Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 47


__ADS_3

Diruangan yang cukup besar memiliki setumpukan berkas diatas meja dengan seorang pria tampan yang begitu fokus akan berkas itu.


Tiara, wanita itu terus saja mendengus kesal akibat harus menunggu Peter hingga selesai, sedangkan sekarang saja ia sudah menunggu 2 jam namun Peter belum juga selesai.


"Ngapain coba bawa kesini kalo akhirnya di cuekin, lebih baik dirumah bisa ngemil!" Gerutu nya dalam hati menatap sebal Peter.


Peter, pria posesif yang pernah ditemui Tiara. Pria itu seakan tak ingin pisah dari nya walah sebentar saja dan lihatlah sekarang ia berada didalam ruangan kantor perusahaan karena dirinya tidak di perbolehkan untuk tinggal dirumah takut berusaha kabur kembali.


"disudut ruangan, ambil cemilan di kulkas sama!" Tintha Peter tanpa sedikit pun menoleh kearah Tiara.


Tiara berdecih kesal, kenapa enggak dari tadi sih Bambang. Haish...ia harus banyak bersabar untuk menghadapi suaminya itu.


"Wah!!! Boleh ambil?" Pertanyaan yang menurut Peter begitu polos, seketika Peter langsung menatap gemas wajah imut itu.


"Enggak bayar," Ucap Peter.


Tiara mendengus kesal, dengan jengkel ia menutup kasar pintu kulkas itu.


Dug...


"Hey...kenapa lagi, ambilah aku hanya bercanda!" Ucap Peter yang cukup terkejut dengan yang dilakukan Tiara.


"Enggak mau, ck...aku bosan!" Dengusnya yang kembali duduk di sofa.


"Yaudah, keluar yok setengah jam lagi jam istirahat." Ucap Peter yang bangkit dari duduknya.


Tiara beberapa kali mendengus, astaga dirinya lagi ngambek loh kenapa tak ada kata membujuk sedikit pun. Hmm...emang yak es batu kayak gitu, dingin banget.


"Enggak mau!" Tolak Tiara dengan melipat tangan nya didada dan memalingkan wajahnya.


Peter mengerutkan keningnya, ia pun duduk disamping Tiara menatap lekat wajah yang lagi cemberut itu.


"Kenapa hmm...maaf ya!" Ucapnya dengan wajah memelas.


Tiara tetap diam, ia sebenarnya cukup lucu dengan wajah memelas Peter namun ia tetap bersikap acuh agar tau bagaimana rasanya di cuekin.


"Ayolah, kenapa seperti ini..." Peter langsung memeluk tubuh Tiara dan meletakkan dagunya di bahu kecil itu.


Seketika pipi Tiara memerah, wajahnya bersemu malu dengan sikap Peter yang manja. Lehernya yang cukup geli karena hembusan nafas Peter menambah sengatan listrik yang mengalir begitu cepat.


"Makan yok!" Ajak Peter manja.


"Hmmm..." Tiara hanya berdehem dan berusaha melepaskan pelukan Peter. "Minggir ah katanya mau makan!" Jengkel Tiara.


"Jadi males gerak, nyaman kayak gini." Ucap Peter yang semakin memperdalam hendusan di ceruk leher Tiara.

__ADS_1


"Geli ah...minggir, aku laper loh!" Ucap Tiara yang masih berusaha melepaskan tangan Peter.


Peter pun melepaskan pelukannya dengan berat hati, wajahnya ditekuk masam dan bergerak merangkul tangan Tiara.


"Lepas ah, aku enggak nyaman kayak gini," Lihatlah betapa posesif nya Peter merangkulnya bahkan sangking kuatnya membuat dirinya kesulitan untuk melangkah.


"Nanti kamu hilang lagi," Ucapnya dengan wajah memelas.


"Aku bukan anak kecil Peter, astaga...ayolah aku lapar nih!" Tiara harus banyak menarik nafas panjang untuk menyetok banyak kesabaran akan sikap Peter seperti anak kecil ini.


"Baiklah tapi aku rangkul, oke!" Peter beberapa kali mengedipkan matanya dengan wajah memelas, gemas seperti anak kecil.


"Hah...baiklah!" Tiara menghela napas pasrah dan akhirnya membiarkan tangannya digandeng oleh suaminya.


Mereka pun berdua melangkah berdua memasuki lift khusus CEO perusahaan. Tiara sempat berdecak kagum melihat interior perusahaan di lantai atas yang khusus hanya untuk ruangan CEO dan sekretaris nya saja. Bahkan untuk masuk lift ini saja begitu sangat bagus.


Lift saja di hias sekian rupa, bagaimana dengan ruangan nya sudah pasti lebih luar biasa.


"Ayo, kenapa kamu diam saja!" Ajak Peter yang memang pintu lift sudah dari tadi terbuka.


Tiara gelagapan, ia pun segera berjalan dan kembali merangkul tangan Peter. Jangan pernah berharap untuk tidak menjadi pusat perhatian, saat ini saja mereka sudah menjadi bahan panas gosip para karyawan yang membicarakan kemesraan mereka.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Peter yang memegang menu makanan.


Ya mereka berada di restoran samping perusahaan, mereka tak perlu harus mengendarai mobil lagi.


Peter hanya dapat menghela nafas panjang, ia tau saat ini mood istrinya itu lagi rusak. Jadi ia disini harus banyak sabar.


"Sepertinya Burger dan kentang goreng enak!" Ucap Peter berusaha mencari keinginan Tiara.


"Enggak!" Ketus Tiara.


"Stick daging gimana?" Sekali lagi Peter menawarkan, namun tetap saja Tiara melengos menolak.


"Males,"


"Spaghetti?"


"No!"


"Bagaimana dengan desert ini, mungkin kamu lagi enggak mau makanan berat." Peter memperlihatkan buku menu yang berisi banyak macam desert.


"Aku lapar!" Ucap Tiara dengan santainya.


Tiara yang bosan memutuskan untuk memainkan kuku tangannya sambil melihat sekitarnya tanpa mempedulikan wajah suaminya itu yang tampak menahan kesal.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang apa yang kamu mau?" Dengan menahan geram, Peter memaksa senyum semanis mungkin.


"TERSERAH!" Tekan nya dengan wajah cuek.


"Astaga!!!" Peter langsung menelungkup kan kepalanya di meja, kesabaran nya sungguh sangat diuji saat ini.


Tiara terkekeh, sungguh sangat senang mengerjai suami cuek nya itu.


"Baiklah, aku pesan saja tapi dengan satu syarat kau harus menerima nya!" Ucap Peter yang mengalah untuk tidak melakukan perdebatan.


"Enggak mau," Tolak Tiara.


"Sayang~" Lirih Peter dengan wajah memelas.


"Hahahaha...baiklah, aku hanya ingin sup saja." Gelak Tiara yang sudah dari tadi ia tahan.


"Nah gitu kan bagus, yaudah aku pesan ya!" Dengan semangat Peter langsung membunyikan lonceng dan mulailah memesan.


~


Makan siang pun selesai, Peter dan Tiara kembali ke perusahaan karena sebentar lagi Peter akan melakukan meeting dengan kliennya.


"Apa kamu tak apa disini sendiri?" Sekali lagi Peter menanyakannya, ayolah ini sudah yang ke enam kalinya pertanyaan itu terus terlontar.


Tiara memutar mata malas, "Aku tak apa Peter Aril Coldas!" Sinis Tiara.


"Baiklah, itu cemilan ada di kulkas" Tunjuk Peter kearah sudut ruangan.


"Serah, sumpah kok aku yang bosan ya dengerin kamu yang nyinyir kayak gini," Jengkel Tiara.


Peter menggaruk tekuknya yang tak gatal, bukan dirinya yang nyinyir hanya saja waspada saja. Apalagi kan, ia sungguh tak ingin Tiara pergi darinya.


"Iya-iya, yaudah aku pergi dulu ya!" Ucap Peter sambil mengacak rambut Tiara.


Peter pun pergi meninggalkan Tiara yang sudah berada dalam ruangannya.


~


Cut


Ria pun berjalan mendekati tenda istirahat, sungguh sangat letih harus melakukan syuting di dekat hutan pinggir kota.


"Hebat!" Puji managernya.


"Jadwal ku setelah ini apa?" Tanya Ria tanpa mempedulikan pujian managernya itu.

__ADS_1


"Jadwal setelah ini kosong, tapi kamu harus sapa para fans kamu dulu dong. Lakukan live dulu!" Ucap managernya yang memberikan ponsel Ria.


"Oh baiklah, aku juga lagi bosan." Ria pun mulai melakukan live menyapa para fans nya, Ria menurut mereka adalah gadis yang ceria dan apa ada nya.


__ADS_2