Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 7


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Tok...tok...


Pintu kaca mobil Peter diketuk, terlihat disana seorang pemuda yang sedang mengintip dibalik kaca hitam itu.


Peter tetap diam, ia tidak peduli dan hanya yang ia pedulikan saat ini adalah tangan gadisnya yang terluka.


"A-aku bisa sendiri!" Tiara langsung menarik tangannya dari Peter dan pria itu hanya menatap datar dan dengan terpaksa membuka sedikit kaca pada pemuda yang mengetuk kaca mobilnya.


Peter menaikkan alisnya satu saat kaca sedang dibuka dan pemuda itu langsung memberikan kunci motor padanya dan membungkuk.


Kaca kembali tertutup, Peter hanya menatap datar kearah Tiara yang terus menunduk.


Terlihat gadis itu sangat takut dan gugup bila berdekatan dengannya.


"A-aku pergi dulu!" Tiara langsung memegang handle pintu namun pintu itu tak kunjung buka.


Gadis itu berbalik menatap wajah datar Peter yang terus menatapnya datar.


"Bukankah kau mau pergi, bukalah!" Ujar Peter dengan senyum miringnya.


"Ta-tapi to-tolong buka kunci nya!" Tiara meremas tangannya, ia begitu gugup dan takut dengan tatapan Peter padanya.


"Sudah ku peringatkan bukan, jangan meremas tanganmu!" Peter meraih tangan Tiara, tapi gadis itu lebih dulu langsung menghindari.


Peter hanya tersenyum, ia hanya membutuhkan kesabaran untuk mengembalikan gadisnya itu, meski ini bukanlah Amora nya.


"Memohonlah, maka akan aku bukakan pintu!" Ujar Peter.


Tiara bingung harus berucap apa, saat ini tubuhnya begitu gemetar dan mulutnya begitu kalu untuk mengucapkan sesuatu.


Gadis itu menggigit bibirnya, ia berpikir dengan sangat keras untuk memulai perkataannya. Semua yang dilakukan Peter tak luput dari penglihatannya, ia sudah memahami gadis nya itu.


"Ku mohon buka pintunya!" Tiara menutup matanya untuk mengucapkan itu, seakan seperti seorang anak kecil yang mengakui kesalahannya.


"Aku tidak mau!" Tolak Peter.


Tiara menatap kearah Peter dan Peter malah langsung men ciu mnya dengan paksa. Hal itu membuat Tiara langsung membulatkan matanya melihat yang dilakukan Peter.


Plak...

__ADS_1


Tiara menampar Peter dan hal itu membuat pria itu merasa geram padanya. Tiara langsung tergesa-gesa mengambil handle pintu dan berusaha membukanya, namun pintu itu tak terbuka.


"Kau begitu lancang gadis nakal, apa kau mau aku hukum!" Terlihat Peter begitu menyeramkan dan Tiara langsung memundurkan tubuhnya meski sudah berada disudut banget.


"Ma-maafkan aku!" Tiara meremas tangannya dengan sangat kuat dan hal itu kukunya berhasil menancap dengan sempurna di telapak tangan nya.


Peter terkejut, gadis nya itu berani melukai dirinya disaat begitu ketakutan. Ada rasa kasihan karena tubuh Tiara yang begitu gemetar.


"Keluarlah!" Ucap Peter dan Tiara langsung kembali membuka handle pintu dan akhirnya pintu bisa terbuka.


Tiara berlari menjauh meninggalkan Peter yang saat ini berada didalam mobil.


Peter memegang bekas tamparan Tiara, tersenyum miring dan dengan tatapan yang begitu tajam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di koridor sekolah, Tiara membawa buku habis pelajaran seluruh kelas, dirinya yang terlambat terpaksa harus melakukan hal itu sebagai hukuman.


"Sini ku bantu!" Tiba-tiba seseorang langsung mengambil sebagian buku dari Tiara.


Tiara menatap orang yang melakukan hal itu, Seorang laki-laki tampan yang tersenyum manis padanya.


Tiara sedikit gelagapan, namun pada akhirnya ia mengikuti laki-laki itu. Tiara terus menunduk disepanjang perjalanan menuju perpustakaan.


Tak jauh dari sana, seseorang menatap dengan geram dan tajam kearah Tiara dan lelaki yang mendekati Tiara.


Genggaman tangannya sangat erat, sehingga keluar urat-urat tangan, wajah yang memerah dan tatapan yang tajam sehingga mampu membunuh orang dengan sekali tatapan.


Kembali lagi pada Tiara dan lelaki itu, terlihat Tiara terus menunduk menatap jalan tanpa ada niat untuk memulai pembicaraan.


"Perkenalkan namaku Gewira Aroman, kamu bisa panggil aku Wira!" Ucap lelaki itu memulai pembicaraan.


"Tiara!" Singkat Tiara, ia tidak ingin terlalu banyak berbicara pada orang asing.


Sesampainya mereka berdua diperpus, Tiara langsung meletakkan buku-buku itu dirak-rak yang disediakan, ia tidak ingin berlama-lama dengan lelaki disampingnya karena ia merasa cukup tidak nyaman dengan pandangan lelaki itu.


"Tunggu sebentar!" Wira memegang tangan Tiara untuk menahannya, hal itu membuat Tiara langsung menghempas tangan Wira.


"Oh sorry, tapi bisakah kita berteman!" Ucap Wira dengan senyum manisnya meski tidak dilihat oleh Tiara.


"Nggak, aku masih ada urusan!" Tiara cukup gelagapan dan langsung pergi meninggalkan Wira dengan berlari.

__ADS_1


Wira tersenyum menatap kepergian Tiara, ia yang baru saja sampai di Indonesia cukup merasa senang karena ada orang yang menarik perhatiannya.


Sebenarnya ia malas untuk di Indonesia ini karena ia tau pasti tidak ada yang bisa menarik perhatiannya. Namun perpindahan sekolahnya dari Singapura membuat ia menemukan gadis yang begitu pemalu dan imut, hal itu menjadikannya begitu semangat untuk terus bersekolah.


"Sebaiknya kau jauhi gadis ku, atau kau akan habis ditanganku!" Ancam seseorang yang tak ia kenal yang langsung berbicara disamping Wira.


Wira menatap kepergian lelaki yang mengancamnya, ia merasakan hawa yang begitu tegang saat pria itu berada disampingnya.


Wira kembali berjalan meninggalkan tempat itu menuju kantin, karena sekarang merupakan jam istirahat.


...****************...


Didalam kantin, Kini Tiara berada di meja paling sudut. Ia berada dikantin karena paksaan Ria, saat ini gadis itu tengah pergi memesan makanan untuk mereka berdua.


Tiara terus menunduk, ia tidak berani menatap orang sekitarnya yang terus menatapnya dengan tatapan yang menurut Tiara begitu menakutkan.


"Hey...ini makananmu!" Ria langsung meletakkan mangkok yang berisi somay.


"Makasih" Lirih Tiara.


"Nggak usah takut kali, makan kayak biasa napa!" Ujar Ria yang cukup tak nyaman jika sahabatnya itu ketakutan.


Ria menatap kesekitarnya, beberapa orang yang menatap Tiara langsung mengalihkan pandangannya fokus pada makanannya.


"Sudah makan aja gih, ntar orang yang lihat kamu kayak gitu biar aku yang lawan!" Ujar Ria dengan bangga.


Tiara hanya diam, tangannya perlahan mengambil sendok dimangkonya, perlahan membuka mulutnya menyuapkan somay itu kedalam mulutnya.


"Suapkan aku sayang!" Bisik Peter yang langsung merangkul Tiara.


Seketika tubuh Tiara menegang, detak jantungnya berdetak cepat, saat ini ia begitu takut pada lelaki disampingnya ini.


"Sayang!" Bisik Peter lagi.


Telinga Tiara memerah, tangan nya perlahan menyendokkan somay itu dan tangannya perlahan mengangkat sendok yang berisi somay itu menuju mulut Peter.


Peter terus menatap Tiara, mulutnya membuka menunggu suapan dari Tiara. Namun sebelum somay itu masuk kedalam mulut Peter, somay itu malah terjatuh sehingga mengenai celana Peter.


"Ma-maaf!" Tiara langsung mengambil tisu dan mengelap bekas somay yang ada dicelana Peter.


Ia takut kalo Peter marah padanya dan bahkan terus mengganggu nya.

__ADS_1


__ADS_2