Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 49


__ADS_3

Pagi ini, semua berjalan seperti biasanya. Mawar pun sedang menikmati perannya sebagai Ibu setelah melahirkan. Tugasnya bertambah setelah melahirkan Azka, selain mengurus keperluan sang suami . Dia juga harus merawat bayi yang baru dilahirkannya. Namun Mawar sangat menikmatinya sebab melihat anak dan suaminya tersenyum membuat lelahnya menjadi hilang seketika.


 


“Sayang kamu yakin tidak butuh baby sister, kita bisa mengambil dari yayasan jasa baby sister terpacaya pilihan mama”tawa Fahmi saat mereka tengah menemani baby azka main.


 


“Nggak mas, aku ingin menikmati tumbuh kembang azka sendiri tanpa bantuan orang lain. Lagian aku yakin yayasan pilihan mama pasti yang terbaik tapi untuk saat ini aku belum butuh. Aku masih menikmati peran ku sebagi ibu” senyum Mawar menatap mata sang suami untuk menyakinkan.


 


“Oke² kalau itu mau mu, tapi ku harap kamu berubah pikiran ya. Bilang kalau kamu sudah mulai lelah merawat dan mengurusi keperluan ku dan Azka. Lagian selama ini kan kamu mengurusi semuanya sendiri” ucap Fahmi mencoba membujuk sang istri.


 


“Iya pasti mas, lagian kan memang tugas sebagai seorang istri itu merawat dan mengurus kebutuhan suami dan anak dan itu sudah kewajiban. Untuk sekarang aku sedang menjalankan kewajiban ku mas, jadi jangan paksa aku untuk menyewa baby sister atau sebagainya. Aku belum butuh itu saat ini nanti kalau aku sudah butuh pasti aku kasih tau kamu. Lagian ada Bi mina yang juga masih suka bantu² urusan dapur dan lainnya. Aku kan Cuma mengurusi keperluan kamu dan Azka aja, jadi nggak terlalu capek” ungkap Mawar mencoba menjelaskan pada suaminya yang keukeh ingin menyewakannya baby sister.


 


“Iya sayang, iya. Aku nggak bisa bantah lagi kalau kamu udah ngomong panjang lebar kayak gini” pasrah Fahmi dengan mengelus lembut pipi sang istri.


 


“Makasih nya udah ngertiin aku” senyum mawar.


 


“Iya sayang, liat tuh Azka daritadi lihatin kamu yang ngomong tanpa jeda. Pasti dia kaget, ternyata ibunya secerewet ini” jahil Fahmi dengan mentoel² pipi azka yang sudah mulai mengembang.


 


“Ishhh mas apaan sih, liat tuh entar tambah tembem aja pipi anak kamu kalau ditoel² kayak gitu terus” kesal mawar, pasalnya sang suami sering sekali menoel pipi babynya.


 


“Biarain aja, biar kayak ibunya yang juga tembem ini” canda Fahmi dengan mencubit pipi sang istri yang tak kalah tembem seperti sang anak.


 


“Mas, sakit” ucap Mawar menggertu ketika suaminya mencubit pipinya.


 


“Hahaha kamu lucu sayang kalau lagi marah, tambah cantik aja” senyum Fahmi memperhatikan wajah istrinya. Sedang pipi mawar sudah merah merona ketika sang suami memujinya, membuatnya tersipu. Qualtiy time mereka pun terasa menyenangkan, sebab semenjak kehadiran baby, hubungan mereka semakin membaik.


 


 


                                  ***


 


Malam yang gelap, semilir angin terasa mendinginkan. Seakan alam mendukung suasana kesedihan Anita yang tengah melamun menatap langit yang begitu mendung dan sepertinya pun akan mengalirkan air hujan, sama seperti air matanya yang akan jatuh untuk menumpahkan rasa sedihnya.


 


“Sayang masuklah sebentar lagi hujan akan turun, udara diluar tidak bagus untuk kesehatan mu” ucap ibu Leni ketika dia melihat sang anak yang masih berada diluar disaat udara malam sudah mulai tidak bagus.


 


“Buat apa mah, sejak kapan mama perhatian sama Nita” tanya anita sendu pada sang ibu.


 


“Nak jangan bicara begitu, bukannya kamu sudah melupakan kejadian itu. Ingat mama sayang sama kamu, kamu tetap anak kandung mama nak” ucap Ibu Leni sedih. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat dan mendengar obrolan mereka. Tapi orang tersebut haanya diam dan melihat dari kejauhan tidak untuk berniat menghampiri mereka.


 

__ADS_1


“Iya aku tahu, meski sekarang mama sudah perhatian lagi sama nita. Bukan berarti nita bisa lupa gitu aja, ketika dulu mama selalu sibuk sama urusan sendiri begitupun Alm papa. Nita selalu sendiri ma, asal mama tau meski sekarang mama sudah berubah menjadi lebih perhatian semenjak menikah dengan Ayah wijaya. Tak menutup kemungkinan buat nita bisa lupa kejadian masa lalu, nita korban egois dari mama papa, nita jadi anak broken home mah, nita kehilangan masa² kumpul bareng mama papa Cuma karena keegoisan kalian . Dari kecil sampai gede mah, mama tau itu” nada bicara nita naik satu oktav dengan nafas yang naik turun ketika menyampaikan semua bebannya pada sang mama.


 


“Nak mama minta maaf, mama sama papa memang dulu egois sama kamu. Mama benar² minta maaf, ayok kita mulai semua dari awal memperbaiki yang masih bisa diperbaiki. Dan maaf kan almarhum papa mu, biarkan papa tenang nak ya” ucap ibu leni menggenggam tangan Anita untuk menyakinkannya. Sedangkan Orang yang mendengarkan obrolan mereka secara diam² hanya menatap sedih pada seorang anak yang menjadi korban dari perceraian orangtuanya, orang itu adalah pak wijaya. Ayah sambung dari Anita.


 


“Iya ma, nita udah maafin mama dan papa, maaf sudah meninggikan suara didepan mama" ucap Anita menyesal saat tadi menaikan satu oktav suaranya pada sang mama. "


"Tapi jangan paksa nita buat lupa sama kejadian waktu itu, bagaimanapun itu adalah perjalanan terberat nita jadi untuk melupakannya nggak semudah itu” lanjut anita dengan wajah yang sendu menatap gelapnya langit.


 


“Iya sayang mama nggak akan paksa kamu lupa secepat itu. Tapi perlu kamu tau mama sayang sama kamu sampai kapan pun itu” ucap Ibu Leni dengan memeluk sang anak dengan erat seakan takut untuk kehilangan anaknya kembali. Sedangkan Anita sendiri hanya diam menikmati pelukkan sang mama yang sudah lama tak ia rasakan.


 


“Ayah juga mau dipeluk, dingin nih” ucap pak wijaya yang tiba² muncul didepan mereka , saat melihat istri dan anak sambungnya berpelukkan.


 


“Mas kamu bangun, maaf ya aku tadi keluar untuk ambil minum, tapi lihat nita sendiri diluar jadi aku temani dulu” ucap Ibu Leni kaget yang mendapati suaminya yang muncul tiba².


 


“Iya nggak pp, lagian tadi aku juga lagi mau ambil minum Cuma karena lihat kalian  disini ya udah aku samperin” jawab pak wijaya yang tidak sepenuhnya jujur. Pasalnya dia memang sudah  mengikuti sang istri sejak awal keluar dari kamar dan melihat semua pembicaraan sang istri dan anak sambung nya.


 


“Nita” Panggil pak wijaya, Anita pun langsung menatap pak wijaya yang memanggil namanya.


 


“Anggap Ayah sebagai ayah kandung mu ya, ya walaupun memang sosoknya beda. Tapi percayalah kasih sayang ayah untukmu sama besarnya seperti kasih sayang ayah kandung mu. Jangan takut jika kamu punya masalah, cerita sama ayah apapun masalah mu maka sebisa mungkin ayah bantu atau kamu mau curhat sekalipun bisa” ucap Pak wijaya menatap dalam Anita.


 


 


“Harus itu Nak, bagaimanapun kamu adalah anak ayah sekarang” ucap Pak wijaya mengelus pucuk kepala Anita. Sedangkan Ibu leni hanya bisa berucap syukur pasalnya dia bahagia, sang suami bisa menerima dan menyayangi anaknya dengan tulus.


 


“Ya sudah ayok masuk, nanti kalian bisa masuk angin, jika kelamaaan diluar” ajak Pak wijaya pada istri dan anaknya untuk kembali kadalam rumah.


 


“Iya mas, ayok nita” jawab Ibu leni dan mengajak sang anak untuk ikut masuk kedalam rumah.


 


“Mama sama ayah duluan aja, anita masih mau disini sebentar aja” jawab anita.


 


“Kamu yakin nak” tanya Pak wijaya menyakinkan.


 


“Iya syang ayok masuk aja, ini sudah malam nggak baik diluar sendiri” timpal bu Leni.


 


“Yakin yah, ma anita Cuma mau sebentar aja disini. Mama sama ayah duluan aja, nanti setelah kalian masuk anita akan menyusul untuk masuk juga, nggak lama kok” yakin Anita pada orangtuanya.


 


“Ya suda sayang, biarkan anita disini dulu sebentar. Lagian kalau kita udah masuk, anita juga bakal masuk. Ayok mah, kasih anita waktu sebentar saja disini” ajak pak wijaya pada sang istri.

__ADS_1


 


“Ya sudah ayo mas, sayang beneran masuk kedalam rumah ya sebentar lagi” ucap Ibu leni mengusap pundak sang anak dengan lembut .


 


“Iya ma, pasti”


 


“Ya sudah kita masuk dulu, selamat malam nak. Tidur yang nyenyak ya” ucap Pak wijaya mengelus pucuk kepala sang anak.


 


“Malam Ayah mama” jawa anita dengan senyum. Naamun setelah melihat kedua orangtuanya pergi, wajah Anita pun kembali murung dan sedih. Bukan lagi karena keegoisan sang mama yang dia pikirkan, melainkan kisah percintaannya dengan Fahmi.


 


“Ayah bilang ayah bakal bantu nita kalau nita lagi ada masalah. Apa mungkin ayah bisa bantu nita buat misahin anak kandung ayah dengan suaminya. Sebab mawar adalah penghancur dari hubungan nita dengan Fahmi dan itu masalah. Apa bisa ayah bantu hahhhhh....” gumam anita dengan senyum devil dan tangis yang keluar perlahan dari matanya yang diturun.


 


“Jawabannya pasti “nggak bisa” yah, karena mawar adalah anak kesayangan ayah sedangkan nita hanya anak sambung” lanjut anita dengan raut wajah sedih. Anita marah pada takdir yang selalu mempermainkan dirinya. Marah seolah² takdir tak pernah perpihak pada dirinya.  Terkadang cinta itu memang membutakan sampai yang sebenarnya bukan cinta dianggap cinta, padahal hanya karena obsesi ingin memiliki. itu yang terkadang Membuat orang susah membedakan mana cinta sungguhan, mana cinta yang hanya sekedar obsesi saja. Oleh sebabnya pastikan lah sebelum mengatakan cinta, bahwa kamu memang benar² mencintai bukan terobsesi.


 


Cinta itu rumit, jangan pernah sesekali melakukan permainan yang mengatas namakan cinta, karena taruhannya itu hati serta perasaan mu.-A.s.f-


 


 


Bersambung........


 


Buat kawan² jangan lupa tinggalkan jejaknya like, vote  ,komen ataupun saran yang membangun untuk author supaya lebih semangat nulis lagi.......


Dengan kalian meninggalkan jejak kalian, itu sangat mengapresiasi karya ku karena itu berarti kalian suka sama karya ku.......


 


Dan makasih banyak buat yang udah stay terus dikaryaku, kalian hebat bisa terus ngikuti cerita ini yang bahkan jarang uptade, makasih sekali lagi.


Jangan lupa ajakin teman² kalian juga buat baca cerita ku oke, terimakasih.


 -tertanda author-


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2