
...☘️ Reading book ☘️...
Brakkk...Ting...prang
Kini disebuah rumah yang sangat mewah dengan interior yang begitu elegan dan mewah, dua orang pria saling bersitatap tegang.
Bagaimana tidak, selama ini ia sudah berusaha menghalangi dan bahkan menutup-nutupi kepergian gadis yang membuat anaknya itu terus mencari-cari nya dengan kekuasaannya.
Dia Coldas, Pria paruh bayah yang sudah setengah abad lebih, pria itu sedang sangat marah dengan informasi yang diberikan oleh orang bawahannya yg untuk terus mengawasi Peter.
Gelas yang berisi wine dia lemparkan begitu saja dengan emosi yang menggebu-gebu, Asistennya itu terus meringkuk ketakutan, bagaimana pun Coldas sangatlah sulit untuk diredakan.
Coldas marah saat anaknya ternyata sudah menemukan Tiara, bahkan kini sudah berada di Kolombia 3 hari dan ia mendapatkan informasi sekarang, sungguh bikin emosi bukan.
Ia selama ini terus berusaha menutupi kepergi Tiara, bahkan saat gadis itu menggunakan pesawat saja sudah ia urus semuanya dari cctv dan bahkan jejak-jejak tentang Tiara.
Ia melakukan ini demi agar anaknya bisa menikah dengan orang pilihan nya, namun apa... semuanya malah berakhir sebelum Peter menerima perjodohan ini.
"Ma-maaf saya tuan...ter-ternyata bawahan tu-tuan Peter bergerak begitu cepat!" Ucap asistennya yang terus menunduk.
"Dasar lelet, ck...percuma saya menggaji kalian, tapi cara kerja kalian begitu lelet!" Sentak Coldas dengan mata merah menahan amarah.
"Tapi sekarang tuan Peter akan kembali ke Indonesia dengan membawa nona Tiara!" Ucap asistennya.
"Sial...huh...ku pastikan gadis itu mati ditangan ku!" Geramnya dengan kepalan tangan yang mengeluarkan semua uratnya.
Asistennya hanya mampu menelan salivan kasar, jika tuan nya itu sudah berkata seperti itu maka itu semua akan terjadi, ia hanya memohon agar gadis itu tetap baik-baik saja setelah berada disini.
...****************...
Kini Peter dan Tiara sudah berada di dalam pesawat pribadi Peter, terlihat Tiara hanya diam menatap keluar seakan tak rela meninggalkan tempat yang cukup lama ia kediami.
__ADS_1
Beberapa pramugari terus mondar mandi hanya untuk memastikan semuanya aman dan terkendali.
"Tuan apa anda mau sesuatu?" Tanya salah satu pramugari yang membawa meja kecil.
"Kamu ingin sesuatu?" Kini Peter malah bertanya kepada Tiara tanpa menghiraukan pertanyaan dari pramugari yang dari tadi menunggu jawaban.
Tiara terdiam sejenak dan matanya menatap kearah Peter dan pramugari itu, meski pramugari itu memperlihatkan senyumannya tapi itu hanya palsu terlihat jelas itu sebuah kecemburuan.
"Es krim, apa disini menyediakan es krim?" Tanya Tiara asal, toh...ia ingin mengerjai mereka semua, kemungkinan disini kan enggk ada es krim jadi ia harus meminta yang tak ada disini dong.
"Kau dengar itu!" Kini tatapan Peter beralih pada pramugari itu dengan tatapan tajam.
"Ba-baik tuan, sebentar akan saya ambilkan!" Gelagapan pramugari itu
pramugari itu langsung pergi dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dan berjalan menjauh meninggalkan Peter yang kini menatap lekat Tiara.
"Kenapa kau kecewa, bukankah kau senang karena yang kau minta ada!" Ujar Peter, ia menatap wajah Tiara menyiratkan kekecewaan seakan es krim itu hanya lah sebuah permintaan yang tak seharusnya dikabulkan.
Tiara hanya diam, ia malas untuk menjawab ucapan Peter, ia melongos kembali menatap kearah jendela pesawat.
"Karena disini serba ada, jadinya kagak bisa ngerjain deh!" Gerutu nya dalam hati.
"Enggak ada, aku capek ingin tidur!" Ucap Tiara yang memejamkan matanya mengalihkan semua pertanyaan yang mungkin akan terlontarkan lagi oleh Peter.
"Kekamar saja jangan disini, kau akan merasa tak nyaman jika tidur dengan posisi duduk!" Ucap Peter menjelaskan.
Namun Tiara tetap diam dan memilih memejamkan matanya dari pada harus menanggapi ucapan Peter, entah kenapa ia terus merasa jengkel dengan pria itu meski ada sebuah rasa rindu yang besar, mungkin karena kerinduan nya yang membuat ia harus berusaha menahan sikap dan harus pertahankan gengsi.
Peter langsung bangkit, tanpa ba-bi-bu sedikitpun Peter langsung mengangkat tubuh Tiara yang membuat gadis itu sedikit berteriak tertahan dan menatap kesal pada Peter.
"Turunin enggak!" Ketus Tiara.
__ADS_1
"Kau mau tidur, jadi yaudah aku antar kekamar!" Jawab santai Peter tanpa mempedulikan wajah Tiara yang merah pedam menahan kekesalannya.
"Aku mau nya disini Peter, turun ah!" Jengkel Tiara yang sedikit menggerakkan tubuhnya pertanda ia protes ingin diturunkan.
"Enggk ada, kalo mau tidur dikamar tubuh mu enggk boleh sampai merasakan lelah karena duduk saja!" Ucap protektif Peter yang tak ngaruh dengan pergerakan Tiara yang berusaha lepas dari gendongannya.
"Iss...turun ah enggak jadi tidur!" Gerutu Tiara dan Peter pun menurunkan Tiara.
Tak berselang beberapa detik pramugari itu pun datang lagi dengan satu mangkok es krim diatas nampan dengan sedikit hiasan yang indah.
"Tuan ini adalah es krim nya!" Ucap pramugari itu sopan tanpa sedikit pun menatap kearah Tiara.
Peter langsung mengambil nya tanpa sepatah katapun, ia langsung memberikannya pada Tiara yang menerimanya dengan wajah kikuknya.
"Makasih!" Ucap pelan Tiara namun dapat didengar dengan baik. Bagaimana pun meski diberi tatapan tajam dari pramugari itu tapi ia tetap harus menghargai orang itu yang telah mengambilkan es krimnya dan bahkan semua nya sesuai selera nya.
"Baiklah, saya pergi dulu tuan!" Ucap pramugari itu yang sekali lagi sedikit membungkuk dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian pramugari itu, Tiara hanya menatap kearah es krim itu, ada rasa tak rela untuk dirinya makan karena hiasan itu, oh ayolah...ia begitu lemah dengan nilai estetik seperti ini bahkan itu berasal dari buah yang dicetak.
"Kenapa enggak dimakan, apa ada yang salah atau kamu enggak sudah sama rasanya!" Ujar Peter yang kini kembali duduk disamping Tiara.
"Sayang bentuknya nanti rusak!" Ujar Tiara yang menjawab tanpa sadar karena terlalu termenung.
"Jangan menyayangi benda itu, hanya aku saja yang harus kamu sayang!" Ucap geram Peter dengan menggertakan giginya yang menghasilkan bunyi beradu.
"Ah baiklah!" Ucap gelagapan Tiara yang cukup takut dengan tatapan tajam seorang Peter, "Posesif banget" Batinnya.
Peter menatap lekat kearah Tiara yang mulai menyuapkan es krim kedalam mulutnya. Terukir senyum tipis saat cara makan yang berkelana. dari gadis nya itu.
"Belepotan!" Ucap Peter yang mengusap lembut bekas es krim yang menempel menggunakan jempolnya.
__ADS_1
Seketika Tiara tertegun, ah sangat sweet bukan namun kali ini bukanlah waktu dan tempat untuk dirinya yang baper dengan perilaku yang diberikan Peter.
"Makasih!" Ucap canggung Tiara yang kembali memakan es krimnya lagi dengan menunduk.