Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 41


__ADS_3

Usai sudah pekerjaan fahmi hari ini diproyek dan dia berencana akan kembali ke kota asal nya besok malam, karena dia pun sudah berjanji jika pekerjaannya sudah selesai maka akan secepatnya untuk pulang bertemu sang istri.


 


Fahmi berjalan menuju lorong hotel dengan sendiri tanpa ditemani asistennya Aji, sebab dia punya urusan sendiri yang tidak perlu Aji ketahui maka dia pun menyuruh Aji pulang ke hotel terlebih dulu. Kini dia sudah berada didalam lift berdua dengan seorang wanita yang tidak sengaja dia temui yaitu Anita.


 


“Ehhh hai Nit” sapa fahmi yang melihat anita yang juga tengah berada dalam lift yang sama dengannya.


 


“Iya Mi, mau kekamar juga ya. Sudah selesai pekerjaan Mu” tanya Anita basa basi dengan wajah pucat.


 


“Iya, masalah pekerjaan alhamdulillah sudah selesai juga. besok malam aku juga akan kembali kota J” jawab Fahmi sedikit canggung karena berdua dengan Anita didalam Lift.  


Keadaan pun kembali hening diantara Anita dan Fahmi. Namun diam²  fahmi sebenarnya memperhatikan wajah Anita  yang terlihat pucat melalui sudut matanya dan tadi saat Anita berbicara dengannya pun dia terlihat sangat lemah dalam berbicara apa mungkin Anita sedang sakit, pikirnya. Lift pun berhenti dan terbuka fahmi mempersilahkan Anita untuk keluar terlebih dulu. Ladies first.


 


Anita pun berjalan keluar terlebih dulu dari lift namun baru akan keluar, tubuh Anita sudah limbung. beruntung saat ini Fahmi masih berada dibelakangnya, maka Fahmi pun menangkap tubuh Anita yang dirasa lemas.


 


“Nit kamu nggak pp” tanya Fahmi yang sudah mendekap Anita yang lemas dan berjalan keluar dari lift.


 


“Iya nggak pp, makasih ya udah nolongin aku” jawab Anita yang berusaha melepaskan dekapan Fahmi yang dirasa nyaman.


 


“Oh, are you sure? “


 


“Ya yakin, tenang aja” jawab Anita dan berusaha untuk jalan karena dia ingin segera merebahkan tubuhnya yang lemas dikamarnya. Namun baru beberapa langkah berjalan tubuh Anita pun limbung kembali dan Fahmi pun segera mendekap tubuh Anita.


 


“Nit, kamu lagi nggak baik² aja. Aku antar kekamar mu, jangan merasa kuat kalau kamu sendiri tidak mampu” ucap Fahmi khuatir dengan keadaan Anita yang dirasa sedang tidak baik² saja. Fahmi pun membawa Anita menuju kamar nya.


 


Fahmi pun merebahkan Anita dikamar Anita dengan hati². Sedangkan Anita sendiri merasa bahagia dengan perhatian yang berikan Fahmi karena pasalnya semua kejadian tidak dilakukan dengan sengaja, namun justru Fahmi memberinya perhatiannya tanpa diminta nya. Anita merasa sakitnya kali ini membawa keberuntungan sebab dapat menarik simpatik Fahmi.


 


“Nit, istirahatlah semoga keadaan mu besok pagi sudah baik² saja ya” ucap Fahmi setelah merebahkah tubuh Anita dikasur.


 


“Iya Mi, makasih ya udah bantu aku untuk sampai dikamarku”jawab Anita dengan senyum


 


“Iya sama², kalau gitu aku permisi  untuk kekamar ku dulu ya” pamit Fahmi karena tidak ingin berlama² berada satu ruangan dengan Anita terlebih didalam kamar hotel.


 

__ADS_1


“Iya silahkan. Sekali lagi makasih ya”


 


“Iya tenang aja, lagian aku kan juga masih kerabat mu. Ya sudah aku pergi” ucap Fahmi yang langsung beranjak pergi dari kamar Anita.


 


RUMAH FAHMI DAN MAWAR


Pagi ini, hati Mawar sedang dalam keadaan senang pasalnya Sang suami Fahmi akan pulang dari kota malam ini. Dia akan menyambut kedatangan sang suami dengan makanan yang akan disiapkan nantinya. Namun dia pun tak lupa untuk membersihkan kamar mereka agar terlihat rapi jika nanti suaminya datang.


 


Mawar pun keluar kamar setelah memastikan kamarnya telah rapi, menuju dapur untuk melihat bahan makanan apa yang akan dibuatnya untuk menu masakkan malam ini untuk sang suami.


 


“Bi, gimana bahan makanan di kulkas masih ada?” tanya Mawar ketika sampai didapur.


 


“Ehhh Nyonya, bahan makanan dikulkas sudah ada beberapa yang kosong. Jadi bibi mau pamit belanja dulu ke pasar” jawan Bi mina.


 


“Oh gitu ya bi, ya sudah ini uang belanjanya untuk beli keperluan dapur”.


 


“Iya Nya, kalau begitu bibi permisi kepasar dulu ya Nya”


 


 


“Sebaiknya aku telpon mas fahmi dulu, buat pastiin kapan dia bakal sampai” gumam Mawar dan beranjak menuju kamarnya untuk menelpon sang suami.


 


POV FAHMI


 


Hari ini aku berniat untuk membereskan barang² ku  kedalam koper karena pekerjaan ku dikota S sudah selesai dan aku akan kembali ke kota asalku bertemu dengan istri ku yang tengah mengandung. Namun sebelum itu, pikiran ku tiba² teringat pada Anita yang sakit semalam. Apa dia sudah baik² saja atau masih sakit. Tanpa pikir panjang aku pun segera menuju kamarnya untuk melihat kondisinya, karena ku rasa tidak pp bila aku menjenguknya sebab bagaimanapun juga Anita adalah kakak tiri dari istri ku, yang artinya Kakak iparku juga. Jadi aku rasa tidak menjadi masalah, toh ini hanya rasa kemanusiaan terlebih Anita juga sekarang sudah menjadi kerabat ku. Akhirnya aku pun sampai didepan kamar Anita dan aku pun menekan tombol yang tersedia didepan pintu kamar Anita.


“Tinggggg” bunyi bel kamar Anita.


 


Anita pun keluar dengan pakaian tidurnya dengan penampilan yang pucat, dan tanpa banyak bertanya aku langsung membawa Anita masuk kedalam kamarnya karena aku takut jika ada orang yang melihat ku didepan  Kamar Anita maka akan timbul pikiran orang yang aneh² terlebih jika Si Aji yang melihat ku bisa bahaya.


 


“Nit, duduklah. Maaf aku langsung masuk kekamar mu tanpa permisi. Karena aku nggak mau diluar lama², takut jika ada yang melihat nanti bisa jadi timbul fitnah” jawab ku jujur Pada Anita


 


“Iya Mi, nggak pp. Oh iya ada apa kamu kesini, bukannya hari ini kamu bakal pulang ya” tanya Anita denga suara paraunya


 

__ADS_1


“Iya hari ini aku memang harusnya pulang, tapi masih ada waktu jadi aku menyempatkan menjenguk mu sebentar”.


 


“Aku udah baik² aja kok, tenang aja”


 


“Yakin, tapi muka mu masih pucat dan ya badan mu pun demam nit” ucap ku khuatir apalagi dengan suhu badan Anita yang sepertinya sangat tinggi.


 


“Eh aku ambilin minum buat kamu yah, bentar”


 


“Iya”


 


Belum juga Anita mengambilkan minum untukku tubuhnya tiba² sudah ambruk aku pun segera membawanya ketempat tidur miliknya. Dan ternyata dia pisan, aku menghubungi dokter yang ada dikota S yang aku kenal untuk datang kekamar Anita karena aku tidak mungkin membawanya kerumah sakit, bisa² Aji melihat ku dan itu bisa bahaya nantinya.


 


Setelah pemeriksaan yang dilakukan dokter pada Anita selesai, anita masih saja pingsan. Akhirnya aku memilih untuk kembali sebentar kekamar ku sendiri karena aku harus menghungi Mawar, karena sedaritadi aku belum menghubunginya.


 


“Hallo sayang, gimana kabar mu”


 


“Baik mas, mas kamu jadi pulang kan hari ini”


 


“emmm itu dia masalanya, aku mau bilang kalau hari ini aku nggak jadi pulang mungkin lusa baru aku pulang. Karena ada beberapa urusan yang ternyata harus aku selesaikan, Maaf ya”


 


“Oh gitu ya mas, oke deh”


 


“Iya sudah aku tutup ya, assalamulaikum” ucap ku mengakhiri obrolan dengan Mawar.


 


Kali ini aku membohongi mawar sebab sebenarnya urusan yang harus aku urus adalah merawat Anita sampai sembuh bukan urusan pekerjaan, karena bagaimana pun juga Anita adalah orang yang pernah hadir dihidup ku sebelum Mawar dan juga Anita adalah kakak tiri dari Mawar istriku jadi aku berhak merawatnya. Aku membohongi mawar sebab tak ingin membuatnya berpikir macam² tentang aku dan Anita, itu saja.


 


Bersambung.............


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak². Like, vote dan koment untuk memberikan sarannya.


Ambil baiknya buang buruknya


Ig:@auliashahidah24


 

__ADS_1


__ADS_2