
Hari – hari terus berjalan setelah acara lamaran diselenggarakan, mawar tidak lagi bekerja dikantor Fahmi karena sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Fahmi Adithiya Nugroho.Dan pula masa magang Mawar pun telah usai, sebernarnya Fahmi sangat suka dengan kerja Mawar namun apalah daya dia tak dapat lagi memperkerjakan calon istrinya karena jika ia masih mempertahankan Mawar bekerja maka orangtuanya akan memarahinya habisa-habisan.
Singkat cerita
Hari ini adalah hari kelulusan mawar, dia bahagia karena telah menyelesaikan studynya dan sebentar lagi dia akan bisa mengurusi butik peninggalan Ibunya yang kini masih di pegang oleh ibu tirinya karena dia merasa sebelum dia lulus dari study, dia belum merasa pantas untuk mengambil alih butik Ibunya jadi dia masih menitipkan butik itu pada ibu tirinya.
Acara wisuda telah berakhir semua berjalan dengan lancar, orang2 tersayang nya pun datang di acara wisudanya dan tak tertinggal pula keluarga dari calon suaminya yang turut hadir. kehadiran keluarga calon suaminya membuat nya merasa bahagia karena masih banyak ternyata orang2 yang sayang dan peduli padanya.
Dua minggu setelah acara wisuda Mawar, hari ini tepat di hari jum’at dimana hari yang paling baik daripada hari lainnya Mawar akan dipersunting oleh pria bernama Fahmi Adithiya Nugroho.
__ADS_1
Acara telah berlangsung sampai pada waktu yang dimana ditunggu oleh dua belah pihak keluarga besar untuk menyaksikan acara akad yang sebentar lagi sang mempelai Pria mengucapkan Ijab qobul nya. Acara ijab qobul telah dimulai, sang ayah mempelai wanita telah menggenggam erat tangan calon menantunya.
Fahmi melafadzkan ijab qobul dengan suara lantang dan jelas seketika orang2 yang menjadi saksi mengucapkan “Sah” dan akhirnya kini ia telah resmi menjadi suami dari Mawar Putriana Sanjaya.Sang pengatin wanita keluar dari tempat persembunyian untuk menuju meja akad, berjalan dengan anggun nya mengenakan gaun berwarna putih dibaluti hijab yang menutup dada tak lupa make up yang sangat pas diwajah nya, sangat terlihat aura kecantikannya memancar membuat para tamu undang terpana tak luput pula dari pandangan sang pengantin pria yang juga terpana dengan kecantikan sang istri.Mawar dengan perasaan yang gugup bersanding dengan sang suami di meja akad untuk menanda tangani buku nikah mereka. Mawar masih tak percaya akan menikah dengan orang yang tak pernah dibayangkan nya terlebih suaminya Bos dikantornya benar2 mustahil “pikir mawar”.
Pesta berjalan dengan lancar, para tamu undangan pun tidak terlalu banyak yang hadir meski diadakan di gedung hotel terkenal dikota tersebut karena pengantin pria tidak ingin mengundang terlalu banyak orang hanya mengundang keluarga inti, teman2 dekat, dan relasi2 yang penting saja dan sang pengantin wanita pun menyetujuinya meskipun jauh di dalam hatinya menginginkan teman2 kampus dan teman2 semasa SMA nya hadir tapi karena itu permintaan calon suaminya maka diapun menyetujuinya dan bagaimanapun juga sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri yang dimana seorang istri harus mematuhi permintaan sang suami bukan “pikirnya”.
“Selamat ya kalian berdua semoga langgeng sampai kakek nenek”ucap Dara yang turut bahagia diacara pernikahan sahabatnya.Dan disusul dengan Rangga yang juga mengucapkan selamat kepada Mawar dan Fahmi
“Mar, selamat ya semoga kamu bahagia dan samawa ya bro”ucap Rangga dengan wajah yang dibuat sebaik mungkin meski hati nya sebenarnya terluka, mungkin ini yang dinamakan sakit tapi tak berdarah.
__ADS_1
Dara dan Rangga pun menyalami kedua pengantin tersebut lalu setelah itu mengambil pose untuk mengabadikan moment.
Acara pernikahan telah usai, tinggal beberapa relasi Fahmi yang masih berada diacara pesta.
"ehemmm, lebih baik kamu masuk ke kamar lebih dulu, acaranya juga sudah selesai tinggal beberapa teman2 dan relasi saya jadi saya mau menemani mereka sekalian membahas tentang pekerjaan" ucap Fahmi dengan datar dan dingin kepada Mawar.
"iya mas, klau gitu aku masuk dulu mau bersih2 juga"ucap mawar dibuat setenang mungkin pasalnya hatinya sedang bergejolak tak menentukan apalagi setelah ia memanggil Fahmi dengan sebutan "Mas".
"hmmmm"timpal Fahmi sesingkat mungkin.Fahmi merasa aneh dengan panggilan "Mas" yang mawar tujukan kepadanya karena kata2 itu terasa asing ditelingganya namun ia membiarkan Mawar memanggilnya dengan sebutan itu karena dia ingin cepat pergi dari atas pelaminan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.......
jangan lupa ❤👍👍