
Semua berjalan dengan baik, Hasan sudah memeriksa istri Fahmi dengan teliti dan tebakkannya tidak salah. Dan Kini mawar telah turun dari tempat pemeriksaan. Fahmi menuntun mawar ke meja kerja Hasan untuk mengetahui keadaan sang istri karena Hasan terus bungkam saat ditanyai tentang kondisi istrinya. Fahmi benar2 dibuat penasaran oleh hasilnya.
“Bagaimana San, kondisi istri ku baik2 saja tidak ada yang serius dengan penyakitnya” tanya Fahmi sesaat setelah duduk didepan Hasan
“Iya kondisi istri mu baik2 saja, hanya saja...” ucap Hasan terpotong saat Fahmi tiba2 menimpali ucapannya yang belum selesai dikatakan.
“Hanya saja apa San, kau jangan main2 dengan kondisi istri ku. Bicara lah yang jelas, jangan berbelit2” ucap fahmi sewot karena sang dokter tidak to the point
“Kau ini selalu saja tidak sabaran, aku belum selesai berucap kau sudah memotong terlebih dulu” ucap hasan tak kalah sewot pada sahabatnya yang tidak sabaran.
“mas benar kata Dokter Hasan sabarlah, kan dia baru akan menjelaskan” ucap Mawar pada suaminya yang tidak sabaran.
“Nah dengar kata istri mu itu “Sabar”, lagian mawar kenapa kau bisa menikah dengan laki2 yang tidak sabaran ini sihh” timpal Hasan. Mawar hanya menjawab dengan senyuman sedangkan Fahmi sudah menatap tajam pada sahabat nya itu.
“Iya2 sudah cepat katakan, lagian kenapa kau malah membahas ku” ucap Fahmi yang sudah kesal.
__ADS_1
“Okehh, jadi semua baik2 saja dan masalah untuk mual2 sama pusing itu kemungkinan akibat istri lho yang lagi mengandung” jelas Dokter Hasan
“Jadi maksudnya istri ku hamil begitu, iya”ucap fahmi terkejut sekaligus bahagia. Sedangkan mawar yang duduk disebelah Fahmi hanya bisa tersenyum bahagia dan mengucapkan syukur karena telah dipercaya untuk mengandung.
“Iya, tapi sebaiknya periksakan ke Dokter kandungan terlebih dulu agar lebih jelas lagi berapa usia kandungan istri lho” ucap Hasan.
“okehh, kalau gitu gue pamit untuk ke dokter kandungan dulu” timpal Fahmi yang langsung menerik sang istri keluar dari ruangan Dokter Hasan.
“hufttt temen nggak ada akhlak emang sihh Fahmi, nggak ada makasih² nya sama gue main pamit2 aja tuh orang” sewot Hasan saat melihat Fahmi keluar dari ruangannya.
Mobil Fahmi
Fahmi dan sang istri mawar telah duduk manis didalam mobil hendak pulang setelah memeriksakan Mawar pada dokter kandungan.
“Sayang ingat kata dokter tadi, kalau kamu tidak boleh kecapekan karena kandungan kamu masih rentan”ucap Fahmi sesaat memasuki mobil
__ADS_1
“Iya mas, aku akan ingat kata2 dokter tadi” jawan Mawar dengan senyuman
“Oh iya vitaminnya jangan lupa di minum yahh, satu lagi kamu sekarang harus makan makanan bergizi supaya calon anak kita tumbuh sehat didalam disini” ucap Fahmi perhatian sambil mengelus perut sang istri Mawar.
“iya, mas tenang saja aku pasti jagain calon bayi kita kok” timpal Mawar yang gemas pada suaminya yang mulai cerewet akan kondisinya.
Sedangkan aji yang berada di kursi depan bersama supir hanya bisa senyum dan ikut bahagia akan kabar baik dari sang majikan.
“Aji sebentar lagi aku akan jadi ayah” ucap Fahmi senang, pada asistennya
“Iya Tuan, selamat nya buat Tuan muda dan Nyonya muda sebentar lagi kalian berdua akan menjadi orangtua” timpal Aji dengan bahagia
“Makasih ya asisten Aji” ucap Mawar
“Iya Nyonya muda”.
__ADS_1
Bersambung.....