Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 13


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Kini Berlin berada dalam perjalanan pulang, ia tidak ingin ayahnya mendapatkan dirinya tak berada di rumah.


Kriiit...chiiiit


Suara decitan rem mendadak yang dilakukan seseorang, mobil Tiara dengan terpaksa juga melakukan rem dengan mendadak.


Tiara diam ditempat, ia menunggu orang yang melakukan itu turun dari mobil. Pengendara mobil yang menghalanginya pun turun, terlihat disana tiga orang pria dengan baju formal hitamnya menghampiri dirinya.


Tok...tok...tok


Kaca mobil Tiara diketuk dengan cukup keras, Tiara pun menurunkan kaca mobilnya dan menatap dengan datar ke orang yang berani mengganggunya.


"Nona muda, maaf telah membuat anda kaget, tuan besar mencari anda dan ingin anda segera pulang!" Ucap bodyguard suruhan sang papa.


Papanya memang begitu, terlalu posesif atas kebebasan dirinya. Padahal ia hanya pergi sebentar tidak sampai jam tengah malam pulang sudah dicari dengan banyak bodyguard seperti ini.


"Baiklah!" Jawab singkat Tiara dan kembali menaikkan kaca mobilnya.


1


Bodyguard itu langsung berlari ke mobilnya, mobil hitam itu segera berputar meluruskan agar nona mudanya dapat menjalankan mobilnya lebih dulu.


Tiara pun paham akan hal itu, ia melajukan mobilnya dulu dan diikuti oleh mobil hitam Pajero di belakangnya. Terlihat Tiara sesekali menghela nafas menetralkan debaran jantungnya karena takut jika sudah sampai dirumah pasti ayahnya marah padanya.


......................


Sesampainya dirumah, sang ayah langsung menatapnya dengan sangat tajam, mengimitasi dengan tatapan posesif nya.


"Dari mana?" Tanya sang ayah.


"Ah itu cuman ke cafe!" Jawab Tiara yang sedikit menggigil.


"Tau jam berapa hmmm..." Tanya sang ayah dengan lembut namun penuh penekanan.


"Ma-maaf yah!" Tiara langsung menunduk takut, mata tajam sang ayah menyiratkan bahwa lelaki tua itu sedang menahan amarah.

__ADS_1


"Kamu tau kau itu seorang wanita dan aku tidak ingin anak ku bermain dengan liar diluaran sana!" Ucap Rahman yang terlihat begitu khawatir.


Tiara hanya dapat menunduk, ia tau bahwa dirinya salah tapi ini tidak terlalu malam kenapa sang ayah begitu mengkhawatirkannya.


"Masuk kekamar mu, mulai besok papa akan menyuruh bodyguard papa untuk menjaga mu!" Ucap Rahman yang tak ingin dibantah.


Tiara hanya dapat mengangguk lemas, ingin sekali ia menolak tapi mau bagaimana lagi sang ayah begitu tegas dalam mengambil sebuah keputusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain, disebuah gedung lama, terdapat begitu banyak korban yang berserakan, bahkan tak sedikit banyak anggota Peter yang cukup terluka parah.


"Ak-ku a-ka-an mem-balas-mu!" Ucap terbantah-bantah Ardes.


Pria itu sudah berlumuran darah, dimana terdapat dua tusukan pisau di dada dan perutnya. Bahkan anggotanya saja tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena ketuanya sudah tergeletak tak sadarkan diri.


"Bagaimana, apa kalian tetap ingin melawan hah!" Teriak Juan saat itu.


Seketika anggota Ardes mundur beberapa langkah untuk sedikit menjauh.


"Sekarang kalian dikepung, tapi ingat jika kalian menyerah maka kalian akan selamat dan begitu sebaliknya!" Sambung Juan dengan mata tajamnya menatap sekelilingnya.


"Jadi anggota ku dan besok kalian bisa melakukan sumpah!" Instruksi Peter yang to the point.


"Siap ketua!" Jawab mereka semua secara serentak.


Peter tersenyum miring, ia begitu dengan mudahnya mendapatkan anggota dan mungkin besok ia juga akan mengambil anggota yang lain sebagai tambahan nya.


"Hilangkan jejak, aku tak ingin sedikit pun jejak tersisa!" Tintah Peter yang langsung pergi bersamaan dengan Juan yang berada di belakangnya.


"Baik ketua!" Jawab serentak mereka semua namun dengan badan yang gemetaran.


Peter berjalan meninggalkan gedung lama itu, ia menaiki mobil yang sudah siap menunggu didepan dengan pintu yang sudah terbuka.


Peter naik dan langsung memejamkan matanya, mobil pun melaju meninggalkan tempat kejadian perkara itu.


"Apa sudah menemukannya?" Tanya Peter dengan datar.

__ADS_1


"Aku mendapat informasi bahwa nona Amora berada di Tiger and blue, tapi sepertinya nona Amora menjadi pemuas nafsu tuan foner!" Jelas Juan dengan tegas.


"Selidiki lagi!" Ucap datar Peter.


Peter Aril Coldas, pria itu tidak akan melepas miliknya sebelum ia mengetahui secara menyeluruh tentang barangnya, gadis yang bernama Amora adalah wanita yang dulu sangat ia jaga dan sayangi, tapi setelah kejadian dimana gadis itu menembak tepat di jantungnya membuat hatinya menjadi dingin.


Ia sebenarnya tak peduli pada gadis itu setelah ia menemukan gadis yang bernama Tiara, tapi ia adalah orang sebelum ia mendapatkan semuanya maka hal itu tak akan terselesaikan kapan pun itu.


"Lalu nona Tiara?" Tanya Juan yang berusaha hati-hati dalam memilah ucapan.


Peter menatap tajam pada asistennya itu sekaligus tangan kanannya, ia begitu tidak suka orang yang begitu mencampuri urusan hidupnya apalagi bawahannya.


"Ah maafkan aku tuan!" Ucap Juan yang langsung menunduk takut.


Ia langsung berputar badan menatap kedepan, berusaha tetap santai meski saat ini hatinya begitu kacau.


...****************...


Gadis yang bernama asli Raya putri Indra fael dan selalu dipanggil dengan Ria, memiliki keluarga yang cukup harmonis, namun satu yang bikin Ria harus menutupinya.


Ia memiliki seorang kakak tiri yang dimana memiliki sifat yang bertimbal balik dengan ibu tirinya.


"Baru pulang, udah berapa dapet!" Suara yang begitu menyakitkan.


"Mengaca dulu!" Sentak Ria yang langsung berlari menaiki tangga.


"Apa yang kau bilang hah!" Teriak nya.


Kak tirinya bernama Ciko, pria yang berumur baru 20 tahun, masih menjalankan kuliah semester satu, begitu membenci Ria yang tak tau apa sebabnya, mamanya dan papanya Ria menikah 5 tahun yang lalu.


Zayn Treciko dewa adalah nama panjangnya, ia begitu tak menyukai adek tirinya karena adeknya begitu manja dan satu lagi yang ia benci adalah, kini sang mama begitu menyayangi adeknya ketimbang dirinya.


Satu hal yang ia benci adalah, dirinya di paksa untuk harus terus berprestasi demi hanya sebuah kebanggaan dari sang ayah tiri, dirinya terus dipaksa untuk menjadi juara satu apapun itu.


Kejamnya hidupnya membuat dirinya semakin benci dengan semua orang termasuk sang mama, tak ada kepercayaan dari dirinya untuk orang lain dan ia hanya percaya pada dirinya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


Kini Tiara sudah berada di kamarnya, ia duduk dimeja belajar dengan wajah kesalnya, padahal ia sudah berusaha menutupi penampilan demi tak terlihat terlalu mencolok dan kini sang ayah malah memberikan dirinya seorang bodyguard yang membuat dirinya pasti akan menjadi sebuah pusat perhatian semua orang.


Terlebih semua orang hanya tau bahwa dirinya hanya seorang siswi biasa yang mengandalkan beasiswa termasuk sahabatnya juga berpikir begitu.


__ADS_2