Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 42


__ADS_3

Tak terasa sudah 1 bulan hubungan mereka berlangsung, kini Peter sedang membujuk Tiara agar tidak ngambek lagi. Ayolah, Peter sungguh tidak bisa soal membujuk seperti ini.


"Ayolah sayang, jangan ngambek lagi atau kamu aku bawa di bawah ku!" Ucap Peter yang beranggapan bahwa itu adalah bujukan.


"Bodo!" Dengusnya yang langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Peter.


"Ayolah...kita belanja deh!" Bujuk Peter.


Tiara hanya diam, ia memutuskan untuk fokus menyiapkan sarapan pagi dari pagi mengurusi semua ucapan Peter. Sebuah tangan melingkar di pinggang nya, sudah di pastikan siapa lagi pelaku nya kalo bukan suami nya itu.


"Kamu mau apa hmmm...kita beli yak!" Bujuk Peter.


"Pulau!" Jawab asal Tiara agar Peter berhenti mengganggu nya.


"Oke, nanti kita beli!" Jawab Peter dengan mudahnya.


Tiara langsung berbalik menatap Peter tak percaya, pulau loh yang ia minta bukan uang lima ribu kenapa dengan mudahnya mengatakan oke.


"Kenapa, apa ada lagi yang mau kamu minta?" Pertanyaan bodoh macam apa yang di lontarkan oleh Peter saat ini, apa Peter tak tau bahwa Tiara terkejut dengan ucapan nya.


"Sudahlah, duduk sana aku siapkan sarapan!" Ucap Tiara menghela nafas pasrah.


Dengan nurut Peter duduk di meja makan sambil menatap punggung Tiara yang sedang membuat nasi goreng. Peter tersenyum, ia berharap ia segera mendapatkan seorang anak dan menjadi ayah yang bertanggung jawab.


"Ini, makanlah kamu belum bersiap untuk ke kantor!" Ucap Tiara.


Tiara masih menggunakan nada yang sedikit kasar, meskipun begitu Peter dapat tau bahwa istrinya itu adalah orang yang lembut, salah satu contohnya ini dengan telaten ia menyiapkan sarapan dan air untuk ia minum, bahkan alat makan saja sudah di letakkan rapi di samping piringnya.


"Makasih sayang!" Ucap Peter yang langsung saja melahap nasi goreng itu penuh semangat.


...----------------...


Kini disebuah taman, beberapa orang sedang merekam adegan yang ada di hadapan mereka. Ya sekarang mereka sedang melakukan syuting film.


"Sialan kau! Dasar vampir sialan, berani nya kau menghisap darah pretty!" Sentak seorang manusia bercampur darah vampir.


"Aku tak ada urusan dengan mu setengah darah vampir seperti mu!" Raung Lucas yang memperlihatkan taringnya.


"Kau akan tau kekuatan seorang setengah darah vampir ini!"


Mereka langsung bertarung dengan cepat, membiarkan seorang gadis terbaring di lantai dengan leher bekas gigitan.


Cut

__ADS_1


"Oke akting kalian luar biasa!" Puji sutradara dengan menepuk tangan bangga.


"Makasih, ini semua karena anda juga pak!" Ucap Tristan dengan tersenyum manis.


Ria langsung bangkit di bantu oleh para tukang makeup untuk membersihkan semua makeup yang terpasang, ia sangat risih dengan benda yang menempel di wajahnya cukup tebal ini.


"Kau begitu harum!" Ucap Gerald yang tiba-tiba berada di samping Ria sambil bersandar pada dinding.


"Ck...hentikan otak mesum mu itu, itu hanya akting!" Ketua Ria.


"Kalo kau mau seriusan aku mau kok, bagaimana menurutmu?" Dengan tidak tau malu nya Gerald malah menawarkan diri atau bisa di bilang meminta Ria tidur dengan nya.


"Jika kau bisa menemukan Siva kalah di animasi kartun ladusing, maka aku akan menuruti mu!" Jengkel Ria.


"What mana mungkin, kenapa kau menjadi kan taruhan pada kartun anak kecil seperti itu!" Ucap Gerald tak percaya.


"Jangan panggil aku anak kecil paman!" Ucap ria yang meniru ucapan animasi kartun itu.


"Serah deh!" Jengkel Gerald yang berpindah ke arah kaca hias untuk membersihkan makeup nya yang tak nyaman.


...****************...


Kini Peter sedang menemani Tiara belanja bulanan di mall, awalnya wanita nya ini meminta mengajak di penjual swalayan, namun Peter malah menolak agar lebih berkualitas lebih baik ke mall sekalian, begitu lah pemikiran Peter.


"Beli baju!".


"Tas!"


"Gaun!"


"Berlian!"


"Atau alat makeup, katakanlah!" Ujar Peter dengan nada frustasi.


"Aku enggak mau!" Total tiara mentah-mentah.


"Ayolah, aku kan mau kamu jadi istri yang boros, lalu siapa dong yang mau habisin uang aku!" Bujuk Peter lagi dengan wajah memelas.


"Baiklah, skincare!" Jawab Tiara.


Peter langsung saja menarik Tiara dengan semangat, seperti mendapatkan sebuah berlian Peter kegirangan bahkan berniat untuk membelikan satu toko skincare.


"Oh no...kamu gila ya, jangan aneh-aneh deh!" Bantah Tiara dengan wajah jengkel.

__ADS_1


Lihatlah suaminya ini, mentang-mentang memiliki banyak uang dengan seenak jidatnya semua nya di beli, katanya apapun yang di suka Tiara akan ia beli sekalian saja dengan toko nya.


"Tapi kan sayang kalo duit enggak di keluarin!" Ucap Peter dengan wajah memelas.


"Tidak! Tetap tidak, sekarang kamu simpan uang nya dan simpan untuk masa depan kita!" Bantah Tiara dan Peter hanya mendengus mengangguk mengiyakan.


"Anak pintar!" Gemas Tiara yang mengelus lembut rambut Peter.


"Cium dong!" Pinta nya dengan bibir yang di manyunkan


"Astaga! Kamu enggak lihat apa lagi ramai, jangan aneh-aneh deh!" Kesal Tiara.


"Ya enggak apa lah, kan kita enggak ngerugiin mereka!" Jawab Peter dengan tampang polosnya.


"Tidak mau, Ayo ah katanya mau beliin skincare!" Rengek Tiara mengalihkan pembicaraan.


"Tapikan...."


"Udah ah yok, jangan kayak anak kecil!" Dengus Tiara yang langsung saja menarik tangan Peter tanpa mempedulikan pria itu yang mendengus kesal padanya.


Tiara pun masuk kedalam toko makeup yang menyediakan semua nya, dari alat makeup sampai semua alat kecantikan.


"Mbak tolong lihat serum bagus untuk kulit keriput dong!" Ucap Tiara pada salah satu karyawan toko.


"Bentar ya kak!" Ucap nya dan langsung berjalan ke tempat yang menyediakan serum itu.


"Ini adalah sepaket skincare dengan semua lengkap, dari crime sampai serum ada disini, bahkan untuk malam dan siang kak!" Ucap karyawan itu yang membawa satu paket skincare.


"Pilih yang sangat bagus!" Ucap Peter dengan aura dingin.


Seketika karyawan itu langsung kicep, bagaimana ia baru menyadari bahwa ada orang lain yang juga mengawasi mereka. Dengan cepat karyawan itu langsung mengambil sepaket skincare mahal dan sangat bagus.


"Ini kak, serum ini terbuat dari campuran mutiara laut dalam dan memiliki efek yang sangat cepat, yaitu memberikan kecerahan wajah, mengurangi kerutan, dan bahkan memutihkan kulit!" Ucap karyawan itu dengan sedikit takut-takut.


"Baiklah kak, ambil ini!" Ucap Tiara dengan sedikit tak enak.


Ia menatap tajam pada suaminya itu, dengan tanpa merasa bersalahnya ia menatap karyawan perempuan begitu tajam yang membuat wanita itu merasa takut dan gelagapan.


"Oh iya kak, ada enggak untuk body serum!" Tanya Tiara, tak mungkin kan kalo hanya muka saja yang di cerahkan sedangkan body nya tidak.


"Ada kak dengan merek yang sama!" Ucap karyawan itu yang langsung mengambil nya.


"Baiklah itu saja!" Ucap Tiara.

__ADS_1


Dengan cepat Peter langsung berjalan ke kasir dan membayar semua yang mereka beli, setelah itu mereka pun pergi meninggalkan toko itu


__ADS_2