
...☘️ Reading book ☘️...
Kini bandara internasional Soekarno-Hatta diramaikan dengan berbagai media, ntah siapa yang membocorkan penerbangan Peter saat ini, namun yang pasti ia mengutuk orang yang melakukan itu.
Ya 3 bulan terakhir Peter menjadi sorotan oleh para media, keluarnya sebuah rangking nama pengusaha muda tampan membuat ia begitu terusik, bahkan ia menjadi urutan nomor satu yang selalu dicari media.
Perkembangan cabang perusahaan yang begitu pesat membuat Peter memiliki kekuasaan yang begitu luas, perusahaan dari sang mama sudah berkembang melebihi perusahaan papanya yang sudah berdiri puluhan tahun.
Terlihat beberapa kamera terus mengambil foto pada Peter, bahkan mereka berani berusaha menerobos agar lebih dekat jika tidak dihalangi oleh beberapa bodyguard kekar itu.
Tiara merasa tak nyaman, ia semakin mengeratkan pelukannya dan menutup wajahnya ke dada bidang Peter, Peter langsung mengangkat tubuh Tiara agar lebih cepat melangkah, kalo tidak gadisnya mungkin saja akan terjatuh karena desakan ini.
Tiara digendong layaknya duduk di lengan kokoh Peter dengan wajah yang disembunyikan di dada nya, tangan Tiara gemetaran karena tidak biasa dengan banyaknya kamera yang mengambil foto mereka.
"Cari tau orang yang melakukan ini dan habiskan!" Sarkah Peter pada Juan dengan wajah dingin nan datar nya.
"Baik tuan!" Ucap Juan yang sedikit menunduk.
Peter semakin mempercepat jalannya dan akhirnya bisa keluar dari kerumunan semua orang itu, dengan segera membawa masuk Tiara kedalam mobil yang sudah menunggu di sana dan dengan cepat mobil langsung melaju meninggalkan banyak wartawan.
Kini Tiara bernafas lega setelah masuk kedalam mobil, namun kali ini ia yang kembali tidak lega pasalnya Peter tak mau melepaskannya hanya untuk duduk disampingnya.
"Tetap duduk seperti ini jangan bergerak, nanti kau membangunkan sesuatu sayang!" Bisik Peter dengan nada menggoda.
Seketika Tiara menegang, perlahan kepalanya mendongak melihat senyuman nakal dari Peter, ingin sekali ia memukul kepala pria dihadapannya tapi nyali nya untuk melakukan itu harus dipikirkan seribu kali.
Peter tersenyum tipis karena ia dapat membuat gadisnya itu tak berkutik lagi.
Kini perjalanan menuju ke apartemen Peter, Peter masih ingin menyembunyikan Tiara meski ia tau ayahnya sendiri sudah tau akan kehadiran Tiara.
Kini mobilnya berhenti di depan lobi, setelah sekian lama akhirnya Peter kembali menginjak tempat ini bersamaan dengan Tiara yang juga terakhir kali menginjakkan ditempat ini juga.
Tiara hanya diam, ia mengikuti kemana arah Peter membawanya, toh percuma kalo dia protes dan akhirnya tetap kalah.
__ADS_1
Mereka berdua memasuki life yang berbeda dengan bodyguard Peter, Peter menggunakan life khusus sedangkan bodyguard nya menggunakan life umum.
Bertepatan life Peter yang berdenting, disana sudah berbaris bodyguard nya yang menjaga pintu apartemen, Tiara sempat tertegun dengan kecepatan mereka sampai padahal mereka sama-sama masuk life.
"Jaga dan jangan ada sampai yang mengganggu!" Intruksi Peter dan langsung membawa Tiara memasuki apartemen nya.
Sama seperti tadi, Tiara hanya diam mengikuti Peter yang terus merangkulnya dari tadi. Ia memasuki apartemen yang begitu bersih dan sangat terawat, ia sempat berpikir bahwa Peter selalu mengunjungi tempat ini.
"Sudah lama aku tak kesini setelah kepergian mu, disini terdapat beberapa kenangan mu dan akhirnya aku membawa kau ke mansion!" Ucap Peter dengan menarik nafas dalam-dalam seakan menikmati suasana tempat.
Tiara semakin mengeryitkan keningnya, berarti Peter selama ini tak pulang sedikit pun atau pun nginap diapartemen nya gitu, terus kenapa rapi dan bersih begini atau Peter menyewa orang untuk membersihkan apartemennya selalu.
"Apa kamu lapar sayang?" Tanya Peter yang membawa Tiara untuk duduk disofa.
"Hmm...boleh?" Tanya Tiara dengan wajah ragu.
Peter terkekeh kecil, lucu rasanya jika Tiara menanyakan hal itu. Sungguh sangat imut bukan, namun ia berusaha menahannya agar tidak membuat Tiara ketakutan dan pergi meninggalkan nya lagi.
"Boleh, yaudah mau pesan apa aku akan suruh oran gnganter kesini!" Ucap Peter.
"Yaudah aku telpon dulu ya, apa kamu mau mandi dulu..hmmm!" ucap Peter mengacak gemas rambut Tiara.
"Hmm!" Dehem Tiara.
Akhirnya mereka pun pergi menuju kamar, Tiara langsung berlari begitu saja ia tak ingin terjadi sesuatu padanya apalagi didalam sini hanya mereka berdua.
Peter tertawa lepas dengan sikap waspada Tiara, sangat menggemaskan dan ingin sekali ia menggigit hingga habis.
30 menit pun telah berlangsung, Tiara pun keluar dengan wajah segarnya, entah apa yang dilakukan gadis itu hingga sampai begitu lama, namun Peter bersikap santai ia tidak ingin membuat Tiara terganggu dengan tegurannya.
"Maaf lama, hmm...Peter...itu aku enggak ada baju!" Ucap Tiara dengan wajah ragu nya.
"Dimeja!" Ucap Peter yang sama sekali tidak menatap Tiara tetapi malah sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
Tiara bersikap acuh, ia pun mengambil paper bag yang ada dimeja nakas, ia langsung membawanya ke kamar mandi untuk memakainya, toh ia tak ingin mengambil resiko jika memakai baju disini.
Tak berapa lama Tiara pun keluar dengan baju yang pas, dimana ia memakai baju rajut dan celana jens yang hanya sampai lutut dan rambutnya diikat asal.
Tiara menghampiri Peter, ia duduk didepan Peter dengan tangan yang ditekuk menahan kepalanya untuk menatap Peter, entahlah mungkin ini akan menjadi sesuatu yang menjadi hobi nya suatu saat nanti jika bersama Peter.
"Aku memang tampan!" Ucap pede Peter yang tersenyum kearah Tiara.
"Isss...!" dengus kesal Tiara.
"Yaudah yok makan!" Ucap Peter yang menarik Tiara keluar kamar menuju meja makan.
Mereka berjalan kearah meja makan yang sudah tersiapkan beberapa makanan yang menggugah selera, bahkan kini jika Tiara tak mengendalikan diri sudah dipastikan ia ngences ditempat.
"Bengong aja, apa enggk lapar hmm...!" Goda Peter yang sedikit menyenggol hidung Tiara.
Tiara langsung cengengesan namun akhirnya ia duduk dikursi yang ditarik Peter untuknya. Peter pun duduk disampingnya dan langsung menarik salah satu makanan untuk mendekat padanya.
"Makan ini sayang mungkin kamu akan suka!" Ucap Peter lembut.
"Ma-makasih!" Gugupnya dan langsung mengambil semangkok mihun telor yang memang dari tadi ia incar dan ternyata Peter adalah cowok yang sangat peka.
Tiara langsung menyuapkan mihun itu kedalam mulutnya, hmm...rasanya tidak dapat di delekrasikan lagi namun hanya satu yang ingin ia katakan adalah nikmat.
"Enak!" Ucap Tiara tanpa sadar.
Tiara makan lahap tanpa mempedulikan Peter yang dari tadi hanya menatapnya penuh arti, senyum tipis tersungging di bibirnya dan ia pastikan akan selalu membahagiakan gadis nya itu.
"Coba yang ini juga!" Ucap Peter yang menyodorkan spaghetti bolognese pada Tiara.
Tiara tanpa pikir panjang langsung mengambil dan memakannya, rasa itu begitu nikmat hingga tanpa sadar ia menggoyangkan kepalanya dengan mata yang tertutup menikmati rasa.
Tawa kecil Peter pun terdengar, sangat lucu melihat tingkah Tiara yang begitu kekanakan dan bahkan apakah ini yang dinamakan wanita yang berumur 29 tahun itu, tetapi malah terlihat seperti anak TK.
__ADS_1
"Makan celemotan!" Ucap Peter yang mengusap bibir Tiara menggunakan tisu.