
Tiara dan Peter baru saja pulang, kini Tiara ingin bergegas untuk membersihkan dirinya, rasa lengket yang ia rasakan begitu membuat nya gerah.
"Minggir ah dulu aku mau mandi!" Ujar Tiara saat merasakan Peter yang semakin erat memeluknya.
"Mandi bareng ya!" Ajak Peter yang meletakkan dagunya di bahu Tiara.
"Enggak! Enggak akan, sudah ah minggir!" Tolak Tiara yang langsung mendorong tubuh Peter cukup kasar.
Setelah lepas dari pelukan Peter, Tiara dengan cepat berlari agar tidak ditahan oleh pria itu. Peter hanya dapat tersenyum tipis melihat tingkah Tiara yang begitu lucu menurutnya.
...****************...
Kini disebuah ruangan penuh senjata, terdapat seorang wanita duduk dengan sekotak rokok dan satu minuman alkohol. Asap keluar dari mulut gadis itu dan juga hidungnya, terlihat begitu menikmati dengan sesekali menyesap bir ditangannya.
"Hay sayang, kenapa kau disini hmmm!" Sapa seorang pria bertubuh kekar yang langsung menarik dagu wanita itu.
"Minggir lah dulu, aku akan melayani mu nanti tapi aku harus menikmati ini semua dulu!" Ujar wanita itu menolak cukup lembut.
"Ck...kau membuat mood ku hilang!" Jengkelnya yang langsung menarik kotak rokok dan menghidupkannya satu. Sekali sesapan keluarlah asap yang bergempul keluar.
"Kapan kau akan melepaskan ku?" Tanya gadis itu tanpa mengalihkan tatapannya pada sebuah garis-garis yang ia buat. bisa dibilang hitungan hari yang ia rasakan.
"Kau akan bebas setelah melayani ku terakhir ini!" Ucap pria itu yang juga menyesap bir milik wanita itu.
"Baiklah!" Jawabnya.
Dia adalah Amora Lemos, gadis yang hilang 12 tahun yang lalu, ia menjadi seorang pelacur di dalam mafia ini, setiap hari ia harus melayani 10 orang anggota yang meminta nya untuk melayaninya tanpa sedikit pun penolakan, hidupnya begitu susah dan semuanya demi cinta nya yang berakhir di sebuah penembakan 12 tahun yang lalu.
Ia masih mengingat wajah pria yang ia cintai itu, ia berharap pria itu masih menantikan nya dan menyambutnya dengan senang hati.
"Masih berharap dengan pria itu, ck...kau tau aku sudah mendapatkan kabar tentangnya!" Ucap pria itu.
"Aku tak ingin mendengar ucapan mu, aku tau kau akan selalu berkata sama!" Ucap Amora dengan wajah longosnya.
"Baiklah, kamu sungguh sangat bebal!" Ujar pria itu. "Aku sudah tak tahan, kemarilah!" Pria itu langsung menarik tangan Amora dan mulai lah mencubui nya.
...****************...
Tiara kini berada di atas kasur, ia begitu lelah untuk hari ini. Baru saja akan memejamkan mata sebuah tangan langsung melingkari pinggangnya dan mulai mencumbui leher gadis itu.
"Engghhh!" Lenguh Tiara yang merasakan geli pada lehernya.
"Aku ngantuk!" Ujar Tiara yang berusaha mendorong tubuh Peter.
Namun Peter tetap diam, ia tak peduli dengan penolakan Tiara. Ia sudah cukup bersabar selama ini dan ini adalah akhir dari semuanya.
"Aku ngantuk peter!" Ucap Tiara yang membalikkan tubuhnya menghadap Peter.
__ADS_1
"Aku sudah enggak tahan, ku mohon ya!" Ucap Peter dengan mata sayu.
"Tapi....!"
"Aku sudah enggak tahan!" Peter langsung saja menindih tubuh Tiara, saat ini gairah nya sudah sangat memuncak dan tidak peduli dengan penolakan gadis itu.
...****************...
Kini dipagi harinya, Tiara berusaha menetralka cahaya matahari yang merembes masuk dari celah-celah gorden. Ia perlahan mengerjap-ngerjap kan matanya dan pertama kali yang ia lihat adalah Peter yang tersenyum.
"Astaga...!" Terkejut Tiara yang langsung bergeser mundur.
"Eh hati-hati sayang!" Ucap Peter yang langsung sergap menahan tubuh Tiara.
Deg
Deg
Deg
Jantung Tiara berdetak begitu cepat begitu juga Peter, mereka berdua larut dalam tatapan saling menghanyutkan.
"Mau mandi hmm?" Tanya Peter dengan lembut.
"Aaah...sakit!" Ringisnya yang memegang pinggang nya yang cukup sakit terlebih bagian bawahnya.
Tiara hanya diam, ia langsung memperbaiki tidurnya dan duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Sakit ya!" Kembali lagi Peter bertanya dengan mengelus perut Tiara lembut.
"Minggir ah, sana mandi!" Sentak Tiara dengan wajah jengkelnya.
"Mandi bersama!" Ucap Peter.
"Tidak mau!"
Tanpa menunggu persetujuan Tiara, Peter malah langsung menggendong Tiara ala bridal style menuju kamar mandi, sedangkan Tiara terus memberontak untuk turun.
Blurr
Peter langsung saja melempar tubuh Tiara kedalam bathtub yang terisi air, entah sejak kapan berisi air tapi sudah ada air tergenang di dalamnya.
"Akhh...sakit bodoh!" Pekik Tiara menahan perut dan pinggangnya.
"Hehehe....soryy sayang!" Cengengesnya dengan memasuki bathtub yang sama dengan Tiara.
"Sempit ah!"
__ADS_1
"Enggak ada sempit, coba sedikit mendekat!" Ucap Peter yang langsung saja menarik tubuh Tiara.
Lihatlah percuma Peter berkata seperti meminta izin tapi tetap saja memaksa Tiara dengan kehendak-nya.
Disinilah mereka, Peter dan Tiara baru selesai mandi, Tiara berwajah sangat masam sedangkan Peter tersenyum sangat lebar.
"Kenapa coba, sini aku yang bantu!" Ucapnya yang membujuk Tiara.
Tiara tetap memasang wajah ngambeknya, bagaimana tidak Peter malah mengulang lagi kejadian tadi malam hingga 2 ronde yang membuat mereka menghabiskan waktu 1 jam di sana.
"Minggir ah!" Sungut Tiara.
"Biar aku saja, kamu pasti capek!" Ucap Peter yang memaksa tetap melakukan semua itu.
Peter menyisir rambut Tiara dengan sangat lembut, sedangkan Tiara tetap diam dan hanya memperhatikan wajah tampan pria yang sudah menjadi suami sahnya.
"Kamu kerja?" Tanya Tiara.
"Kenapa?" Peter malah kembali bertanya.
"Enggak, hanya saja bisa berikan aku ponsel setidaknya aku tidak bosan di dalam sini!" Ucap Tiara dengan wajah penuh harap.
"Baiklah, ini!" Ucap Peter yang begitu saja memberikan ponsel nya kearah Tiara.
"Eh tapi ini....!"
"Enggak apa, kamu pakai saja!" Ucap Peter meyakinkan.
Tiara pun menerimanya dengan senang, ia pun mulai memainkan ponsel yang berada di tangan nya itu. Ia membiarkan Peter untuk mengikat dan merapikan dirinya.
"Sudah siap, sekarang kamu pakai lah baju!" Ucap Peter.
Ya Tiara masih memakai bathrobe, ia mengeringkan rambutnya lebih dahulu baru memakai baju, sedangkan Peter sudah siap dengan stelan jas ditubuh atletisnya.
"Aku masih sakit!" Ucap Tiara dengan wajah memelas.
Peter tertawa lepas, ia baru ingat bahwa ia sudah menghajar istrinya sampai pagi hingga sekarang, mungkin saja Tiara tidak bisa menggerakkan kakinya lagi.
"Kamu terlalu kejam!" Sungut Tiara.
"Maaf sayang, kamu terlalu nikmat!" Goda Peter yang langsung saja mengangkat tubuh Tiara.
Tiara hanya dapat mendengus kesal, ia hanya menurut saja saat diangkat suaminya itu, toh ia memang tidak bisa berjalan saat ini.
"Panggil aku lagi oke setelah selesai!" Ucap Peter dan hanya di angguku oleh Tiara.
Hingga akhirnya beberapa menit, Tiara pun memanggil Peter dan kembali lagi di dalam gendongan sang suami.
__ADS_1