
...☘️ Reading book ☘️...
"Kau berharap ingin lepas dari ku heh...hahahaha...dasar manusia naif, setelah kau mengetahui semua tentang identitas ku yang tertutup!" Senyum devil terlihat disana, ia memegang dagu itu terlihat kuat namun itu lembut.
"Ampun Lucas...ku mohon lepaskan aku, plisss...aku tak sengaja!" Mohon gadis itu dengan wajah mendongak mengalirkan air mata.
"Ck...membosankan, masukkan ke ruang bawah tanah!" Seketika Lucas menghempas wajah gadis itu dengan kasar.
"Aku mohon...lucas!" teriak gadis itu sambil diseret oleh dua orang.
CUT
Intruksi sutradara menyelesaikan drama, ya kini Ria melakukan syuting bersama dengan mantan pacarnya yaitu Gerald.
Ingin menolak dengan syuting ini tapi semua malah sudah diatur oleh manajer nya dan bahkan manajernya memarahi nya karena tak bersikap profesional, bagaimana ia masih memiliki perasaan dengan pria itu.
Ria berjalan menjauhi area syuting menuju tempat istirahat, sekarang adalah jam istirahat dan manajernya sudah menunggu nya dengan dua botol air dan dua kotak nasi.
"Hanya ada ini, apakah kau mau makan ayam?" Tanya manajernya.
"Haissh...enggak ada ikan kah, entah kenapa aku mau makan ikan!" Ngeluh ria namun tetap saja menerima kotak nasi itu.
"Enggak ada, kau akan kesulitan untuk membersihkan tulangnya, ayolah kau artis masa dengan ayam begitu memilih!" Ujar manager nya dengan wajah jengkel.
"Kau tak tau aja jika makan ayam ini membuat daging nya menyangkut digigit behel ku ini, lebih baik aku makan ikan yang aku suka!" Ucap Ria yang ikut jengkel.
"Ini untuk mu, aku sungguh tak suka sama ikan bagaimana kalo kita bertukaran!" Ucap seorang pemuda yang tersenyum begitu manis padanya.
Seketika Ria tertegun, ia menatap kearah pemuda itu tanpa berkedip, sepertinya umurnya lebih muda darinya.
"Oh baiklah, makasih!" Gelagapan ria yang langsung bertukaran kotak dengan pemuda itu.
pemuda itu hanya tersenyum dan akhirnya pergi meninggalkan Ria yang tampak begitu tertegun dengan wajahnya.
__ADS_1
'Tahap pertama berhasil' Gumamnya dengan membawa kotak yang sudah ditukar itu.
...****************...
"Lepaskan aku Peter...kamu apa-apaan sih!" Sentak Tiara yang saat itu sedang berontak, namun apa semuanya hanya sia-sia dengan tenaga nya yang kecil itu.
"Sudah aku bilang bukan, jangan sekali pun kabur dari ku, tapi apa kau mengkhianati kepercayaan ku, sekarang kan ku pastikan kau terkurung Tiara!" Tatapan tajam Peter begitu menghunus dengan sekelebat emosi yang dominan.
"Ma-maaf kan aku pet... hmmmmpppph!!!" Ucapan Tiara pun terpotong karena Peter yang langsung membekap bibirnya dengan mulutnya.
Tiara terus memberontak meski saat ini kedua tangannya sudah ditahan di atas kepalanya, kakinya terus tergerak memberikan perlawanan tapi apa Peter malah semakin gencar menahan tubuhnya menggunakan kakinya.
"Kau tau aku berusaha menahan semuanya, tapi yang kau lakukan malah membuat ku marah!" Geram Peter yang sudah melepaskan c!uman panasnya itu.
"A-ampun...maafkan aku!" Lirih Tiara memohon, namun Peter tersenyum miring, ia langsung saja bergerak menuju leher Tiara dan membuat tanda kiss Mark disana.
"Ini hukuman mu yang ringan sayang, sekali lagi kamu melakukan rencana untuk kabur maka jangan salah kan aku berbuat lebih!" Ucap rendah Peter dengan senyum manisnya namun dimata Tiara itu adalah senyum licik penuh arti.
Peter bangkit, ia langsung berjalan meninggalkan Tiara yang masih terbaring dengan tubuh gemetar dan air mata yang masih mengalir.
FLASHBACK
Setelah kepergian Peter yang mengatakan akan pergi bertemu dengan seseorang didepan membuat Tiara begitu senang, sehingga kesempatan itu ia gunakan untuk kabur.
ia masih ingin kabur meski ia tau Peter pasti selalu bersikap lembut padanya, tapi ia tetap tak ingin berada didalam belenggu Peter yang begitu mengekang.
Meskipun waktu itu baru 3 bulan mereka saling kenal, Tiara sudah menyimpulkan semua sifat dan kebiasaan Peter yang begitu dominan.
Satu yang paling Tiara pastikan adalah, Peter adalah orang cemburu dan sangat posesif akan pasangannya, dan jangan lupa dengan sikapnya yang selalu memaksa. semuanya sungguh membuat Tiara ingin selalu berpikir kabur dan tak ingin berjumpa dengan Peter.
"Lewat mana ya!" Gumamnya sambil berjalan keluar kamar dengan hati-hati.
"Diluar masih ada penjaga atau melalui balkon ya!" Gumamnya yang menatap balkon kamarnya.
__ADS_1
Kini pikirannya terus melayang-layang dengan bayangan dirinya yang akan terjatuh dari atas kebawah, tapi kini ia harus usahakan setidaknya kalo pun ia terjatuh tapi masih ada usaha untuk kabur.
Tiara langsung berlari kearah balkon, ia tak peduli jika ada orang atau tidak yang penting ia bisa kabur dari sini, setidaknya ia bisa perlahan turun dengan memanjat gedung tinggi ini.
Ia menatap kebawah, sejati nya ia sungguh sangat gamang dengan ketinggian, tapi tekatnya kuat kali ini dan akan melanjutkan aksinya.
"Semangat Tiara!" Gumamnya menyemangati.
Ia pun langsung perlahan memanjat pagar balkon, dan berjalan merayap seperti cicak pada tepi balkon yang dimana adalah ada sebuah jalan kecil setapak.
Ia terus berjalan, berusaha tak menatap kebawah dan berharap tetap selamat. Ia berkeringat dingin kali ini di tengah panas nya matahari, ia pun kembali melangkah dan Hap akhirnya ia pun sampai pada balkon satunya.
Seketika Tiara langsung menggedor kaca jendela kamar apart sebelah, ia beberapa kali melakukannya namun semuanya berakhir dengan sia-sia.
Tak ada satu orang pun, sepertinya ini memang sengaja Peter mengosongkan bagian apartemen yang berada dilantai ini, seberapa besar sih kekuasaan Peter bahkan Tiara terus memikirkan nya bagaimana Peter menghabiskan uang sebanyak itu.
Ceklek
"Eh kebuka!" Gumam Tiara saat memegang handle jendela yang tak terkunci.
Ia pun tersenyum senang dan akhirnya ia pun masuk kedalamnya meski dengan rasa ketakutan. Ia berjalan menelusuri setiap tempat untuk mencari pintu keluar, entahlah susah sekali untuk keluar.
Hingga ia menemukan pintu depan namun terkunci, beberapa kali ia memulai menggunakan sandi yang ada diotaknya tapi tetap saja tak bisa, hingga ia pun menggunakan tanggal lahirnya dan ya terbuka.
sungguh keajaiban bukan, sepertinya ini memang sengaja Peter lakukan agar tetap mengingatnya, ah sepertinya ia merasakan hatinya berbunga namun sedetik kemudian ia kembali sadar dengan pemikirannya itu.
Ia pun langsung melihat sekitarnya dan ya betapa terkejutnya saat melihat Peter sudah berada dihadapan dengan wajah merah pedam, tatapan mata yang tajam menatap nya dan langsung menarik tangan nya dengan kasar.
"Peter pliss...lepaskan, sakit...!" Pekik Tiara dengan berusaha memberontak.
"Peter....hiks...hiks...sakit!" Teriak Tiara, namun Peter seakan menulikan telinga nya.
"Kau telah membuatku marah dan kau tau apa akibatnya!" Suara rendah Peter penuh penekanan.
__ADS_1
FLASH OF