Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
bab 49


__ADS_3

Tiara duduk di balkon dengan cahaya bintang yang menerangi langit. Bulan saat ini segan untuk menampakkan cahayanya, hanya bintang lah yang merasa paling bahagia hingga memperlihatkan begitu cerah cahaya nya.


Tiara tersentak, sebuah tangan hangat dan kekar memeluk tubuh mungilnya. Tiara terdiam, ia tau siapa pelakunya namun masih ada rasa waspada yang mungkin akan terjadi padanya.


"Kenapa disini hmm...bukankah dingin!" Ucapnya dengan suara serak.


"Entah lah, aku hanya melihat bintang saja. kenapa kau terbangun?" Tiara membalikkan tubuhnya menatap pria yang saat ini memeluknya begitu posesif.


Peter tersenyum manis, ia kembali menyandarkan kepalanya pada bahu istrinya itu dan menghirup dalam aroma tubuh wanita nya.


"Tidur lagi sana, angin malam tak baik untuk mu kau baru saja demam!" Ucap Tiara mengelus rambut lebat Peter penuh sayang.


Tiara tersenyum, ia merasakan bahwa Peter menggelengkan kepalanya menolak. Ini lah sisi manja yang membuat Tiara kadang kewalahan namun begitu gemas.


"Sayang!" Panggil Peter setelah terjadi keheningan yang cukup lama tadi.


"Hmmm..." Tiara hanya berdehem, ia terus mengelus rambut Peter lembut.


"Apa kau takut dengan ku?" Tiara terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Semua ingatan dalam benaknya hilang dan hanya tersisa kenangan yang baru saja ia alami dan itu begitu manis, namun satu yang ia rasakan yaitu selalu merasa waspada saat berada di dekat pria yang sah menjadi suaminya.


"Apa kau benar-benar takut? Apa kau menyeramkan?" Lirihnya yang mengangkat kepala nya dari bahu istrinya dan menatap lekat pada wanita dihadapannya.


Tiara tersenyum lembut, ia mengusap gemas kepala Peter. "Apa yang kau pikirkan, tidur lah kau besok pasti ada meeting." Ucap Tiara.

__ADS_1


"Apa kau tak ingin memberikan hak untuk ku?" Tanya nya dengan menatap lekat pada Tiara.


Tiara tertegun, bukan itu yang ingin ia dengar dari pertanyaan suaminya itu. Apa ia harus rela memberikan hal itu, tapi dirinya sudah menikah dengan pria dihadapannya itu.


"Ah baiklah jangan di paksa!" Peter menghela nafas berat ia mulai bangkit dari duduknya.


"Peter!" Panggil Tiara.


Peter terdiam ditempat, ia membalikkan tubuh nya dan menatap lekat wajah istrinya saat ini.


"Hmm...apa kau menginginkan nya?" Pertanyaan konyol apaan itu, sudah di pastikan Peter menerima nya namun pria itu menunggu kesiapan istrinya itu.


"Apa kau akan memberikannya?" Tiara terdiam, ia masih bergeming dengan jawaban yang akan ia berikan.


"Baiklah lupakan." Ucap Peter dan terlihat siratan kekecewaan.


Peter mematung di tempat, semua perkataan Tiara berputar mengisi otaknya yang kosong. Ia kembali menatap istrinya itu dengan tatapan tak percaya, namun sebuah senyum manis melekat yang membuat ia kembali tersadar bahwa istrinya itu bersungguh-sungguh.


"Really?"


"Yes husband." Peter langsung berlari merengkuh tubuh Tiara dengan sangat erat.


Ia melepas pelukan itu dan menatap manik indah mata Tiara. "Aku akan lembut!" Lirihnya dan langsung meraup bib*r pink itu dengan lembut dan menuntun.

__ADS_1


Mereka terus berjalan mundur seiring kecapan terdengar semakin nyaring. Malam dingin itu berubah menjadi malam panas penuh ga*rah.


...****************...


Pagi yang cerah, matahari merembes hingga ke sela-sela gorden yang tidak tertutup rapat. Dia insan yang begitu bahagia masih tertidur di balik selimut hangat itu.


Tak ada yang mengusik mereka, hingga suara kicauan burung yang semakin kuat dan sinar matahari semakin terang membuat tidur keduanya terusik akan hal itu.


Tiara terbangun lebih awal, ia menyanggah kepalanya dengan tangan dan menghadap kesamping. Lamat ia menatap lekat wajah tampan yang selama ini selalu memanjakan nya. Tanpa sadar tangan nya bergerak mengelus bulu halus di wajah suaminya.


Perlahan mata coklat tua seperti elang itu terbuka, melihat tingkah istrinya yang mengelus wajahnya.


"Bukankah aku tampan!" Pede nya dengan suara serak khas bangun tidur.


Tiara mengalihkan tatapannya, ia cukup malu di ketahui sedang menatap lamat wajah suaminya itu.


"Kenapa hmm...apa kau malu, baiklah kau bebas memegang wajah ku atau bahkan seluruh tubuh ku karena diri ku adalah milik ku." Ucapnya yang langsung menarik tubuh Tiara semakin dekat.


Jantung Tiara tak karuan, mohon lah agar nih jantung tidak begitu jelas detak nya.


"Apa kau sakit, jantung mu begitu cepat sayang!" Lirih Peter menatap lekat wajah Tiara.


Skakmat

__ADS_1


Tiara semakin gelisah, sudah di pastikan bahwa jantungnya ini tidak bisa di ajak kompromi. Malu, ayolah mana kaca ia harus menatap wajah nya yang memerah.


"Kau begitu lucu!" Peter mendekatkan wajah mereka dan ya hal itu terjadi kembali. sudahlah untung orang jomblo dilarang membayangkan oke, nih untuk orang halal bihalal tidak ada yang nama nya pacaran oke.


__ADS_2