Kau Milikku Tiara

Kau Milikku Tiara
Bab 24


__ADS_3

...☘️ Reading book ☘️...


Tak terasa sudah 5 hari setelah kejadian dimana ia diculik secara paksa oleh Peter, pria itu bersikap begitu sangat baik dan lembut padanya. Namun satu ia begitu tetap tak bebas jika terus dalam belenggu seorang Peter.


Ia bersikap seolah menerima kehadiran Peter, namun didalam otaknya masih berputar sebuah rencana untuk kabur dari sini. Ia sudah cukup mengerti seluk beluk kediaman ini dan ia akan menggunakan pintu rahasia yang sudah ia incar dari kemaren.


"Aku akan ke luar negeri untuk urusan perusahaan, jangan bandel karena aku ada urusan selama seminggu disana!" Ucap Peter lembut sesekali mengecup kening nya.


Tiara hanya mengangguk seperti seorang anak anjing yang menurut, senyum manis selalu ia berikan pada Peter agar pria itu tak menaruh curiga padanya.


Oh ya satu lagi, ia dan peter tak pernah melakukan hubungan intim, itu semua karena permintaan Tiara dan Peter menghargainya. Selain saling bertukar salivan, tak ada lagi yang mereka lakukan lebih jauh lagi.


"Baiklah, ini ponsel untuk mu aku tau kamu bosan dirumah terus bukan, yaudah untuk sekali ini kamu aku kasih ini!" Ucap Peter memberikan sebuah benda pipih keluaran terbaru.


"Seriusan untuk ku?" Tanya Tiara memastikan.


Peter mengangguk dan tersenyum, "Tentu dan kau bisa melakukan apa saja karena sudah terisi data kuota limited dan sinyal yang sudah tersambung dengan baik!" Ucap Peter menjelaskan.


"Makasih!" Tiara langsung menerimanya, ia tersenyum bahagia meski itu hanya tipuan.


"Apa cuman itu, enggak ada dikasih imbalan!" Sungut Peter dengan wajah cemberut.


"Ah kau tak ikhlas, baiklah ambillah kembali!" Ucap Tiara dengan wajah yang cemberut.


"Oh bukan itu baby, oh ayolah kasih aku kecupan sayang!" Ucap Peter yang mendekatkan wajahnya meski harus sedikit membungkuk mensejajarkan diri pada Tiara.


Tiara gelagapan, bagaimana ia belum siap untuk melakukan itu lagi, apalagi tadi pagi hampir saja ia dan Peter melakukan hal yang intim, dan untungnya ponsel Peter yang terus berbunyi yang menandakan bahwa pria itu harus segera pergi.


Cup


Sudah melayang sebuah kecupan, kini Peter kembali berdiri dengan normal. Ia melihat wajah gugup Tiara yang begitu menggemaskan.

__ADS_1


"Kau sangat lucu sayang!" Peter mengacak-ngacak rambut Tiara dan membuat gadis itu semakin salah tingkah.


"Ah kamu cepatlah pergi, bukan kah Juan sudah menelpon dari tadi!" Ucap Tiara dengan gelagapan.


"Kamu mengusirku sayang!" Ucap Peter yang sengaja berwajah murung.


"Hmm...iya..eh tidak maksud ku!" Oh tidak jantung, Tiara terus meruntuki dirinya yang dibuat salah tingkah oleh sikap Peter, sungguh tidak bisa dilupakan ini kejadian yang memalukan.


"Hahahaha... sepertinya aku tak ingin keluar negeri, calon istri ku ini begitu menggemaskan!" Peter sedikit mencubit pipi Tiara dengan gemas.


"Ah kenapa, kamu jangan lakukan itu demi aku!" Ucap Tiara yang langsung menatap bingung kearah Peter.


"Bahkan untuk kehilangan harta pun aku mau sayang demi kamu, jadi jangan beranggapan seperti itu!" Ucap Peter yang tetap dengan senyuman dan tatapan memuja yang begitu terlihat.


"Hahahaha...iya deh!" Tiara berusaha tertawa meski menurutnya itu adalah garing.


"Yasudah aku pergi dulu, hati-hati dirumah jangan terlalu nakal oke!" Ucap Peter yang kembali lagi mengecup keningnya.


Tiara hanya mengangguk dan menatap punggung Peter yang sudah akan memasuki mobil yang dari tadi menunggu. Lambaian tangan dari terus hingga mobil itu hilang dari pandangan Tiara.


Ia memegang benda pipih itu, ia tersenyum kecut karena tau ponsel ini pasti sudah dimodif dengan berbagai kamera pengawas, terlebih dengan mansion yang setiap tempat nya di beri cctv kecuali kamar mandi.


Tiara memainkan ponselnya sebentar, ia cukup ingin bersantai lebih dulu sebelum akhirnya memulai melakukan hal yang akan ia lakukan.


Membuka media sosial yang telah lama tak ia lihat, oh ternyata banyak pesan yang dikirim oleh sahabatnya itu melalui Instagram dan bahkan Facebook, dan mungkin saja di pesan WhatsApp sudah mencibun dan tak terhitung dari sahabatnya.


Beberapa orang yang mengikuti banyak men DM nya melalui Instagram, karena Instagram Tiara menggunakan wajah aslinya tanpa kacamata dan kucir kuda.


Tiara sibuk dengan ponselnya sedangkan ditempat Peter, lebih tepatnya adalah didalam mobil hitam, Peter terus melihat iPad nya dimana memperlihatkan wajah Tiara yang begitu senang memainkan ponselnya.


"Sangat menggemaskan!" Gemas Peter, ia sungguh ingin mencubit dan menggigit pipi gadis itu.

__ADS_1


"Tuan muda, semua penerbangan sudah disiapkan dan kita akan melakukan penerbangan 30 menit lagi!" Jelas Juan dengan mata yang menatap Peter yang terus senyum-senyum sendiri.


"Bukan kah gadis ku menggemaskan!" Ucap Peter menunjukkan wajah Tiara pada Juan.


"Tentu nona menggemaskan dan cantik!" Puji Juan dengan tersenyum lembut.


Peter bukannya senang, tetapi malah mendengus kesal dan mengambil kembali iPad nya dengan kesal.


"Gaji mu ku potong!" Ucap Peter dengan wajah kesal.


"Ah kenapa tuan muda!" Ucap tak terima Juan.


Apakah tuan nya itu cemburu, tapi kan tuan muda nya itu yang meminta pendapat dari nya, sungguh pemikiran tuan mudanya itu tak bisa di prediksi.


"Enggak tau!" Tungkas Peter.


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta, dimana sudah disiapkan jet pribadi miliknya sendiri. Jet langsung terbang karena saat mereka sampai waktu penerbangan tinggal 3 menit saja.


Akhirnya penerbangan pun terjadi dengan ketinggian 2000 kaki dari tanah. Sedangkan di mansion nya terdapat Tiara yang sudah siap dengan baju Hoodie dan celana santainya.


Ia membawa sejumlah uang yang selalu diberikan Peter selama Lima hari ini, entahlah sudah terkumpul 250 kita dalam rekeningnya, Peter begitu royal dengan memberikan dirinya 50 juta setiap hari nya.


"Sekarang sudah siap, aku hanya tinggal memastikan keadaan!" Gumamnya.


Tiara tak membawa ponsel pemberian Peter, karena ia tidak akan ingin kembali lagi ketempat ini.


Tiara berjalan santai melewati semua penjaga yang menjaga pintu utama, ia berbaju santai seakan tak melakukan apa-apa.


"Nona mau kemana, panggilan pelayan pribadi anda!" Ucap seorang penjaga dengan menghalangi jalan Tiara menggunakan tangan nya.


"Aku hanya berkeliling disini, bukankah kalian tau pengamanan disini begitu ketat!" Ucap Tiara membela.

__ADS_1


"Tapi nona, anda tidak boleh keluar jika tidak dengan pelayan pribadi anda!" Ucap penjaga itu yang tetap menghalangi jalan Tiara.


"Isshh...!" Tiara menghentak-hentakkan kakinya, rencana nya untuk keluar dengan aman harus terhalang oleh peraturan Peter yang membosankan.


__ADS_2