Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 37


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Kini disebuah daerah kaki lima, atau bisa di bilang penjual pinggir jalan. Tiara dan Peter sedang berjalan-jalan dengan saling menggenggam tangan, meski beberapa kali Tiara ingin lepas karena merasa begitu pegal.


"Sekarang kita ke sana yok ceker bakar sama bakso bakar!" Tunjuk Tiara.


Peter yang mendengar kata ceker seketika bergidik ngeri, matanya membelalak dengan ekspresi jijik yang begitu ia perlihatkan meski penjual ceker itu masih berjarak 2 meter dari nya.


Tiara yang tak mendapatkan respon dari Peter langsung menatap kearah pria itu, senyum tipis terlihat di bibirnya. Sepertinya itu berhasil bukan untuk mengerjai seorang Peter.


"Yang lain saja, itu tak higienis!" Tolak Peter dengan tegas.


"Aku enggak mau, entah kenapa aku pengen makan nya!" Ucap Tiara menolak tegas.


Peter terdiam, ia beberapa kali menghembuskan nafasnya panjang dan menariknya lagi dengan kasar. Ia sangat sulit mendekati nya, apalagi ini ceker kaki ayam yang digunakan untuk mencakar tanah atau kotoran, membayangkan saja Peter ingin muntah.


"Bagaimana kalo kita belanja ke mall atau kamu mau beli sesuatu atau aku beli kan yang kemasan saja, itu bukannya lebih bagus!" Ucap Peter yang masih berusaha memberikan saran.


Tiara langsung menggeleng dengan keras, ia tetap mempertahankan membeli ceker bakar itu.


"Ayolah!" Kini Peter memohon, namun Tiara tetap menggelengkan kepalanya dan langsung saja menarik Peter dengan kuat.


Dan sekarang inilah, Peter sudah duduk di bangku penjual ceker bakar dan juga bakso bakar itu. Peter menegang ditempat saat ceker itu sudah di sajikan didepan nya, bahkan Tiara tanpa segan langsung memakannya.


Sesekali Peter meringis dan ingin muntah, ia sungguh ingin muntah melihat ceker yang sudah berada di tangan Tiara.


"Sudah..huk...huekk...sudah, ayok temanin aku sebentar ke toilet !" Ucap Peter yang langsung saja menarik Tiara meninggalkan ceker bakar yang masih banyak.


Belum juga sampai Peter di toilet, pria itu sudah mengeluarkan semua isi perutnya cukup banyak, meski disana hanya terdapat air dengan sedikit lendir hijau.


"Kau kenapa?" Tanya Tiara dengan berwajah polos.


'Syukurin itu, gimana rasanya...eh tapi ceker ku masih banyak, mana masih pengen lagi' Gumamnya dalam hati yang tersenyum senang.


"Air!" Lirih Peter dengan tangan yang mengapai-gapai mencari sesuatu.


"Eh aku tak bawa air!" Ucap panik Tiara.


Ini saat nya!"

__ADS_1


"Ini air nya nona!" Ucap seorang bodyguard yang di pastikan orang bawahan Peter.


Peter langsung mengambil botol air itu tanpa menunggu Tiara mengambilnya. Sedangkan Tiara tercengang, ternyata dari tadi mereka berdua dalam pengawasan bodyguard dong, susah deh untuk kabur.


"Hah...!"


"Eh gimana...apa ada rasa yang lain atau gimana?" Tanya Tiara yang bersikap panik.


"Enggak!" Jawab Peter singkat dan kini ia duduk di pinggir jalan dengan wajah lelahnya yang berkeringat dan memerah.


Tiara ikut duduk disamping Peter, ia cukup khawatir dengan keadaan Peter saat ini, bagaimana kalo sampai ini pria pingsan dan ia malah yang repot ngerawat nanti, tapi eh tunggu bukan kah itu lebih baik.


"Sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya Peter yang kini sudah lebih baik.


"Tak apa kah, lebih baik kita kembali. Kau Sepertinya begitu tidak baik-baik saja!" Ucap Tiara dengan lesu.


"Tidak, bukan kah aku sudah janji, ayo!" Ucap Peter menggelengkan kepalanya, ia langsung bangkit dari duduknya dan menarik tangan Tiara.


Peter berlari sambil menikmati udara malam bersama dengan Tiara, sudah lama atau bisa dibilang ini yang kedua kalinya melakukan ini meski pertama bersama dengan Amora.


"Beli itu yok!" Tunjuk Peter pada penjual molen mini berbagai rasa.


"Yok!" Ajak Tiara antusias.


30 menit lamanya dan akhirnya molen mini mereka selesai, Peter langsung membayar nya dengan uang yang telah ia sediakan.


Kini mereka pun beralih kearah pedagang satu lagi, dimana menjual crispy dengan beberapa toping.


"Kalo ini pilih aja satu ya, soalnya nanti sudah meganginya!" Ucap Peter lembut dan Tiara hanya mengangguk.


Tiara pun memilih dua rasa yaitu coklat dan keju, setelah itu mereka pergi ke pedagang satu lagi. Mereka terus melakukan seperti itu hingga akhirnya mereka sudah membeli semuanya, bahkan Peter dan Tiara kesusahan membawa nya.


"Duduk disana yok!" Ajak Tiara yang menunjuk pada bangku didekat taman.


"Yok!"


Mereka pun duduk disana, satu meja bundar di penuhi oleh makanan yang di beli Tiara, bahkan hingga satu bangku lagi ikut penuh.


"Coba ini, enak tau!" Ucap Tiara yang tanpa sadar menyuapi Peter.

__ADS_1


Peter menerimanya, ia senang dengan sikap Tiara yang seperti ini, jika semua orang yang melihat mereka, mungkin orang lain mengira mereka berdua sepasang suami istri atau sepasang kekasih.


"Manis!" Ucap Peter menerima suapan Tiara. matanya menatap lekat Tiara dan tersenyum manis.


Tiara terdiam, ia menatap tangannya kali ini dengan mata yang sedikit terbuka lebar, ia baru sadar bahwa ia baru saja menyuapi Peter.


"Kenapa, ada yang aneh atau ada sesuatu yang dimasukkan oleh pedagang itu, biar aku yang lawan!" Ucap Peter yang langsung bangkit dari duduknya.


"Eh bentar dulu ah, bukan itu...tapi ini!!" Tiara memperlihatkan tangannya.


"Kenapa?" Tanya Peter bingung, apa ada yang salah dengan tangan nya.


"Tangan kamu nakal kah atau gimana, yaudah kita potong aja ya!" Ucap Peter tanpa dosa dengan wajah polosnya.


Seketika Tiara membolakan matanya. Apa di potong! Itu gila bukan, astaga itu sebuah pernyataan apaan.


"Isssh...bukan itu ah, sini cepat!" Jengkel Tiara dengan muka juteknya.


Peter semakin bingung, ia tetap menurut dengan mata yang menatap lekat Tiara yang tampak ngedumel sendiri. Apa ada yang salah, Peter bahkan menatap lekat tangan Tiara yang terus bergerak menyuapi mulutnya sendiri.


Tiara berhenti mengomel, ia menatap kearah Peter dan langsung menyuapkan Peter yang menurut Tiara begitu bersikap bodoh.


"Kalo mau bilang atau tinggal ngambil aja tu banyak!" Jengkel Tiara yang masih terus menyuapi Peter hingga satu jajanan nya habis di suapin ke mulut peter.


Tiara terus mengomel, ia kembali mengambil jajanan yang lain dan hendak menyuapi Peter, namun kali ini Peter menahan tangannya dan menunjuk kearah mulut Peter yang penuh kesusahan untuk mengunyah.


"Huffft...ahahahahah!" Tawa Tiara pun pecah melihat wajah Peter yang dara akibat penuh nya makanan dalam mulut. Terlihat Peter yang menatap kesal kearahnya namun juga ada senyum kecil juga dari mulut yang berusaha menahan makanan yang di suap oleh Tiara.


Cukup lama Tiara tertawa hingga akhirnya ia berusaha berhenti namun kembali tertawa dan akhirnya benar-benar selesai tertawa.


"Buang ah malah di biarin dalam mulut!" Ucap Tiara yang memegang pipi Peter.


Peter menggelengkan kepalanya tanda tidak mau, namun Tiara tetap terus menekan pipi Peter agar mau mengeluarkan semua nya.


"Buang ah, bandel banget sih!" Jengkel Tiara yang masih terus berusaha menekan pipi Peter sedikit kuat.


Peter tetap berusaha menahannya, hingga akhirnya separoh makanan dalam mulutnya pun keluar dan meninggalkan separonya lagi.


"Bandel banget sih mangkanya, lihat nih pipi nya merah!" Ucap Tiara yang tanpa sadar perhatian dengan Peter.

__ADS_1


Peter tersenyum lebar memperlihatkan gigi nya yang rapi, ia pun perlahan mengunyah jajanan itu dan akhirnya menelan nya.


Tiara hanya mengengus kesal melihat Peter dan akhirnya kembali fokus dengan makanannya.


__ADS_2