Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 19


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Tiara begitu tidak nyaman dengan posisinya saat ini, ia terus menggoyangkan pinggulnya untuk mencari posisi lebih nyaman, namun siapa sangka dengan ulah nya yang berbuat itu membuat Peter yang awalnya biasa saja merasakan sesuatu sensasi menjalar yang membuat nya panas dingin.


"Jangan bergerak!" Lirih Peter dengan suara seraknya.


"Bi-bisa turun kan, aku sungguh tak nyaman dengan posisi ini!" Ujar Tiara yang berusaha untuk mencari posisi nyaman.


"Akkhhh...Tiara...!" Pekik Peter yang langsung saja menarik dagu Tiara dan mendekatkan b*b*r nya pada bi*ir gadis itu juga.


Ci*man itu awalnya sangat lembut hingga lama kelamaan menuntun, Peter semakin menekan tekuk tiara dan memperdalam Ci*man nya, mengabsen setiap rongga mulut Tiara.


Gadis itu terkejut dengan yang dilakukan Peter saat ini padanya, bahkan ia membelalakkan matanya dan berusaha untuk mendorong Peter, namun apa yang terjadi Peter malah merapatkan tubuh mereka hingga tanpa jarak.


Perlahan namun pasti, kini Tiara membalas Ci*man itu meski ia sedikit kewalahan dengan Peter yang begitu lihai, sempat berpikir bahwa Peter adalah pemain handal.


Tiara menepuk-nepuk bahu Peter untuk dilepaskan, nafasnya sudah sangat sesak karena Peter semakin lama semakin dalam, membuat ia sangat sulit bernafas.


Peter melepaskan tautan itu, ia tau bahwa Tiara sudah sesak dan lihatlah Tiara bahkan sangat takus menghirup udara sekitar.


"Kau mau membunuhku!" Dengus Tiara yang mengelap bekas salivan menggunakan lengan baju nya.


"Jangan dihapus!" Ucap datar Peter yang menahan dagu Tiara.


"Aku merasa telah dinodai!" Ucap Tiara yang menghempas tangan Peter dan kembali mengelap bibirnya.


Peter menjilat bibirnya sendiri, ia sedikit mengusap bibirnya dan tersenyum miring. Dengan segera ia kembali ******* bib*r Tiara dengan rakus.


Ia begitu tak suka dengan yang dilakukan Tiara, apa segitu menjijikkan nya ci*uman nya itu, sedangkan diluaran sana wanita banyak menginginkan itu.


Tiara memberontak, saat ini Peter begitu rakus dan kasar bahkan seperti nya sudah berliput dengan gairahnya. Tiara bingung harus berbuat apa, sampai akhirnya ia pun mengeluarkan air matanya menangis.


Peter langsung terdiam, ia memberhentikan aksi gilanya itu, tanpa melepas bi*ir mereka Peter melihat sedu pada gadisnya yang menangis sesenggukan. Peter pun melepaskan ci*uman itu, dengan segera ia mengusap air mata dan bekas salivan nya yang tertinggal di bibir ceri Tiara.

__ADS_1


"Aku sudah memberhentikan nya, maafkan aku!" Lirih Peter dengan wajah yang sedih.


"Ka-kamu...hiks...aku mau pulang!" Tangis Tiara yang sesegukan.


"Iya maaf, yaudah kita pulang!" Ucap Peter pasrah.


Peter pun menggeser tubuh Tiara dari atasnya, dan segera Peter pun berjalan dengan tangan yang menggenggam tangan Tiara.


Tiara terus menunduk, masih dengan rasa canggung dengan yang terjadi tadi, pintu dengan begitu mudah di buka dan Tiara sempat mengumpat karena mengapa tidak bisa terbuka saat dirinya akan keluar.


Tiara mengikuti Peter saja, sesekali ia melihat genggaman tangan Peter yang begitu erat menggenggam tangannya, sedikit cubitan dihati nya membuat dirinya sedikit tersenyum dan merasa getaran yang tak pernah ia rasa.


...****************...


Kini mereka telah sampai di depan gerbang rumah Tiara, mobil Peter tidak diperbolehkan oleh Tiara untuk masuk dengan alasan tidak ingin ayahnya memergokinya diantar oleh seorang pria.


"Cepatlah masuk biar aku perhatikan dari sini!" Ujar Peter dan Tiara hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Peter yang senantiasa menunggu dimobil sampai dirinya masuk rumah.


Setelah Tiara masuk dengan aman, mobil Peter pun akhirnya melaju meninggalkan area kediaman rumah Tiara. Sedangkan Tiara langsung mendapat tatapan tajam dari sang ayah. saat dirinya baru saja berbalik hendak masuk.


Tiara langsung menunduk, ia takut dengan tatapan tajam dari sang ayah. Saat ini ia tau dirinya salah dan mungkin harus siap menerima hukuman dari sang ayah.


"Apa dia pacar mu?" Tanya Rahman yang tatapannya sama.


"Bu-bukan pa!" Jawab Tiara yang semakin menunduk.


"Apa kau tau kau masih dalam masa hukuman dan sekarang kamu melanggar nya!" Ujar Rahman menatap mengintimidasi.


"A-aku tau, maaf pa!" Lirih Tiara dengan gugup.


"Lalu, kenapa pergi dengan seorang pria!" Ucap Rahman.


"A-aku ada urusan pa, maafkan Tiara!" Ujar Tiara dengan tubuh yang takut.

__ADS_1


"Sekarang masuk dan bersihkan tubuhmu itu!" Titah Rahman dan langsung diangguki oleh Tiara.Tiara pun berjalan meninggalkan sang ayah, ia masih takut dengan kemarahan sang ayah.


...****************...


Ditempat lain, lebih tepatnya di sebuah markas mafia. Kini diruang bawah tanah yang begitu menyeramkan dengan cahaya yang remang-remang dan beberapa jeritan terdengar.


Peter tersenyum miring menatap seorang pria paruh baya yang memohon untuk dia lepaskan, namun bagi nya tidak semudah itu terlepas darinya.


"Oh aku begitu menyayangimu, bagaimana aku melepaskan mu, apakah kau tak ingin tinggal lama bersama ku disini!" Peter tersenyum miring dengan hawa dingin yang sangat begitu kental.


"Mohon lepaskan aku, aku dipaksa dengan menggunakan putri ku sehingga aku harus melakukan hal itu!" Mohonnya dengan wajah yang sudah sangat buruk karena beberapa benjolan, goresan dan bahkan aliran dara saja belum berhenti.


"Ck...aku kasih kau satu permintaan!" Ucap Peter yang sudah bosan dengan wajah pria yang dihadapannya itu.


"Selamatkan keluarga ku dan ku ingin keluargaku berada jauh dari bahaya!" Ucap nya dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Oke!"


Dengan segera Peter berjalan dengan timah panas yang cair di mangkok besi, ia dengan segera memaksa pria paruh baya itu meminumnya dan suara jeritan yang menyenangkan mengalun sangat indah.


"Hidup yang menyenangkan bukan!" Gumamnya yang langsung pergi meninggalkan ruang bawah tanah itu.


...****************...


Kini dikamar Tiara, gadis itu sungguh tak bisa tidur semenjak kejadian dimana Peter lakukan kiss dengan nya dan itu adalah first kiss nya.


Ia menatap langit-langit dalam diam, malam hari ini begitu lambat menurutnya, tapi mengapa saat tertidur dengan cepatnya gelap berganti terang.


Ia pun beranjak dari kasurnya berjalan menuju meja belajar. Kamarnya yang memang saat ini menggunakan lampu tidur, membuat ia sedikit kesulitan dalam berjalan.


Ctek


lampu belajar kecil pun dihidupkan dan kini mata Tiara dapat melihat cahaya yang sesuai dengan kapasitas mata nya. Ia mulai mencari buku di laci meja belajar dan akhirnya mengeluarkan nya.

__ADS_1


terlihat disana bertuliskan "Dear diary me" itu lah tulisan yang ada didepan buku itu, dengan segera ia membuka buku itu dan mulai lah menulis semua yang terjadi padanya hari ini yang begitu mengejutkan.


__ADS_2