Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 29


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Dimalam hari tepatnya ditengah malah, seorang gadis tidur dengan nyaman di balik selimutnya yang nyaman. Tak dapat seorang pun yang mengusiknya karena ia memang tinggal sendiri dirumah sederhana ini.


Namun siapa sangka, sekelebat bayangan memasuki kamar nya dan tersenyum smrik licik dan mendekatkan diri, meluapkan semua kerinduan nya pada gadis itu.


"Kau akan tau akibat telah lari dari ku selama ini!" Senyuman miring terbit dibibirnya dan akhirnya pergi meninggalkan gadis yang tidur tenang di kasurnya.


...****************...


Keesokan harinya, Tiara mengerjapkan matanya menetralkan pencahayaan yang begitu silau di penglihatannya. Tiara menatap sekitarnya, entah kenapa ada rasa yang begitu tak tenang pada dirinya hari ini dan sepertinya itu mungkin akan berdampak padanya.


"Ini sepertinya ada yang aneh!" Gumamnya yang langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Setelah selesai melakukan semua ritual paginya, kini Tiara akan mengantar bunga yang telah ia petik tadi untuk diantar ke toko bunga.


Ia berjalan dengan santai dengan membawa keranjang yang berisi banyak bunga, ia sesekali bersenandung kecil disela perjalanan nya yang memang membutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki.


Saat sedang bersenandung ceria, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya. Tiara merasakan sebuah kewaspadaan, ia dengan cepat berlari tanpa menghiraukan keranjang bunga yang berserak.


Dan benar saja apa yang dipikirkan Tiara, orang yang berada didalam mobil langsung mengejarnya dengan sangat cepat. Namun kecepatan nya tak kalah dari Tiara yang berlari sangat kencang.


Hingga sebuah mobil merah sport berhenti dihadapannya, "Ku mohon bantu aku pergi dari sini!" Ucap Tiara dengan tubuh yang gemetaran.


Orang yang berada didalam hanya mengangguk, ia membiarkan Celyn masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Tiara bernafas lega setelah bisa lari dari 4 orang bertubuh kekar itu, ia kini menatap kearah orang yang menolongnya. Bukankah ini terlalu misterius, pasalnya orang yang berada disampingnya memakai masker, kacamata dan bahkan penutup kepala yang tersambung oleh Hoodie putihnya itu.


Dari postur tubuhnya, Tiara menyimpulkan bahwa yang disampingnya adalah seorang pria.


"Tuan, maaf berhenti disini saja dan makasih atas kebaikan anda!" Ucap Tiara sopan.


Namun orang yang berada disampingnya tetap diam, ia terus fokus dengan jalanan yang cukup ramai itu. Tiara bingung dirinya mau dibawa kemana, soalnya ini sudah hampir masuk ke kota nya.


"Tuan! Tuan! Apa anda mendengar saya!" Kini panggilan Tiara sedikit keras agar pria yang disampingnya itu mendengar nya meski ia tau dari tadi pria itu mendengar nya.


Pria itu tetap diam, hingga mobil itu berhenti pada sebuah bangunan yang menjulang tinggi dan itu adalah hotel bintang lima.


Tiara semakin menautkan alisnya, ia pun semakin merasa tak aman seperti nya akan terjadi sesuatu padanya. Tiara langsung mengambil ancang-ancang berlari jika kunci mobil terbuka.


Namun nihil, pria disampingnya itu malah hanya diam menatapnya cukup lama yang membuat Tiara sangat risih dan tak nyaman.


Kini Tiara menatap tajam pada pria itu, ia merasa sudah sangat jengkel ingin menampol wajah nya itu, tapi mau gimana lagi pria disampingnya itu adalah penyelamat nya.


Tanya Tiara sadari pria itu tersenyum dibalik maskernya dan tangannya dengan cepat memukul tekuk Tiara tepat pada saraf nya.


Tiara pingsan tak sadarkan diri dan kini pria itu langsung membuka penutup wajahnya dan sebuah senyuman miring terpampang diwajah tampan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiara melenguh setelah kesadaran nya mulai kembali ada, matanya mengerjap melihat sekelilingnya yang begitu asing menurutnya. Apa ia sudah berada di akhirat atau gimana?

__ADS_1


Ceklek


Pintu kamar terbuka, Tiara langgang menatap asal suara dan menatap waspada mana tauan ada iblis yang akan berbuat jahat padanya, ia sepertinya sudah yakin bahwa ia sudah berada di akhirat.... Hehehehe...


Sesosok pria masuk kedalam kamar yang ditempati Tiara, Tiara sempat syok saat melihat siapa yang berada dihadapannya saat ini.


"Hay sayang aku menemukan mu!" Sepegal kalimat yang begitu dingin namun menyiratkan sebuah arti.


Tiara memundurkan duduknya, ia sungguh ingin menjauh sejauh mungkin dari pria yang ada dihadapannya, sungguh kehidupan nya yang tenang kembali lagi kehidupan yang penuh kekangan.


Dia Peter, pria itulah yang membawa Tiara kabur dari hasil kejar-kejaran dengan para bodyguard nya, cukup lucu sih menurutnya saat melihat Tiara yang kabur dari tangkapan bodyguard nya dan berakhir meminta tolong padanya.


Peter berjalan semakin dekat, ia sungguh sangat merindukan gadis yang ada dihadapannya saat ini. Meskipun tampak ia lihat masih ada sebuah ketakutan yang terlihat jelas.


"10 tahun lamanya bersembunyi, apakah aku harus memberimu apresiasi nona Tiara!" Suara serak yang begitu khas, bahkan lebih berat dari sepuluh tahun yang lalu.


"A-aku....!"


Tiara semakin mundur berjalan nya Peter yang terus mendekati nya seakan ingin memojokkan nya.


"Kau bertambah cantik, aku suka itu!" Ucap Peter yang membelai rambut Tiara penuh sayang.


Tiara langsung menghempas tangan yang berani menyentuh rambutnya, ia tak ingin seorang pun menyentuh dirinya.


"Aww...kau kasar sekali sayang!" Ringisnya yang berpura-pura.

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku ingin menjalankan kehidupan yang tenang!" Teriak Tiara tepat dihadapan Peter.


"Hmm...tidak akan!" Bantah nya


__ADS_2