Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 72


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


Kantor Fahmi


Diruang yang bertuliskan “Room Ceo” sedangkan berkumpul Fahmi sekalu Ceo tersebut beserta dua orang sahabatnya untuk makan siang bersama .


“Enak banget nih makanan, selain cantik sektaris lo pinter juga pesen makanan yang enak” ucap Deren membuka suara setelah selesai dengan makanannya begitupun dengan Fahmi dan Aji yang juga sudah selesai menghabiskan makanannya.


“etdah, gue ngomong kenapa dicuek in. Kenapa sih lo bedua, diem² mulu” timpal Deren lagi dengan kesal karena ucapannya tidak ditanggapi oleh kedua sahabatnya.


“Jadi apa rencana lo untuk Anita. Setelah kemaren lo nidurin dia, yang entah karena sengaja atau nggak itu. Gue harap lo nggak lepas tanggung jawab gitu aja” ucap Fahmi to the point, dan tidak menghiraukan Deren yang berceloteh tidak jelas menurutnya.


“Ck, dasar gue ngomong malah dicuek in bukannya malah ditanggapi” decak Deren kesal.


“Lo tenang aja, gue nggak bakal lepas tanggung jawab gitu aja kok ke Anita. Gue bakal datangi apartemennya atau kalau perlu gue langsung datang ke rumah mertua lo untuk jelasin tentang kejadian kemarin divilla. Dan satu hal lagi, kejadian kemarin murni kecelakaan bukan disengaja perlu lo ingat itu” sarkas Aji yang juga kesal karena menurutnya Fahmi menuduhnya dengan sengaja meniduri mantan kekasihnya itu padahal kenyataannya tidak seperti yang dipikiran Fahmi.


“Oke bagus kalau gitu” ucap Fahmi masih dengan nada yang dingin dan wajah seriusnya.


“Nah sekarang, lo Aji jelasain kejadian kemarin yang sebenarnya sama kita². Supaya kita juga bisa bantu buat lo jelasih ke ortunya si Anita.” Timpal Deren yang dengan rasa penasarannya.


“Oke gue bakal ceritain kejadian kemarin sama lo bedua” Jawab Aji berusaha untuk menjelaskan kejadian divilla waktu itu.


Flasback on


Aji dan Anita


Anita sudah sangat mabuk, dan akhirnya Aji pun terpaksa mengantarnya (Anita) ke dalam kamar, sebelum yang lain melihat keadaan Anita yang jauh dari kata baik.


“Menyusahkan” gumam Aji saat membopong Anita menuju kekamar. Anita sendiri terus mengoceh menyebutkan nama Fahmi mantan kekasihnya, tak henti² ia menyebut nama Fahmi dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Aji pun masuk kedalam kamar Anita, lantas menidurkan tubuh Anita diranjang. Setelah selesai Aji pun berniat kembali menuju kamarnya sendiri untuk istirahat terlebih besok ia harus berangkat pagi menuju kota. Namun belum sempat keluar dari kamar Anita, anita sudah menahan tangannya terlebih dulu. Dan kini posisinya anita terbaring dengan aji yang berada diatas tubuhnya, dan situasi ini membuaat mereka berdua sangat intim.


“Fahmi, tolong jangan tingalin aku. Aku tau kamu masih cintakan sama aku, aku rela jika harus jadi yang kedua didalam hidup mu” racau Anita dengan menarik² baju Aji yang berada diatasnya.


“Dasar gila, cihh sok mau jadi yang kedua. Memangnya Fahmi mau dengan mu, wanita aneh” decak Aji melihat Anita mengoceh nama Fahmi yang berada dibawahnya saat ini. Disaat Aji tengah berperang dengan pikirannya, tiba² benda kenyal dan lembut menempel dibibirnya dan ternyata tanpa disadarinya sekarang Anita tengah menciumnya. Aji yang notabennya pria normal ketika mendapat ciuman, ia lantas membalas ciuman tersebut, terlebih Anita sangat mendominasi ciuman tersebut. Membuat gairah didalam diri aji naik dan membalas tak kalah lebih ganas dari ciuman yang diberikan Anita.


Semakin lama adegan ciuman tersebut menjadi sangat intim, Anita terus menggoda Aji dengan serangan-serangan ciumannya, membuat Aji menginginkan yang lebih dari sekedar ciuman karena jiwa kelaki²annya sudah naik, gairahnya pun sudah tidak dapat dikendalikannya. Dan terjadilah malam panjang antara Aji dan Anita yang tanpa disengaja itu.


part lanjutan dari Bab 65 tentang Anita yang mabuk , ya gaess kalau kalian lupa .


Flasback off


“Oke gue paham sekarang, kejadian kemaren itu memang nggak disengaja dan bukan karena sengajakan” ucap Deren setelah mendengar semua cerita lengkap dari Aji.


“Iya itu semua dilakukan tanpa sengaja, dan nggak bisa gue kendaliin” balas Aji dengan wajah serius.


“Meskipun kejadian kemaren nggak lo sengaja, lo harus tetap tanggung jawab Ji” timpal Fahmi dengan serius menatap Aji.


“Iya gue tau, tapi...”


“Tapi, apa lagi Ji. Lo mau lepas tanggung jawab gitu aja. Mikir dong, Anita itu wanita hatinya rapuh” sela Fahmi dengan emosi karena melihat raut wajah Aji yang ragu².


“iya nyelesain nih masalah, tapi kayaknya temen lo tuh yang kelihatannya ragu² buat bertanggung jawab” seloroh Fahmi melihat Aji dengan senyum mengejeknya.


“Ehhh maksud lo apaann , gue bukan cowo brengsek yang ngelepas tanggung jawab gitu aja ya” ucap Aji yang mulai tersulut emosi dengan ucapan teman sekaligus Bos ditempat kerjanya itu.


“Udahlah weyy, kita ini sahabat” lerai Deren berada ditengah² antar Aji dan Fahmi.


“Mi, lo tenang dulu. Harusnya kita dengerin penjelasannya Aji dulu, jangan asal ngamuk kayak gini. Gue yakin Aji nggak bakal lepas tanggung jawab gitu aja sama Anita” sambung Deren berusaha menenangkan Fahmi yang memang lebih emosi ketimbang Aji yang bersikap datar meski sebenarnya juga kesal.


“Hmmmm, oke jelasin kalau gitu. Apa yang bakal dia usahain untuk tanggung jawab” ucap Fahmi melirik Aji meminta penjelasan tentang usaha apa yang dilakukannya untuk Anita.


“Nah gitu santai, Mi. Dan lo Aji jelasin ucapannya lo yang tadi sempet ke potong karena ucapan Fahmi” sambung Deren berbalik melihat Aji untuk melanjutkan omongannya.


“Oke, gue mau aja tanggung jawab. Tapi yang jadi masalahnya sekarang adalah apa Anita mau gue nikahin sedangkan dia masih mencintai cowo yang sudah berstatus mantannya. Bahkan lo tau, Anita mabuk pun itu karena patah hati melihat mantannya bahagia dengan istri dan anaknya. Dan gue pun disini sama² korbannya” jelas Aji dengan melihat Fahmi yang sekilas terlihat bingung dengan ucapannya.

__ADS_1


“Maksud lo apa ngomong gitu, lo nyindir gue iya” ucap Fahmi yang tau arah pembicaraan Aji yang seolah menyalahkan dirinya juga terlibat dalam kejadian satu malam antara Aji dan Anita. Deren sendiri pun masih berusaha diam mencerna semua omongan Aji.


“Nggak perlu gue jelasin kan Mi, gue tau lo cerdas bahkan lebih cerdas diantara gue dan Deren. Jadi seharusnya lo tau apa maksud omongan gue yang tadi tanpa harus gue perjelas lagi” jawab Aji berusaha untuk tetap santai menanggapi ucapan Fahmi.


“Kok lo jadi nyalahin gue, gue udah punya keluarga kecil sendiri. Anita udaah bukan siapa² gue lagi, jadi jangan nyalahin gue. Seolah² gue terlibat dalam masalah lo ini” timpal Fahmi dengan menggebu².


“Iya lo emang gak salah dan nggak terlibat dalam kejadian kemaren. Tapi sikap lo yang masih baik dan perhatian ke Anita yang buat dia semakin susah move on dari lo, bahkan malah buat dia berharap untuk jadi yang kedua dihidup lo” ucap Aji menekan kan setiap kata yang diucapkannya agar sahabatnya itu sadar. Fahmi boleh pintar dari segi pengetahuan namun soal cinta Fahmi seakan bodoh dan tidak paham, sehingga membuat Aji jengkel dengan sikap Fahmi yang menurutnya berlebihan jika sudah jatuh cinta.


“iya Mi, bener kata Aji. Kalau lo emang selalu baik dengan Anita. Seharusnya lo buat dia nggak terus jatuh cinta sama lo. karena sikap terlalu baik lo ke Anita buat dia salah paham. Apalagi kemaren lo terang²an meluk Anita didepan istri lo. Buat Anita semakin nggak bisa lepas dari lo, dan tanpa lo sadari ada hati yang terluka” timpal Deren panjang lebar sama seperti Aji, supaya menyadarkan Fahmi sahabatnya untuk tidak terlalu baik pada Anita.


“Gue Cuma berusaha menjalin hubungan baik ke dia, nggak lebih. Karena bagaimana pun dia pernah ada dihidup gue, mengisi hari² gue. Jadi menurut gue itu sah² aja, asal gue nggak selingkuh sama Anita. Terlebih Anita adalah kakak ipar gue sekarang, jadi gue berusaha untuk jadi adik ipar yang baik dengan memperlakukan dia dengan baik, itu aja nggak lebih” tekan Fahmi yang sudah mulai kesal karena sekarang justru dirinya yang dipojokan oleh kedua sahabatnya. Aji dan Deren hanya bersikap malas mendengar penjelasannya Fahmi yang menurutnya tidak masuk akal, karena sahabatnya lagi² tidak sadar atas sikap berlebihannya.


“Oke, kayaknya cukup sampai disini obrolan kita. Semua sudah selesai, jam makan siang udah habis. Gue harus balik keruangan gue. Untuk masalah Anita biar gue urus sendiri, gue sendiri yang bakal datang kerumah orangtua Anita untuk bicara soal ini”ucap Aji lantas berdiri dari tempat duduknya untuk pergi.


“Lo beneran, bisa urus ini sendiri” Deren menahan Aji untuk memastikan ucapan sahabatnya itu.


“Lo tenang aja, gue bisa kok. Gue duluan ya” Aji pun pergi tanpa pamit dengan Fahmi namun meskipun begitu dia tetap melihat sahabatnya itu dengan sikilas sebelum benar² keluar.


“Oke kalau gitu, gue juga balik kekantor dulu, Mi. Lo lanjut kerja aja” pamit Deren menyusul Aji untuk pergi dari ruangan Fahmi.


“hmm, iya. Hati² lo” jawab Fahmi dengan singkat dan datar.


“Siap, oke byy” deren pun pergi dari ruangan Fahmi dan kini tinggal menyisahkan Fahmi sendiri dengan segala pemikirannya.


Bersambung.......


...gimana part kali ini, udah bisa ketebak bakal gimana endingnya ?...


...apa mungkin Deren bakal nikah sama Anita atau justru sama Fahmi?...


...kalian bisa tebak² sendiri ya, hehheeh🙃😁...


...jangan lupa komen ya, supaya aku semangat buat Up ini cerita, hehehe😁...


...jangan lupa like dan vote juga okeyy...

__ADS_1


...sampai ketemu di Bab selanjutnya.......


...jangan lupa untuk bersyukur ya🌻🌻....


__ADS_2