Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 30


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Tiara menangis sesenggukan disudut kamar yang hanya bercahaya remang-remang, ia tidak tau harus berbuat apa saat ini, sedangkan ia disini dikurung dengan sangkar yang begitu menakutkan.


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh yang tegap dan kekar menghampiri nya, terlihat seringai licik dari cahaya remang-remang dikamar ini.


Tiara semakin mundur dan meringkuk ketakutan kala orang yang menyeringai smrik pada nya. Peter berjongkok dihadapan Tiara, ia mengelus pipi mulus yang selalu ia rindukan.


Peter sudah tak tahan saat melihat bibir pink alami itu terpampang nyata dihadapannya, sangat merindukan sentuhan itu.


"Boleh?" Tanya nya dengan menyentuh bibir tipis Tiara.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya kuat, ia tak ingin melakukan itu. Namun apa Peter malah tersenyum miring dan malah mendekatkan wajahnya.


Tiara semakin bergemetar, ia berusaha menunduk agar tidak terjadi sesuatu. HUH...Peter sengaja menghembuskan nafasnya tepat diwajah Tiara.


"Kau tega telah pergi meninggalkan ku!" Ucapnya dengan wajah yang tersenyum manis.


Ya seperti 10 tahun yang lalu dimana Peter saat berbicara dengan nya selalu tersenyum. Namun kali ini Tiara semakin gemetaran, ada rasa takut yang begitu besar dihati nya bagaimana pun ia sudah pernah melarikan diri.


"Ku beri kau kesempatan menjelaskan, maka kau akan tau akibatnya!" Kini sebuah tatapan tajam terlayang dihadapan Tiara, senyuman manis itu berubah menjadi wajah yang dingin.


Tiara mendongakan wajahnya, memberanikan diri menatap mata elang Peter, sebenarnya ia merindukan pria itu tapi ia tak ingin menjadi sebuah burung merpati yang tak lepas dari sangkarnya.


"A-aku....!"


"Ck...terlalu lama!" Sentaknya yang langsung menarik Tiara.


Peter langsung menghempaskan tubuh kurus dan kecil itu diranjang, ia sungguh tak bisa menahan emosi nya itu. Karena wajah Tiara lah yang membuatnya sampai menunggu begitu lama, karena wajah Tiara lah yang membuat dirinya memiliki kehidupan, tapi apa gadis itu dengan tega meninggalkan nya tanpa sedikit pun ucapan selamat tinggal.


Tiara semakin gemetaran, tubuhnya memantap waspada akan tubuh kekar Peter yang langsung menghimpitnya. Tatapannya penuh permohonan berharap agar Peter memberhentikan hal ini.


"Ku mohon... jangan lakukan ini!" Lirih Tiara.

__ADS_1


"Lepaskan aku Peter, jangan seperti ini.Kita berbicara baik-baik!" Sambung Tiara dengan terus mendorong tubuh Peter.


Namun apa Peter tak beranjak, tetapi malah semakin mendekat dengan senyuman miringnya.


"Pe-Peter!" Panggilnya dengan gugup.


Peter tak peduli, ia semakin dekat dan dekat hingga akhirnya b*b*r nya menempel pada b*b*r Tiara, tak meninggalkan kesempatan, ia langsung ******* nya dengan kasar dan menyalurkan semua yang ia rasakan.


Tiara memberontak, ia terus memukul bahkan kakinya terus menendang-nendang di udara karena sedikit pun tak bisa melukai Peter.


Peter semakin bruntal, ia semakin kasar dengan Tiara yang terus memberontak, Tiara terus memukul-mukul, stok nafasnya sudah berkurang dan bahkan sangat menipis.


Peter melepaskan pag*Tan itu, ia menatap kearah Tiara dengan tatapan yang sulit dijelaskan, sedangkan Tiara sibuk meraup semua udara yang ada disekitarnya untuk menjadi stok nafasnya yang berkurang.


"Kau gila peter!" Sentak Tiara dengan wajah marah, tak terlihat lagi ketakutan tetapi hanya sebuah kemarahan.


"Iya aku gila karena kau, kau sungguh kejam pada ku!" Tungkasnya yang mencekram kuat dagu Tiara hingga gadis itu meringis.


"Le-lepas!" Mohonnya dengan tangan yang berusaha melepaskan tangan Peter.


Ia merebahkan tubuhnya menghimpit tubuh mungil Tiara dengan tubuh kekarnya, ada rasa nyaman yang ia rasakan saat ini, sudah lama tak ia rasakan hal ini.


"Ku mohon, jangan lah pergi!" Bisiknya tepat ditelinga Tiara.


Tiara terdiam, ia tertegun dengan ucapan Peter saat itu. Ia berusaha menatap kesamping menatap wajah Peter yang sedikit tak terawat, apa ia begitu tega meninggalkan pria itu, tapi kan bukankah Peter mencari wanita yang bernama Amora itu tetapi kenapa menunggu nya.


Tanpa sadar tangan nya mengelus rambut Peter lembut dan juga punggungnya, meskipun berat namun ada rasa nyaman yang ia rasakan saat ini.


Dengan sekali gerakan, Peter langsung merubah posisi dengan Tiara yang berada diatasnya dan memeluknya dengan erat.


"Aku ngantuk, aku selama ini tak tidur dengan baik!" Ucapnya dengan mata yang masih memejam.


Tiara hanya diam, ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Peter, rasa bersalahnya kian mencuat akan hal ini, ia berharap semoga ini akan berlangsung dengan cepat.


Perlahan mata Tiara terpejam, entah kenapa rasa kantuk menyerangnya, berusaha tetap terjaga namun tetap saja akhirnya terlelap dalam dekapan Peter.

__ADS_1


"Dasar gadis nakal!"


...****************...


Matanya perlahan mengerjap-ngerjap, ia berusaha menetralisir cahaya yang mengenai wajahnya, ia melihat sekitarnya yang begitu berbeda. Ia menatap kearah jendela yang sepertinya memperlihatkan cahaya matahari yang akan terbenam.


Ia sedikit mendongak, posisinya tetap sama tak berubah dengan tangan Peter yang tetap memeluknya, Sebuah senyuman pun terukir di bibirnya, ada sebuah getaran yang begitu membuat nya salah tingkah.


"Udah bangun!" Ucap suara serak Peter dengan mata yang perlahan terbuka menatap kearahnya.


Tiara gelagapan, ia langsung berusaha bangkit dari tidurnya, perutnya sedikit keram karena terlalu lama dengan posisi terlungkup seperti itu.


Peter membiarkan nya saja, ia tersenyum tipis melihat sikap Tiara yang begitu menggemaskan.


"Mandi dan bersiap-siaplah kita akan ke Indonesia!" Ucapnya tegas tanpa sedikitpun ingin dibantah.


Tiara hanya meneguk air ludah nya kasar, enggak mungkin ia pindah ke Indonesia dan dipastikan ia akan sulit untuk melarikan diri.


"Jangan pernah berpikiran untuk kabur!" Peringatan Peter yang seakan tau isi pikiran Tiara.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya lemah, ia ingin memprotes tapi mulutnya tak bisa terbuka untuk mengungkapkan semua yang ia rasakan.


"Cepat!"


Dengan cepat Tiara langsung berlari memasuki kamar mandi, Peter tertawa lepas karena melihat Tiara yang berlari begitu ketakutan hanya karena sebuah kata yang ditekankan.


...****************...


"Kita akan mulai syuting film Pada tanggal 1 Februari dan berjalan selama 5 bulan, selama itu juga kita akan melakukan fashion show di Singapura, foto short dan juga membuat iklan!" Jelas manager nya yang menjelaskan semua kegiatan Ria.


"Aku ingin istirahat, kurangi beberapa foto short, kau pikir aku ini apa bisa melakukan itu semua!" Bantah Ria dengan wajah jengkelnya.


"Sudah aku kurangi, ini semua adalah kegiatan penting mu, kau pikir aku juga istirahat bahkan aku lebih sibuk dari mu!" Gerutu menajernya.


Ya memang sih managernya lebih sibuk darinya, selain menangani keperluannya, manajernya menangani semua jadwal dan beberapa pertemuan yang membuat ia jarang ada waktu.

__ADS_1


"Serah!" Pasrah Ria yang kini memfokuskan diri pada ponselnya.


__ADS_2