat sopan kepadaku dia sangat menghormati paman dan Amanda.''
Mata Nala tak tahan untuk tidak berbinar ketika membicarakan Arron hingga Amanda hanya mampu terdiam, ketika dia melihat cinta yang besar dari dalam diri Nala untuk Arron semoga saja semua baik-baik saja.
''Jangan khawatir Amanda, smua akan baik-baik saja.''
''Baguslah.''
***********
Nala keluar dari rumah sakit dan sedikit terkejut ketika ada pesan masuk dari Arron.
Selamat siang Nala,
Semoga harimu menyenangkan, aku sedang berada di sebuah Cafe bisa mampir sebentar kita bicara.
Arron.
Nala tak mampu menahan dirinya, ia tersenyum penuh cinta,.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️