Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 6


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Keesokan harinya, Tiara sudah siap dengan baju sekolahnya. Seperti biasa, ia akan sarapan sendiri dengan beberapa pelayan yang menemaninya.


"Ini susu anda nona!" Satu pelayan melangkah satu langkah mendekat ke Tiara memberikan susu setelah melihat Tiara selesai memakan rotinya.


Tiara menerimanya, ia meminumnya dengan tiga kali degup dan langsung berdiri dari duduknya dan melangkah hendak menjauh.


"Nona, tuan dia..."


"Aku sudah tau, lain kali tak perlu memberi tahu ku!" Ucap Tiara yang langsung pergi begitu saja.


Terlihat para pelayan cukup sedih melihat keadaan gadis yang kini sudah besar. Setelah kepergian nona muda mereka, mereka segera membersihkan meja makan.




Kini Tiara memakai sepada motornya, Scoopy kesayangannya. Ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena sekarang masih lah cukup pagi.



Butuh waktu 15 menit untuk keluar dari gang rumahnya yang besar itu, melajukan dengan santai dan bersenandung kecil untuk memulai harinya.



*Tinnn....tinnn*



Klason mobil mengejutkan Tiara, gadis itu langsung berbalik menatap pelaku tersebut. Terlihat wajahnya sangat kesal, karena orang yang melakukan hal itu adalah Peter sendiri.



Terlihat wajahnya tersenyum tipis padanya dari kaca yang sedikit gelap itu membuat Tiara merasa sangat kesal. Mengapa saat ini orang itu kembali mengganggu nya?



"Kurang kerjaan!" Gumam Tiara dan mempercepat laju motornya agar meninggalkan mobil Peter.



Namun hal itu malah sebaliknya, mobil Peter malah semakin dekat bahkan seiringan dengannya yang membuat nya harus melajukannya dengan perlahan.



"Morning!" Teriak Peter yang membuat Tiara merasa kesal.



"Ya!" Singkat Tiara.



"Berhentilah sejenak!" Teriaknya kembali, namun Tiara hanya mendiaminya saja, "Apa kau tak mendengar ku, baiklah aku akan melakukan sesuatu yang nekad!" Ucap sekali lagi Peter.



Perlahan kepala mobil Peter terbuka dan meninggalkan bagian tubuhnya saja, mobil berjalan sendiri sedangkan Peter berdiri dan akan berniat melompat.



"Jangan gila!" Teriak Tiara saat melihat Peter yang akan melompat pada motornya.



"Kamu yang salah, bukankah kamu yang menginginkan nya!" Ucap Peter yang langsung melompat langsung dan seketika motor Tiara hampir terjatuh, namun hal itu tidak terjadi karena Peter dengan lihai langsung mengambil alih motor Tiara.


__ADS_1


Tiara meremas tangannya, saat ini ia merasa gugup dan takut karena posisi nya saat ini sangatlah memalukan.



"Hay baby!" Bisik Peter tepat ditelinga Tiara.



Seketika tubuhnya bergeliat merinding mendengar suara s\*x\* itu dan juga bibir Peter yang sempat mengenai telinganya.



"Ka-kamu bisakah berhenti sebentar!" Ucap gugup Tiara dengan suara kecilnya.



"Katakan lebih deras lagi, aku sepertinya kurang mendengar mu!" Peter malah menggoda Tiara dengan terus menggigit telinga Tiara.



"Bi-bisa berhenti se-sebentar!" Lirih Tiara yang kini dengan suara yang sedikit lebih deras.



"Katakanlah lebih baik, sepertinya aku tidak mendengarnya!" Ucap Peter dengan senyum manisnya yang terlihat dari kaca spion motor.



"Tuan, biasa kah anda berhenti!" Ucap sekali lagi Tiara dengan sangat keras.



Tangannya meremas tangannya sendiri dan dengan mata yang tertutup untuk mengeluarkan nyalinya.



"Aku tidak suka panggilan mu itu, apa kamu bisa menggantinya!" Ucap Peter yang masih terus menerus menggoda Tiara.




"Pe-peter, bi-bisa kah berhenti se-sebentar!" Ucap lirih Tiara yang kini lebih deras.



Peter tersenyum, meski saat ini ia tidak suka dengan panggilan nama itu, namun ia cukup merasa senang karena sekarang ada kemajuan.



"Baiklah, tersenyum lah dulu baru aku akan berhenti!" Ucap Peter dan dengan terpaksa Tiara tersenyum kearah Peter melalui kaca spion.



Peter segera memberhentikan motor Tiara dan ia segera menekan tombol berhenti pada mobilnya yang dari tadi memang terus berjalan sesuai arah sekolah atau bisa dibilang mengikuti mereka.



"Tu-turunlah!" Gugup Tiara dengan tubuh yang sangat gemetar.



"Hmm... baiklah!" Peter turun, namun bukan sendiri ia malah mengangkat tubuh Tiara dan menaikkan nya diatas mobilnya.



"A-apa yang kau lakukan, terus bagaimana dengan motor ku!" Ucap Tiara yang terjingkat kaget karena tiba-tiba tubuhnya langsung melayang dan berada di mobil Peter.


__ADS_1


"Kau pergi dengan ku, untuk motor akan ada yang ngurus!" Peter langsung naik diatas mobil dan melajukannya dengan kecepatan rata-rata.



Tiara hanya mempu menatap motornya itu, ia tak rela jika motornya ditinggalkan disana dan digunakan oleh orang lain.



"Apa segitu sayangnya dengan Scoopy mu itu, akan ku belikan 100 motor seperti itu jika kau mau!" Ucap Peter saat menatap Tiara yang begitu lesu.



"Kau tak tau tuan, dia motor kesayangan ku!" Ucap Tiara tanpa melihat kearah Peter karena ia takut untuk menatap itu.



"Aku cemburu, apa aku boleh membakarnya!" Ujar Peter dengan senyum yang manis dan hal itu membuat Tiara langsung menatap memohon padanya.



"Hahaha...begitu sayangnya, baiklah aku tidak melakukan hal itu untuk mu!" Tawa Peter pecah melihat ekspresi menggemaskan dari Tiara.



Didalam hati Tiara terus mengutuk Peter dan bahkan berniat akan membunuh pria disampingnya itu dengan tangannya sendiri.



"Apa aku begitu tampan sampai kau tak ingin mengalihkan perhatianmu!" Goda Peter yang tau dari isi hati Tiara yang mengumpatnya.



Tiara kembali menunduk, ia meremas tangannya dengan kuat menghilangkan rasa gugupnya saat bersama Peter.



"Ambil kotak obat di laci dasboard, obati luka mu itu!" Ucap Peter yang membuyarkan lamunan Tiara.



Tiara melihat tangannya, apa begitu perhatian Peter padanya sampai luka kecil ditangannya saja harus diperhatikan.



"Ti-tidak perlu, ini tidak sakit!" Tolak nya yang memang tidak begitu membutuhkan obat.



"Jangan membantahku!" Datar Peter yang membuat Tiara sedikit tersentak.



Dengan tangan yang gemetaran, ia langsung membuka laci dasboard dan mengambil kotak P3K yang sudah disediakan. Perlahan tangannya ia oleskan obat merah meski cukup pedih.



Luka itu terjadi karena saat tangannya meremas karena takut dan gugup membuat kuku-kukunya yang panjang itu melukai tangannya yang lembut ini.



"Apa kau idiot!" Peter langsung mengambil alih obat dari tangan Tiara, sedangkan mobil bergerak sendiri tanpa harus Peter melakukannya.



"A-aku bisa sendiri!" Tiara langsung sigap mengambil obat merah itu dari tangan Peter, namun Peter kembali mengambil nya karena ia tidak suka orang yang membantahnya.



"Diam!" Seketika Tiara diam, ia membiarkan Peter mengobati lukanya. Tiara menatap kewajah Peter, pria dihadapannya begitu tampan, tapi mengapa mengganggu nya dan bahkan menganggap dirinya sebagai gadis nya.

__ADS_1



saat ini mobil akan masuk ke wilayah sekolah, Peter yang sigap langsung memencet tombol dan membuat kepala mobil kembali tertutup sehingga Peter dapat leluasa mengobati Tiara tanpa ada yang menatap mereka.


__ADS_2