Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 46


__ADS_3

Hari telah berganti bulan, siang berganti malam, dan begitu seterusnya. kehamilan mawar pun semakin membesar. Setelah kejadian dihotel waktu itu, fahmi sudah memutuskan untuk tidak lagi membohongi sang istri, dan berusaha untuk selalu ada didekat Mawar yang sedang mengandung. Hari ini tepat 7 bulan Mawar mengandung, fahmi berencana akan mengadakan syukuran tujuh bulanan sekaligus memperkenalkan mawar pada pegawai kantornya yang sampe saat ini  belum tahu menahu statusnya yang sudah menikah. Fahmi merasa sudah waktunya dia memperkenalkan Mawar ke publik, terlebih sang istri tengah mengandung anaknya yang akan menjadikan pewarisnya nanti.


 


“Sayang, nanti acara tujuh bulanan Mu aku berniat untuk mengundang semua karyawan kantor ku. Gimana kamu setuju kan?”tanya Fahmi.


 


“Boleh Mas, tapi apa nggak berlebihan jika mengundang semua karyawan mu. Lagian ini kan hanya acara tujuh bulanan bukan pesta pernikahan” jawab Mawar dengan hati² agar sang suami tidak tersinggung.


 


“Nggak lah sayang, lagian ini kan juga bukan hanya sekedar acara tujuan bulanan tapi juga aku akan memperkenalkan mu sebagai istri ku, selama ini mereka belum tau jika aku sudah menikah” ucap Fahmi sambil mengelus kepala sang istri yang sedang bersandar dibahunya.


 


“Oh iya, ngomong² soalnya pesta pernikahan, gimana jika kita buat pesta pernikahan saja. Jadi acara tujuh bulanan digabung dengan acara pesta kita. Lagian kan waktu itu kita menikah hanya mengundang kerabat dekat saja tanpa ada pesta setelahnya” sambung Fahmi lagi.


 


“Nggak perlu mas, lagian aku kan sudah mengandung jadi tidak perlu pesta pernikahan. Aku Cuma mau fokus sama kehamilan aja, nanti aku malah kecapekan, yang tadinya hanya mengurus acara tujuh bulanan malah jadi mengurus pesta pernikahan. yang ada malah nggak selesai²” jawab Mawar dengan senyum sambil melihat suaminya.


 


“Iya juga ya, emm tapi memang kamu nggak ada niatan untuk bikin pesta pernikahan. Atau setelah lahiran aja kita bikinnya, gimana?” Ucap fahmi yang masih keras kepala.


 


“Mas sudahlah, lagian setelah lahiran aku hanya ingin mengurus anak kita dan juga mengurus mu”  ucap Mawar sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


 


“Mungkin dulu aku ingin mengadakan pesta pernikahan saat kita menikah waktu itu, pengen deh kayak yang lain bisa punya pesta pernikahan impian tapi itu dulu. Sekarang aku udah nggak mau lagi, karena aku udah bahagia dengan pernikahan kita yang sekarang. Nggak perlu pesta² lagi, buat apa ada pesta tapi pernikahan kita nggak bahagia” sambung mawar menjelaskan alasannya yang menolak untuk pesta pernikahan.


 


“tapi kan awalnya pernikahan kita memang nggak bahagia, dulu aku sering nyakitin kamu dengan terus mengabaikan keberadaan mu” ucap Fahmi sendu sambil memflasback kembali awal pernikahannya.


 


“Iya aku tahu, tapi kan sekarang kamu sudah nggak mengabaikan ku lagi. Lihat terbukti dari hasil buah cinta kita yang sekarang ada diperut ku”  jawab Mawar sambil menuntun tangan suaminya untuk mengelus perut buncitnya.


 


“Iya sayang, makasih ya udah sabar mengahadapi aku dan mau bertahan sampai dititik ini dan maaf untuk semua yang udah aku lakuin dimasa lalu” ucap Fahmi yang sekarang sedang bersandar dibahu kecil sang istri sambil mengelus perut buncit istrinya.


 


“Iya mas, kita mulai semua dari awalnya” jawab Mawar lembut.


 


“Iya sayang” timpal Fahmi.

__ADS_1


 


 


Cinta itu rumit, terkadang kita dibuat sakit terlebih dahulu lalu setelah itu dibuat bahagia atau justru sebaliknya. Tidak ada yang tahu kedepannya akan seperti apa, maka jalani yang ada didepan mata. Untuk selanjutnya serahkan pada Tuhan.


 


                                 ...


 


Acara tujuh bulanan


 


Akhirnya selesai sudah Fahmi dan mawar mempersiapkan acara tujuh bulan untuk calon anak mereka. Saat ini hanya tinggal menunggu acara tujuh bulanan yang akan segera dimulai dalam beberapa jam lagi, acara dilakukan dirumah mereka yang memang luas. Setelah perdebatan panjang antara Fahmi dan Mawar yang membahas tempat acara tujuh bulanan yang akan diadakan di gedung atau rumah, akhirnya Fahmi pun mengalah dan memutuskan untuk mengadakannya dirumah sebab tak ingin capek berdebat dengan sang istri.  Acara dilakukan dengan sederhana dengan menghadirkan kerabat dekat dan juga karyawan dengan perwakilan dari devisi² penting. Karena Fahmi tidak mungkin mengundang semua karyawanya sebab dia hanya mengadakannya dirumah bukan digedung.


 


“Mas kamu sudah siap ?” Tanya mawar ketika masuk didalam kamar mereka.


 


“Iya sayang sudah, gimana gantengkan” ucap dengan PD nya sambil menyugar rambutnya kebelakang.


 


“Ihhh apaan sih mas” ucap Mawar geli melihat tingkah suaminya yang terlalu PD namun tidak dipungkiri bahwa suaminya memang tampan.


 


 


“Iya mas  kamu memang ganteng, udah ya aku mau benerin make up dulu” ucap mawar mencoba melepaskan tangannya yang dipegang oleh Fahmi.


 


“Jangan cantik² dandannya, kan kamu tahu nanti bakal ada karyawan ku” ucap Fahmi yang sudah duduk dipinggiran ranjang sambil melihat istrinya merias diri didepan cermin.


 


“Kan memang seharusnya aku tampil cantik mas supaya pantas mendamping mu nanti. Apalagi ini kan perdana kamu mengenalkan ku ke pegawai mu” jawab Mawar menggoda suaminya yang posesif.


 


“Nggak boleh, kamu hanya boleh tampil cantik didepan ku bukan didepan orang lain. Kamu cukup tampil dengan ramah dan sopan itu sudah lebih pantas untuk mendampingi ku, tidak perlu tampil cantik” ucap Fahmi tegas dengan pandangan tajam menatap sang istri dari cermin. Sedangkan Mawar hanya bisa senyum ditatap dengan tajam oleh suaminya.


 


“Iya mas, lagian ini juga Cuma make up tipis doang kok, supaya muka ku nggak pucat² banget” jawab Mawar yang sudah duduk dipinggiran ranjang tidur bersama suaminya dan mencoba untuk menenangkan suaminya.


 

__ADS_1


“Lagian aku Cuma mau ngetes kamu aja, gimana kalau aku tampil cantik ternyata kamu posesif banget” sambung mawar tertawa kecil, padahal niatnya hanya ingin menggoda  suaminya justru membuat suaminya terpancing amarah.


 


“Oh beraninya istriku ini sekarang ngetes² aku. Kamu kira aku nggak cemburu apa jika kamu tampil cantik didepan publik, aku nggak mau lelaki diluaran sana melihat kecantikan istri ku cukup aku aja yang melihat kecantikan mu baik diluar ataupun didalam” jawab Fahmi menangkup kedua pipi sang istri menggunakan tangan kekarnya.


 


“Mas, jangan gitu entar pipi ku tambah chubby” ucap Mawar memegang tangan suaminya yang berada dipipinya.


 


“Hehehe, habis pipi Mu gemesin” kekeh Fahmi.


 


“Yang boleh yah” sambung Fahmi memiringkan wajahnya mendekat ke wajah sang istri.


 


“mas jangan, bentar lagi acara dimulai dan dibawah juga udah ada beberapa yang datang” ucap Mawar refleks memegang tangan suaminya dengan wajah gugup ketika Fahmi terus mendekatkan wajah mereka.


 


“Sebentar aja, janji cuma ciuman nggak lebih. Yah plisss” ucap Fahmi memohon, dan sudah tidak tahan melihat bibir ranum sang istri yang menurutnya sangat menggoda.


 


“Mas” jawab mawar yang belum selesai berucap namun Fahmi justru sudah lebih dulu membungkam bibirnya. Akhirnya terjadilah yang seharusnya terjadi diantara mereka.


 


                                     ...


 


Yang baca jangan pada pengen ya kalau belum Halal. Yang udah Halal semoga langgeng sampai kakek nenek yah. Oh iya do’a in juga semoga Fahmi sama Mawar langgeng ya, meski bakal banyak rintangan yang hadir.


 


Maaf udah lama nggak Up ceritanya, karena Author sendiri masih baru nulis jadi masih harus banyak belajar. Sorry yah.


 


Jangan lupa buat tinggalin jejak teman², terimakasih yang sudah nungguin ini cerita, semoga suka ya sama jalan ceritanya.


 


Yang punya akun IG boleh follow akun IG aku, entar aku follow balik


@auliashahidah24


 

__ADS_1


 


__ADS_2