
...☘️ Reading book ☘️...
Peter berjalan memasuki pembelanjaan swalayan, dimana ia akan membeli beberapa buah-buahan untuk Tiara agar cepat sembuh.
Di sepanjang perjalanan ia terus tersenyum dengan tentengan satu bag berisi buah-buahan.
Bruggg
Ia tak sengaja menabrak seseorang dan itu malah seorang wanita. Ia pun langsung bangkit dan menatap wanita itu yang tampak begitu sibuk menggerutu dan langsung bangkit.
"Kamu....! Peter!" Ucapnya yang terkejut menatap siapa yang akan ia marahin dan berani nya menabrak dirinya tanpa sedikit pun membantu.
Peter menatap dingin pada wanita itu, rahangnya mengeras dan kepalan tangannya mulai berurat melihat siapa yang saat ini berada dihadapannya.
"Maaf aku pergi dulu!" Ucap wanita itu yang langsung melangkah pergi ingin meninggalkan Peter.
"Amora!" Ucap Peter dengan dingin dan membuat wanita itu langsung berhenti.
Ya dia Amora, sebenarnya wanita itu ingin ke swalayan hanya untuk melihat-lihat beberapa bahan makanan dan cemilan diet. Saat ini ia masih belum bisa bertemu dengan Peter karena ia masih begitu menganggap dirinya buruk sebelum ia memperbaiki dirinya sehingga dapat PD mendekati pria itu.
Namun siapa sangka ternyata ia bertemu di tempat seperti ini tapi dengan tatapan yang begitu dingin. Apa pria itu sudah memiliki seseorang dan tak lagi mencintainya.
"Bicaralah dengan ku sebentar!" Ucap Peter yang berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Amora di belakangnya.
Disinilah mereka sekarang, berada di restoran dekat swalayan. Mereka memesan ruangan VIP untuk mereka berdua.
"Hmm...apa kabar?" Tanya Amora dengan wajah kikuknya.
__ADS_1
"Kemana kau selama ini!" Ucap Peter to the point. Lihatlah wajah datarnya yang menghunus menatap kearah wanita itu.
"Aku disekap!" Lirihnya dengan menunduk.
"Siapa yang menyekapmu?" Tanya Peter yang begitu ingin tau, bagaimana pun sudah hampir 12 tahun ia mencari gadis itu tapi tak kunjung di temukan.
"Zero!" Jawab Amora.
"Aku akan membunuhnya!" Geram Peter dengan gigi yang mengelatuk begitu nyaring.
"Jangan!!!" Teriak Amora yang langsung mengangkat wajahnya.
Kini tatapan Peter semakin lekat menatap mata Amora, terdapat kerinduan yang telah lama tak bersua namun di campur dengan rasa kekecewaan yang begitu mendalam.
"Kau mencintai nya?" Tanya Peter dengan tatapan yang dalam.
"Aku sudah menduga nya, aku hanya bilang makasih!" Ucap Peter yang langsung bangkit dari duduknya.
"Berhenti dulu peter!" Tahan Amora.
"Kenapa!"
"Bukan itu maksud aku, aku....!" Amora bingung harus menjelaskan seperti apa, namun ia begitu tak ingin membuat pria itu salah paham akan tentang nya.
"Sudah lah, aku sudah memiliki istri dan kami saling mencintai!" Ucap Peter yang langsung pergi meninggalkan Amora.
Amora menatap kepergian Peter, ada rasa kekecewaan saat mendengar Peter sudah memiliki seorang istri, apa pria itu tidak mencintai nya dan mencarinya disaat ia hilang, apa ia harus kembali mendekati pria itu agar hidup nya berwarna seperti dulu lagi.
__ADS_1
"Aku akan mendekati mu meski kau memiliki seorang istri Peter!" Ucapnya penuh tekat.
...****************...
Peter melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang mungkin bisa menjernihkan kepalanya, ia yang berniatan kerumah sakit harus mencari tempat untuk menenangkan pikirannya sebelum menemui istrinya, ia tak ingin istrinya itu malah kepikiran melihat wajahnya yang mungkin saja nanti muram.
"Akhhh...sial...sial kau Amora, setelah aku menemui cinta ku dan kau kembali hadir yang membuatku menjadi begitu terpuruk!" Teriak nya sambil meninju-ninju stir mobil nya.
Peter kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah sempat mengalami macet. Ia melajukan mobilnya menuju ke sebuah danau lama yang begitu jarang di datengin banyak orang.
Ia langsung saja duduk di bangku itu, tubuhnya menunduk dan diikuti dengan kepalanya, tangannya yang begitu tak berdaya menompang tubuhnya berpegangan pada kursi yang ia duduki.
Beberapa kali ia menghela nafas nya untuk merilekskan tubuh nya, udara segar danau cukup juga ikut menenangkan pikirannya.
"Dia sudah ku temui!" Ucap Peter sambil melempar satu batu kecil kearah kolam.
"Ada rasa rindu namun tertelan kekecewaan!" Peter sekali lagi melemparkan kolam itu dengan kerikil kecil.
"Kenapa kau kembali hah setelah aku menemui dia!" Teriaknya yang kembali lagi melempar kerikil.
"Kenapa hati ini masih menyimpan rasa hah setelah ia begitu tega pergi!"
"Ziro! Ya ziro sialan!"
"Aku benci kamu Amora...!"
Peter terus mengeluarkan keluh kesahnya sambil melemparkan kerikil kearah danau, biasanya ia akan kesini disaat harinya begitu kacau dan sekarang ia berada disini dengan pikiran yang sangat begitu kacau.
__ADS_1