Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 26


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Kini disebuah perusahaan besar yang menjalankan berbagai bidang, kecuali perfilman. Seorang pria yang sudah berusia 30 tahun itu terus mengamuk mendengar kabar yang belum saja tak ia dapatkan.


Ya dia Peter Aril Coldas, pria yang berusia 30 tahun yang begitu menyedihkan. karena perjalanan bisnis membuat ia kehilangan gadis nya yang ia cintai.


Waktu itu, baru saja ia duduk di kursi perusahaan nya yang di Jerman, mendapatkan kabar bahwa gadisnya sudah tak berada di mansion megahnya.


Tanpa pikir panjang, ia langsung mendarat kembali ke Indonesia selama 8 jam dengan kecepatan pesawat yang tinggi.


Ia begitu murka saat itu, perusahaan yang akan kerja sama dengan nya semuanya ia buat bangkrut, semua pelayan bahkan bodyguard yang berada di mansion nya ia siksa selama seminggu dan berakhir menjadi potongan daging untuk para peliharaan nya.


Ia membanting semua yang ia lihat saat ini, selalu saja kabar ini yang ia temukan. Orang suruhannya tidak menemukan dimana keberadaan gadisnya itu, bahkan ia sudah memberikan begitu banyak petunjuk untuk bawahannya tapi apa, bawahannya semua bodoh menurutnya.


"Maafkan kami tuan, nona begitu sulit ditemukan!" Kalimat itu kembali yang keluar, sebuah vas bunga pun melayang kearah bawahan nya dan akhirnya mengenai pelipisnya.


"Kalian bodoh, mencari orang itu saja tak bisa. 10 tahun lamanya dan kau membuat ku menunggu itu begitu lama!" Geram emosi Peter.


Matanya nyalang, semua urat diwajahnya terlihat menahan amarahnya yang begitu besar saat ini.


"Tiga bulan! Jika kalian tak menemukan nya, maka bersiaplah untuk bertemu ajal!" Sarkah Peter yang tak bisa ditolak atau diprotes.

__ADS_1


"Baik tuan!" Mereka semua hanya dapat tertunduk hormat.


"Pergi!" Peter berteriak dengan sangat kuat, yang membuat bawahannya langsung berlari keluar dari ruangannya itu.


Dia Peter, pria pejaka yang begitu memiliki tempramen yang begitu buruk, sangat emosi dan begitu benci dengan wanita. Ia tidak akan memberikan kesempatan seseorang melakukan kesalahan, maka itu akhir dari kehidupan nya.


Tak ada Peter yang tersenyum dihadapan Tiara, hanya ada Peter yang bengis, licik dan begitu tempramental. Membunuh seseorang kini bukanlah hal yang lazim untuk ya, ia setiap hari menyiksa orang lain yang ditahan di penjara bawah tanahnya, setiap teriakan kesakitan maka itu sebuah kesenangan untuk nya.


Ia pastikan jika bertemu dengan Tiara, akan ia balas dendam semua penantiannya selama ini, gadis itu berani membuat ia menunggu hingga begitu lama.


"Maaf, tuan sekarang ada kerja sama di restoran dengan pak wundono dan setelah itu kita akan melakukan rapat di Kolombia, jika anda mau akan saya atur!" Ucap sekretaris nya.


"Aku akan pergi!" Jawab Peter yang langsung bangkit dari duduknya mendahului sekretaris nya.


Menurutnya ia hanya belum ganteng sempurna, bukan tidak bisa. Itulah yang ia ucapkan jika ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya itu tak ada apa-apa nya dari bos nya itu.


...****************...


Kini di sebuah kamar bernuansa putih bercorak laut, seorang wanita dewasa baru saja bangun setelah syuting nya yang begitu larut. Bahkan saat ini matanya sangat susah terbuka hanya untuk mengangkat telpon dari seseorang.


Dia Raya putri Indra fael, sering di panggil Ria. Menjadi seorang artis tingkat menengah, namun hal itu membuat dirinya sibuk, apalagi tingkat atas mungkin ia tak dapat tidur.

__ADS_1


"Hmm...!" Dehem nya dengan mata yang masih memejam.


"BANGUN!!! KAU PIKIR JAM BERAPA SEKARANG, KAU MASIH ADA FOTO SHORT RIA!!!" Teriak seseorang yang membuat Ria langsung melek terbuka matanya dengan lebar.


Ia mengusap telinganya yang berdengung dan gatal, suara cempreng itu merusak gendang telinga nya begitu dekat.


"Aku tau!" Lirih Ria yang merasa tak peduli dengan ocehan managernya.


"Sekarang cepat siap-siap, aku tak mau tau 30 menit lamanya dan kau harus sudah siap!" Tegas managernya, ia sungguh seperti mengurus seorang anak kecil saja, setiap hari harus selalu saja di rawat dan dijawab sesuai jam.


Ria segera cepat-cepat menyiapkan dirinya, ia sungguh tak ingin mendapatkan amukan dari managernya yang mengakibatkan managernya ngambek nanti, apalagi ia begitu memerlukan managernya untuk membantu nya mengatur semua kegiatannya.


30 menit lamanya, Ria sudah siap dengan baju nya yang modis, ia hanya memakai baju biasa yang terlihat pas ditubuhnya yang mungil, hari ini ia akan melakukan foto short sebuah majalah yang memerlukan wajahnya yang imut ini.


"Sudah lah jangan terlalu banyak gaya, cepatlah kau sungguh membuatku kesal!" Jengkel managernya yang entah sejak kapan berada dikamar apartemen nya itu.


"Udah jangan sok terkejut, cepet!" Bantah managernya saat melihat Ria dengan wajah yang sepertinya akan terkejut.


Ngapain terkejut coba, toh manager nya setiap saat mudah masuk dan datang diapartemen nya itu.


Dengan sedikit menghentakkan kakinya, ia pun berjalan lebih dulu dari pada managernya nya itu, ia memasang wajah kesalnya sambil terus menggerutu tentang sikap managernya.

__ADS_1


"Jangan terus menggerutu, kau akan cepat tua! Ingat managernya dengan wajah tanpa bersalah.


"Bodoh amat!" Ketusnya dan berlalu meninggalkan apartemennya bersama sekertaris nya.


__ADS_2