
Setelah melakukan perawatan panjang usai melahirkan, akhirnya Mawar pun diizinkan untuk pulang bersama putranya dan juga suami yang selalu mendampingnya. Beberapa hari dirumah sakit membuat mawar jenuh dan ingin segera pulang untuk merawat baby mereka.
Azka Alazkia Nugroho adalah putra dari mawar dan Fahmi. Seorang bayi laki² yang menggemaskan dan tampan, memiliki hidung yang mancung seperti ayahnya dan kulit yang bersih seperti ibunya, benar² sosok bayi yang tampan. Dan menjadi anak dan cucu kesayangan dikeluarga besar Fahmi dan Mawar.putra yang diharapkan menjadi seorang lelaki yang tangguh dan kuat. Lelaki yang akan mewarisi perusahaan ayahnya kelak.
“Alhamdulillah sampe juga dirumah ya mas” ucap Mawar senang ketika sudah memasuki kamar mereka dan duduk diatas ranjang.
“Iya sayang, kamu bahagia banget kayaknya balik kekamar kita” ucap Fahmi yang sudah ikut duduk disebelah sang istri dengan tangannya yang masih menggendong anak mereka.
“Iya mas, bosen liat kamar rumah sakit apalagi bau obat²an, mending lihat kamar kita yang bagus” keluh mawar menyampaikan kebosenannya saat berada dirumah sakit.
“Padahal aku udah pesan kamar VVIP buat kamu, tapi tetap aja kamu bosen” timpal Fahmi yang sesekali melihat putranya yang tertidur digendongannya.
“Namanya juga rumah sakit mas, mau sekalinya VVIP tetap aja bau obat²an” jawab Mawar juga ikut memperhatikan baby nya yang digendong sang suami.
“Iya deh iya, aku tidurin azka di box bayi ya. Biar tambah nyaman Azka tidurnya” ucap Fahmi yang akan memindahkan baby nya ke box bayi yang memang sudah dipersiapkan mereka sebelum Azka lahir.
“Iya mas, tidur yang nyenyak ya sayang. Bunda sayang kamu” ucap mawar mencium pipi sang putra sebelum dipindahkan ke box bayi.
“Ayah juga sayang azka” timpal Fahmi yang ikut mencium pipi sang anak seperti yang dilakukan sang istri. Akhirnya azka pun dipindahkan kedalam box bayi agar tidur dengan lebih nyaman. Sedang Mawar sudah menselonjorkan kaki yang pegal diranjang tidur mereka.
“Sayang capek ya, mau ku pijitin kakinya” tawar Fahmi yang sudah duduk kembali disebelah sang istri yang sedang meluruskan kakinya.
“Eh nggak usah mas, ini Cuma pegel karena kelamaan nekuk kaki doang. Makanya aku lurusin kakinya, lagian udah enakkan juga” jawab Mawar cepat dan tak ingin merepotkan sang suami untuk memijat kakinya.
“Beneran” tanya Fahmi menyakinkan keinginan sang istri.
“Beneran mas, nggak pp” timpal mawar denga senyum.
“Ya udah deh, mending kamu tiduran aja nanti takutnya azka bangun minta Asi kamu belum istrihat, yang ada kecapekaan entar. Istirahat gih” ucap Fahmi memberi saran pada mawar untuk istirahat agar tak kecapekaan nantinya.
“iya mas, kalau gitu aku istirahat ya. Kamu nggak istirahat mas” tanya Mawar pada suaminya yang masih betah duduk disebelahnya padahal dirinya sudah dalam posisi tidur.
“Nggak sayang, aku belum capek. Aku temenin kamu sampi tidur. Sekalian jagain Azka nanti kalau bangun, supaya nanti tidurmu nggak keganggu karena suara tangis azka” fahmi menatap sang istri yang tengah berbaring disebelah nya.
“Ohh gitu, makasih ya mas udah perhatian sama aku” mawar haru karena sang suami yang sudah banyak berubah.
__ADS_1
“Iya sayang, udah kewajiban aku untuk perhatian sama kamu. Udah ya tidur sekarang” fahmi mengelus pucuk kepala sang istri agar tertidur.
“ Iya mas” jawab Mawar dengan menutup mata untuk tidur.
Melihat wajah teduh sang istri yang tertidur membuat hati fahmi menghangat. Terlebih kehadiran sang putra ditengah² pernikahan terpaksanya, membuatnya sadar untuk membuka hati untuk sang istri dan melupakan masa lalu. Kekuataanya sekarang adalah mawar dan juga azka, bagaimanapun juga semua sudah terjadi pernikahan terpaksanya harus tetap dipertahankan. Kewajibannya sekarang adalah membahagiakan keluarga kecilnya sampai akhir hayatnya.
***
“Menjauhlah, atau kau akan tau konsekuensi nya” malam ini Aji tidak sengaja bertemu dengan Anita dicafe yang sedang merenung seorang diri, lalu Aji pun mengdatangi meja Anita.
“Pergi lah jika kau datang hanya untuk mengancam, aku juga manusia yang bisa tertekan oleh ancaman Mu” kesal Anita sebab kehadiran Aji yang tiba² mengancamnya membuat moodnya kian memburuk.
“Heyyy, sorry ini tempat umum yang siapa pun bisa datang. Jadi jangan seenaknya mengusir”protes aji sambil memandang wajah Anita yang lesu.
“Seterah mu saja lah” anita pasra, dia tak ingin bertengkar saat ini oleh Aji karena mood nya sedang sangat buruk.
“Dan iya tadi kau bilang apa, kau tertekan denga ancaman ku. Jika tidak ingin tertekan dengan ancaman ku, seharusnya kau bisa menjauhi Fahmi dan istrinya. Jadi aku tak perlu repot² untuk mengancam Mu dan kau tak perlu tertekan dengan ancaman Ku. Selesaikan masalahnya” sarkas Aji yang sama kesalnya pada Anita, sebab wanita didepannya sama sekali tidak bisa melupakan masa lalunya.
“Korban Broken home, ternyata” gumam Aji sangat pelan, saat anita sudah berhenti berbicara.
“Tapi nyatanya Fahmi nggak nunggu loh kan. Dia bahkan udah dapet pengganti loh. Karena itu seharusnya loh juga udah bisa move on, Fahmi udah bahagia sama keluarga kecilnya apalagi ada azka ditengah² mereka. Ini takdir dan loh harus terima takdir itu, udah setahun Fahmi nikah dan loh masih berambisi buat ngerebut dia. Gila loh” ucap Aji yang mengubah cara bicaranya menjadi “loh-gue” sama seperti Anita. Dan Aji mencoba memberi tau keadaan yang sekarang terjadi antara Anita dan Fahmi.
“Loh cowok, tapi mulut loh pedes kalau ngomong kayak emak²” anita menatap nanar Aji yang mengucapkan kata² pedas padanya. Aji kaget dan tak habis pikir, bisa²nya dirinya dibilang bermulut pedas dan disama²in dengan emak². Tapi meskipun begitu, Aji tetap mendengar Anita yang hendak menyuarakan isi hatinya lagi
“Gue tau, ini takdir. Tapi emang gue nggak boleh ya ngubah takdir itu, supaya berpihak ke gue” lanjut anita dengan tatapan kosong.
“Gila loh, maksud loh ngubah takdir dengan cara ngerebut Fahmi dari keluarga kecilnya. Loh nggak ingat ada Azka yang juga butuh ayahnya, gimana kalau loh ngerebut Fahmi dari mawar. Loh bakal dicap wanita perusak rumah tangga orang”sarkas Aji yang masih tak habis pikir dengan ucapan Anita.
“Kenapa nggak?, dan azka, gue bisa kok ngerawat dia. Gue bisa jadi ibu sambungnya. Jadi kenapa nggak mungkin, kalau gue bisa ngubah takdir” Anita tertawa devil pada aji yang mungkin kesal dengan pemikirannya.
“Wanita gila, gue beneran nggak habis pikir sama pikiran loh. Lebih baik gue pergi dari sini, capek gue dengar omongan loh yang ngaco” kesal Aji lalu berdiri untuk pergi dari meja makan Anita.
“Silahkan, lagian nggak ada yg nyuruh loh buat dengerin omongan gue daritadi kan” ucap Anita sebelum Aji pergi dari mejanya.
__ADS_1
“Iya ya, seterah loh” jawab Aji pasrah lalu meninggalkan anita sendiri. Aji pun memtuskan pulang ke apartemen nya karena sudah capek menghadapi Anita yang tetap dengan pemikirannya. Sekalipun dia sudah bicara panjang lebar, anita tetap pada pendiriannya yaitu merebut Fahmi dari istrinya.
“Ck, wanita sinting dengan segala pemikirannya” decah aji mengurut keningnya yang pusing ketika sudah memasuki mobilnya dan memutuskan untuk pergi ke unit apart nya.
***
“apa mungkin gue se tega itu, ngehancurin keluarga kecil mereka. Terlebih ada bayi ditengah² mereka. Itu nggak mungkin. Tapi gue tetap ingin bersama Fahmi. Kalau gue harus jadi yang kedua, tak masalah” pikir Anita dengan senyum smirknya.
Bersambung..............
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya kawan² dicerita.......
Tingkat minat baca, dan hargai karya anak bangsa.
__ADS_1