
...☘️ Reading book ☘️...
Ia menatap tajam pada dua orang yang sama-sama berwajah polos itu, seakan tak tau apa kesalahan yang mereka perbuat. Matanya kini beralih menatap kearah genggaman tangan Peter dan Tiara, jiwa jomblo nya langsung meronta-ronta dan ingin berteriak bahwa dirinya jomblo yang ingin dihargai, namun itu semua harus musnah karena melihat tatapan tajam Peter yang begitu menusuk.
Ria langsung menarik tangan Tiara untuk menjauh dari Peter, ia sedikit banyaknya mendengar tentang gosip mengenai Peter yang cukup misterius.
"Kamu kok bisa sama si Peter!" Ucap Ria yang saat itu mengalung Tiara untuk memunggungi Peter.
"Cuman nemenin kekantin doang kok!" Jawab Tiara dengan berbisik namun masih terdengar oleh Peter.
Ya begitu dua orang bocah yang katanya lagi berbisik, tapi suaranya dapat didengar oleh orang lain selain mereka. Meter hanya diam ia menatap tajam pada dua punggung yang sedikit meringkuk itu.
"Ehemmm!" Dehem Peter yang memang tak suka jika dicuekan.
Mereka berdua secara kompak berbalik dengan wajah kikuknya, terlihat mereka menyengir kuda takut jika pembicaraan mereka ada menyinggung Peter.
"Aku pergi dulu!" Ujar Peter dengan wajah datar dan langsung pergi meninggalkan dua gadis yang menurut Peter masih seperti anak kecil.
Tiara dan Ria saling berpandangan lalu kembali menatap Peter yang sudah hilang dibalik dinding. Pagutan itu pun langsung terlepas, kini Ria mulai mengintrogasi sahabatnya itu dengan tatapan menyelidik nya itu.
"Katakan cepet, kenapa kamu bisa bersama tu orang mana serem lagi!" Ujar Ria yang bergidik ngeri namun mata nya yang menatap tajam pada Tiara.
Tiara menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bingung harus menjelaskan dari mana sedangkan ia sudah mengatakan bahwa ia hanya menemani Peter makan dikantin, tidak mungkin kan ia mengatakan bahwa mereka berdua sempat suap-suapan.
"Cuman temenin dia makan doang kok Ri, etsdah enggak percaya banget sama temen!" Ujar Tiara dengan wajah yang sudah merah pedam.
"Oke baiklah, tapi ini kan menyangkut pikiran ku, kau tau jika jawaban mu itu tidak memuaskan maka aku tidak akan tidur hingga mendapatkan jawaban yang memuaskan!" Ujar Ria yang begitu dramatis, tapi memang ia orang nya seperti itu dan bahkan ia rela melakukan apa pun demi kekepoan dan jawaban yang memuaskan menurut hatinya.
"Dia kan liat aku keluar dari kelas, terus dia ngajak aku ke kantin untuk temenin makan katanya lebih baik temenin dia makan dari pada nunggu didepan kelas!" Jelas Tiara.
__ADS_1
Ria hanya mengangguk, kini ia cukup puas dengan jawaban Tiara, namun masih ada yang janggal menurutnya, kini kembali menatap tajam Tiara.
"Ada hubungan apa coba ama tu orang?" Tanya nya lagi yang mendekatkan wajahnya pada Tiara, tatapan intimidasi nya saat ini sudah terpasang dengan sangat pas siap untuk mengintrogasi sahabatnya itu.
Tiara cukup merasa kesal dengan sahabatnya itu, ia pun mendorong wajah Ria dengan kesal dan sedikit mendengus karena Ria yang begitu banyak tanya.
"Enggak ada loh Ria!" Ucap Tiara yang menahan kesalnya.
"Bohong bat dah, masa iya orang nggak ada hubungan bisa pegangan tangan!" Ujar Ria yang tak percaya.
Ya iyalah, jika kalian berada di posisi Ria pasti berpikir bahwa Peter dan Tiara memiliki hubungan yang spesial, apalagi kan Tiara begitu nurut dibawa oleh Peter begitu saja, untuk ada dirinya sebagai pahlawan, seketika hidung Ria langsung panjang seperti Pinokio.
"Apaan sih, kita itu mau kembali kekelas doang!" Kesal Tiara.
Sebenarnya ia tidak tau Peter membawanya kemana, soalnya letak kelas yang mereka tuju berlawanan dengan kelasnya yang asli.
Ria semakin memicingkan mata nya, ia tau sekarang sahabatnya itu sedang berbohong dan itu semua tidaklah benar seusai ucapan Tiara padanya. Mana mungkin kah Tiara memutari satu gedung padahal bisa melalui jalan biasanya untuk sampai kelas.
"Jangan ngalihkan pembicaraan deh Ra, ah sebel banget aku sama kamu!" Kesal Ria yang langsung menarik Tiara.
"Eh mau kemana?" Tanya Tiara saat Ria menariknya.
"Lah kenapa, bukankah sama Peter kamu nurut aja tuh tanpa protes kayak aku tarik sekarang!" Ucap Ria dengan ketus.
"Eh bukan itu maksud aku, ah....udah ah pasti ke kelas kan, yaudah yok!" Ujar Tiara yang tak mau mengambil pusing, ia pun langsung merangkul tangan Ria dan berjalan lebih cepat dari sahabatnya yang pendek itu.
'Eh bukannya aku yang kesal kan, kok jadi dia yang lebih unggul kesalnya' Batin Ria.
Sesampainya dikelas, Tiara dan Ria melihat kelas yang cukup diam namun jangan salah, diam nya sebuah kelas bukan berarti tak melakukan apa-apa.
__ADS_1
Lihatlah sekarang kelas mereka begitu berantakan dengan para siswa yang bermain game yang duduk diatas meja dan perempuan yang scroll sosmed dengan duduk bergerombolan, jangan lupa ada juga yang bertiduran di lantai paling belakang.
"Sangat teladan!" Ujar Ria saat melihat semua yang begitu berantakan.
Bahkan ketua kelas saja begitu tidak diatur, ia saja memainkan game bersama siswa yang lain diatas meja. Tak ada suara sama sekali karena mereka tau jika mereka melakukan keributan maka salah satu guru pasti akan datang dan terus mengawasi mereka hingga jam istirahat.
"Eh lembaran soal tugas tadi mana?" Tanya Ria pada Wandi yang masih sibuk dengan game nya.
"Bawah laci guru, jangan di berantakan ntar biar bisa langsung aja kasih pak Prapto!" Ujar nya memperingatkan tanpa menatap kearah Ria sedikit pun.
Ria hanya mengangguk, ia pun berjalan menuju laci guru lalu mengambil lembaran soal miliknya agar bisa dilihat oleh Tiara.
"Lembar soal yang baru ada enggak?" Tanya Ria dengan sedikit berteriak.
"Ada lihat lah...Hais...tembak dong!" Ucap Wandi berteriak namun masih fokus dengan game nya yang hampir kalah.
Ria pun memperiksa nya dan mengambil satu lembar soal lalu memberikan pada Tiara. Tiara menerimanya, dengan segera ia pun berjalan ke meja nya dan mengambil alat tulis untuk segera mengisi soalnya karena ia tau bahwa sebentar lagi jam istirahat akan berbunyi.
Tiara menyalin dengan cepat isi jawaban dari Ria, kali disaat mendesak seperti ini tidak mungkin kan dirinya untuk mencari dan berpikir isian sedangkan dirinya sudah cemas takut jam istirahat berbunyi dan dirinya belum selesai mengerjakan.
Kriiinggg
Bel istirahat pun berbunyi, kini Tiara semakin panik karena masih tinggal satu soal namun memiliki isian yang begitu panjang melebihi rel kereta api.
"Eh bentar satu soal lagi!" Teriak Tiara yang menulis dengan begitu cepat-cepat, tidak peduli dengan tulisan tangan yang sudah berantakan yang penting dirinya siap dan mengumpulkan tugasnya.
"Cepet!" teriak Wandi yang begitu ingin istirahat karena sebelum dirinya istirahat harus ke kantor guru untuk memberikan tugas sesuai pesan dari pak Prapto.
"Ini!" Teriak Tiara memberikan lembaran soal nya.
__ADS_1
"****** tugas ku tak kau kumpulin!" Teriak Ria saat berbalik melihat soalnya yang malah tak dikumpulkan oleh Tiara.
Sedangkan orang yang berbuat ulah malah nyengir kuda dengan tangan berbentuk V. Ria segera berlari mengejar Wandi dan untuk ketua kelasnya tidak berjalan jauh dari sana.